Niat Puasa Weton

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Melakukan puasa merupakan suatu amal ibadah yang bagi sebagian orang mudah untuk dilakukan. Meskipun bukan puasa ramadhan, akan tetapi bila orang tersebut telah terbiasa melakukan puasa maka di hari-hari biasa pun melakukan puasa tetap terasa enteng.

Selai puasa ramadhan terdapat banyak puasa sunnah yang dapat diamalkan oleh umat muslim sekalian. Diantaranya adalah puasa senin kamis, puasa daud atau bahkan melakukan puasa pada hari kelahirannya atau bisa juga disebut puasa weton.

Baca Juga : Niat Puasa Mutih

Puasa weton atau puasa pada hari kelahiran anak hukumnya diperbolehkan, artinya bukan termasuk perbuatan yang bid’ah. Puasa tersebut bertujuan untuk mendoakan anak agar kelak menjadi orang yang sholeh, berguna bagi sesama dan menempatkan ridho Alloh SWT.

Tata Cara Puasa Weton

Melakukan puasa weton pada dasarnya sama dengan melakukan puasa-puasa yang lainnya. Yaitu membaca niat pada malam hari, melakukan sahur dan menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga datangnya adzan maghrib.

Akan tetapi menurut sebagian redaksi bahwa bila mengamalkan puasa sunnah atau puasa selain puasa ramadhan, namun lupa membaca niat pada malam harinya maka diperbolehkan untuk membaca niat pada siang harinya dengan catatan sebelum masuk waktu lingsir (dzuhur).

Penjelasan  Niat Puasa Weton 

Sebelum melakukan puasa weton maka orang tersebut dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Akan tetapi niat puasa weton ini kebanyakan bukan berlafadzkan bahasa arab, artinya niat puasa weton ini di ucapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa jawa bagi orang jawa.

berikut  niat puasa weton tersebut;

“niat ingsun ngelakoni puasa weton ing dalem dino ngesuk kerono Allah Ta’ala”

“saya niat melakukan puasa weton di hari besok karena Allah Ta’ala”

Tujuan Puasa Weton

Salah satu dari tujuan puasa weton ialah sebagai rasa syukur kepada Allah SWT karena pada tanggal tersebut telah lahir seorang anak. Harapannya kelak anak tersebut menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan berguna bagi agama, bangsa dan Negara.

Puasa weton bisa dilakukan oleh sang ibu atau oleh anak itu sendiri. Biasanya sang ibu yang melakukan puasa weton. Ibu yang melakukan puasa weton tersebut biasanya bertujuan untuk mendoakan sang anak agar mendapat keselamatan di dunia dan akhirat.

Demikian ini seperti tercantum dalam salah satu ayat al-Qur’an surat al-Furqon ayat 74 yang artinya “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Baca Juga : Niat Puasa Arafah, Niat Puasa Syawal, Niat Puasa Ramadhan

Dari terjemahan ayat diatas dapat dipahami bersama bahwa salah satu sifat seorang hamba yang baik adalah selalu memohon kepada Allah SWT agar senantiasa dikaruniai anak yang sholeh atau sholehah, anak yang taat beribadah kepada Allah SWT.

Serta tidak mempersekutukannya dan dapat menjadi pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang baik lai bertakwa.

Akan tetapi di beberapa media disebutkan bahwa puasa weton ini memiliki tujuan lain yang bukan hanya untuk urusan ibadah, biasanya hal tersebut bertujuan untuk perkara ilmu pengasihan atau kekebalan.

Orang-orang jaman dahulu biasa melakukan puasa weton untuk hal lain. Beberapa hal lain yang biasa dilakukan oleh orang yang mengamalkan puasa weton ialah untuk mendapatkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Agar segala macam doanya dapat terkabulkan
  2. Memiliki tujuan agar semakin dekat dengan roh leluhurnya
  3. Bertujuan agar kuat sukmanya

Itulah sedikit pembahasan yang berkenaan dengan puasa weton atau puasa di hari kelahiran. Baiknya segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai ibadah selalu diniatkan semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah SWT. Sehingga nantinya dapat bernilai ibadah dan mendapatkan pahala di sisi-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar