Niat Puasa Syawal

PUASA SYAWAL

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengertian Bulan Syawal

Bulan syawal adalah bulan dimana kebanyakan umat muslim tengah bergembira karena tibanya hari kemenangan. Yaitu hari raya idul fitri yang jatuh setelah menjalankan puasa ramadhan selama satu bulan lamanya. Pada bulan syawal tersebut tersebut apabila seseorang mengamalkan puasa sunnah maka akan mendapat pahala yang sangat besar.

Salah seorang ulama bermadzhab syafi’I yang berasal dari Indonesia, beliau syaikh Nawawi Al-Bantani memberi keterangan apabila seseorang mengamalkan puasa pada bulan syawal maka Allah akan memberi keutamaan yang sangat besar.

Artinya :

Melalui penjelasan yang kita ambil dari keterangan syaikh Nawawi di atas terdapat keterangan cukup jelas, bahwa pelaksanaan puasa sunnah bulan syawal baiknya dilakukan tepat setelah hari raya idul fitri, yakni tanggal 2 syawal sampai tanggal 7 syawal.

Akan tetapi bila orang melakukan puasa syawal selain pada tanggal tersebut akan tetapi masih dibulan syawal meskipun tidak berurutan, maka tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal yaitu seperti orang yang berpuasa selama setahun penuh lamanya.

Bahkan apabila pada bulan ramadhan terdapat puasa yang tidak ditunaikan dan diqodho pada bulan syawal, maka tetap mendapat keutamaan layaknya orang yang menjalankan puasa sunnah syawal.

Begitu juga dengan orang yang menunaikan puasa nadzar pada bulan syawal,maka akan tetap mendapat keutamaan seperti halnya orang yang manjalankan puasa sunnah selama enam hari di bulan syawal.

Niat Puasa Syawal

Niat merupakan salah satu rukun puasa dan setiap ibadah pada umumnya harus didahului dengan membaca niat. Hal demikian didasarkan pada hadits rasulullah saw yang mengatakan bahwa segala sesuatu hanya itu hanya bergantung pada niatnya. Ketika seseorang melafalkan niat mesti dalam hatinya menyatakan maksud atau qoshod mengenai apa yang akan ia lakukan. Dalam pembahasan ini adalah puasa.

Disamping menyengaja atau menyatakan maksudnya, seseorang juga sekaligus menyebutkan status hukum wajib atau sunnah dari apa yang hendak dilakukan. Demikian dinamakan ta’arrudh. Sedangkan hal lain yang harus diingat ketika membaca niat adalah menyebutkan nama ibadahnya. Seperti puasa atau sholat sunnah atau pun ibadah lainnya.

Dalam pembahasan puasa sunnah bulan syawal, ulama berbeda pendapat dalam hal ta’yin. Sebagian ulama mengatakan bahwa seseorang harus mengingat puasa sunnah syawal saat niat di dalam hatinya. Sedangkan sebagian ulama lainnya memberi pernyataan tidak wajib ta’yin. Hal ini dijelaskan oleh syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami sebagai berikut;

Artinya :

Akan tetapi bila seseorang berniat melakukan puasa lain pada waktu-waktu tersebut (bulan syawal), maka ia telah mendapat keutamaan sunnah puasa rawatib tersebut. Ini serupa seperti sholat tahaiyyatul masjid. Karena tujuan akan perintah puasa rawatib itu yakni pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas dari apapun niatnya.

Untuk dapat memantapkan hati dalam melaksanakan puasa sunnah syawal, para ulama menganjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu sebelum menjalankannya. Berikut lafadz niat puasa sunnah di bulan syawal;

Niat Puasa Syawal

Niat Puasa Syawal Latin


nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-I sunnatis syawwaali lillahi ta’ala.

Terjemah Arti Niat Puasa Syawal

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Waktu Membaca Niat Puasa Syawal

Membaca niat puasa syawal adalah pada malam hari. Akan tetapi bila seseorang pada malam harinya tidak berniat melakukan puasa syawal tetapi ketika pagi berkeinginan untuk melakukan puasa syawal maka baginya diperbolehkan untuk membaca niat pada pagi harinya saat itu juga.

Karena kewajiban membaca niat pada malam hari hanya berlaku untuk melakukan puasa wajib (puasa ramadhan). Sedangkan untuk melakukan puasa sunnah diperbolehkan untuk membaca niat pad siang harinya, selama orang yang bersangkutan belum makan dan minum atau melakukan aktivitas yang dapat membatalkan puasa sejak subuh.

Maka bila ingin mengamalkan puasa syawal akan tetapi lupa membaca niat pada malam harinya, maka tidak perlu bimbang untuk melanjutkannya. Tinggal membaca niat puasa sunnah syawal dan menjalankan puasa sunnahnya. Berikut niat yang dibaca bila tidak membaca niat pada malam harinya:

Niat puasa syawal

Niat termasuk bagian dari pada rukun suatu ibadah, maka meskipun puasa syawal adalah puasa sunnah namun tetap diharuskan untuk membaca niat. Sehingga puasa yang dijalankan benar-benar mantap dari hati orang yang mengamalkannya. Seperti ini lafadz niatnya:   


Niat Puasa Syawal

Niat Puasa Syawal Latin

Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an ada’i sunnatis Syawwaali lillaahi ta‘aala.

Terjemah Arti Niat Puasa Syawal

“Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam.

Keutamaan Puasa di bulan Syawal

Sudah sangat masyhur mengenai kesunahan melakukan puasa di bulan syawal. Fadhilah atau keutamaan dari berpuasa adalah selain mendapat pahala disisi Allah, bau mulut dari orang yang berpuasa itu lebih harum dari minyak kasturi di sisi Allah. Sebagaimana dalam hadits qudsi berikut ini, Alloh SWT berfirman:

Artinya :

Sedangkan orang yang menjalankan puasa sunnah selama enam hari di bulan syawal adalah akan mendapat pahala seperti orang berpuasa selama satu tahun. Berikut sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits.

Demikianlah ulasan yang kami bahas mengenai amaliah puasa sunnah pada bulan syawal. Semoga kita termasuk orang yang dapat mengamalkannya. Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar