Puasa Ramadhan

Arti Puasa

Ramadhan berarti terik atau panas sangat, karena sengatan matahari. Ramadhan diartikan demikian, karena menurut kebiasaan orang-orang arab dahulu nama-nama bulan dari bahasa lama ke dalam bahasa baru, maka mereka memberi nama-nama bulan itu menurut iklimnya. Dan ketepatan pada bulan Ramadhan disebut bulan membakar, karena mampu membakar berbagai macam-macam dosa. Ramadhan disebut bulan pengampunan, karena dapat mengampuni segala dosa yang telah lewat dikerjakan seseorang. Dalam hal ini Nabi SAW, bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًاوَاحْتِسَابًاغُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya : “Barang siapa berpuasa pada bulan ramadhan, karena iman dan mengharap ridha Allah, niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Baca Juga : Niat Puasa Arafah

Memang bulan Ramadhan merupakan bulan termulia diantara bulan-bulan yang ada, karena membawa berbagai macam keberkatan.

Kedudukan Bulan Suci Ramadhan

Bulan Ramadhan mempunyai kedudukan tertinggi dan termulia di antara bulan-bulan lainnya. Dalam hal ini kita bisa mengetahui sejarah turunnya Al-Qur’an merupakan firman Allah yang merupakan sumber hukum, dan diturunkan tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, untuk membimbing manusia ke jalan yang benar.

Baca Juga : Niat Puasa Arafah

Disamping itu bulan Ramadhan mempunyai beberapa peristiwa penting, antara lain:

  1. Orang-orang Islam mendapatkan kemenangan dikala perang Badar
  2. Perkawinan Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah putri Nabi SAW
  3. Perkawinan Nabi SAW dengan Hafshah putri Umar bin Khatab
  4. Jatuhnya Kota Makkah ke tangan kaum Muslimin
  5. Perkawinan Nabi SAW juga dengan Zainab putri Huzaimah
  6. Hancurnya Masjid Adh Dhirar
  7. Wafatnya Rukaiyyah putri Nabi SAW

Dan masih banyak sekali peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan suci Ramadhan.

Nama Nama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan tersuci dan termulia dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, sehingga mempunyai beberapa nama. Dengan nama-nama tersebut masing-masing mempunyai arti yang berbeda, antara lain

  1. Syahrullah, dinamakan Syahrullah karena bulan tersebut Allah SWT, sandarkan diriNya.
  2. Syahrul Qur’an, karena dalam bulan Ramadhan Al-Qur’an pertama kali diturunkan.
  3. Syahrin Ni’mah, karena Allah melimpahkan banyak keni’matan umat manusia.
  4. Syahrul Jud, karena berbagai amalan ibadah yang dikerjakan umat manusia.
  5. Syahrun Najah, karena Allah melepaskan siksa bagi orang-orang tersiksa.
  6. Syahru Rahma, karena dalam bulan tersebut berbagai macam rahmat dilimpahkan kepada hamba-hambaNya.
  7. Syahru Tilawah, karena dalam bulan tersebut banyak umat manusia senantiasa mengkaji serta mendalami kitab suci Al-Qur’an.
  8. Syahru Muwasah, karena dalam bulan tersebut Allah senantiasa memberikan pertolongan terhadap orang yang berhajat.
  9. Syahru Shiyam, karena bulan tersebut orang-orang beriman diwajibkan melakukan puasa sebulan penuh.
  10. Syahru Shabri, karena dalam bulan tersebut kaum muslimin latihan untuk bersabar dalam menerima cobaan.
  11. Syahru ‘Ied, karena dirayakan pada bulan tersebut, yakni waktu-waktu berbuka.

Baca Juga : Puasa Arafah

Itulah nama-nama bulan Ramadhan yang patut kita ketahui. Dan semuanya itu mempunyai arti yang berbeda.

Dasar Yang Mewajibkan Berpuasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan orang-orang beriman. Dalam hal ini hanya ditujukan orang-orang beriman saja untuk mengerjakannya.

Dengan firman Allah dan sabda Nabi SAW, tersebut nampaknya jelas sekali, bahwa mengerjakan puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban setiap pribadi mukmin.

Baca Juga : Puasa Sawal

Dan juga para ulama’ telah sepakat atas wajibnya melakukan puasa Ramadhan. Dan memang berpuasa di bulan Ramadhan merupakan rukun Islam yang kelima, sehingga barang siapa yang enggan terhadap perintah tersebut, maka dia kafir dan juga termasuk murtad, sekalipun dirinya mengaku jadi orang Iman dan Islam.

Mengetahui Waktu Puasa Ramadhan

Untuk mengetahui waktu puasa Ramadhan harus dengan ru’yah yaitu melihat hilal, atau dengan cara menghitung bilangan bulan Sya’ban 30 hari bila hilal dalam keadaan tertutup awan. Dalam hal ini Allah berfirman :

فَمَنْ شَهِدَمِنْكُمُ الشَّهْرَفَلْيَصُمْهُ

Artinya :“Maka barangsiapa diantara kamu menyaksikan bulan itu (bulan Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa.” (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Berdasarkan ini nampaknya jelas, bahwa kita berkewajiban melakukan puasa di bulan Ramadhan setelah dengan jelas melihat tanggal (hilal). Bila tanggal tersebut tidak nampak sebab tertutup awan, maka kita harus menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari.

Baca Juga : Niat Puasa Sawal

Yang Diwajibkan Berpuasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh orang-orang beriman. Dan menurut kesepakatan para ulama’, bahwasanya yang berkewajiban menjalankan puasa Ramadhan, yaitu sebagai berikut

  1. Orang Islam yang mukallaf
  2. Kondisi badan dalam keadaan sehat wal’afiat
  3. Dalam keadaan menetap (tidak bepergian)
  4. Dalam keadaan suci dari haid, maupun dalam keadaan nifas (khusus bagi wanita)

Itulah merupakan syarat-syarat bagi orang-orang yang mempunyai kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Barang siapa yang mengaku pribadinya beriman, kemudian enggan mengerjakan puasa Ramadhan, maka pengakuan iman itu hanya dibibir belaka.

Baca Juga : Hal Hal Yang Bisa Membatalkan Puasa

Berpuasa Ramadhan bagi Anak Anak

Mengerjakan puasa di bulan Ramadhan bagi anak-anak tidaklah ada kewajiban sama sekali, tapi dalam hal ini dipandang perlu sekali dari orang tua menganjurkan agar putra-putrinya mulai dini untuk latihan berpuasa Ramadhan, agar nantinya sudah menjadi kebiasaan, dan mampu pula mengerjakan dengan baik.

Niat Puasa Ramadhan

Baca Juga : Niat Puasa Senin Kamis

Rukun Puasa Ramadhan

Orang yang hendak melakukan puasa Ramadhan harus mengetahui rukun-rukunya. Adapun rukun-rukun puasa Ramadhan adalah sebagai berikut

  1. Niat dalam hati pada tiap malam bulan Ramadhan. Bila menghendaki niatnya diucapkan, maka bunyinya ialah

 

Artinya :“Aku berniat puasa besok untuk menunaikan fardhu Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

  1. Menahan dari berbagai macam yang menyebabkan batalnya puasa, mulai terbitnya fajar, hingga matahari terbenam.

Yang Termasuk Membatalkan Puasa

Hal-hal yang termasuk membatalkan puasa antara lain :

  1. Makan dan minum dengan sengaja pada waktu menjalankan ibadah puasa. Bila makan dan minum karena lupa, kemudian teringat setelah makan dan minum tersebut, kemudian sadar, bahwa ia benar-benar puasa, maka puasanya harus diteruskan.
  2. Bersetubuh dengan istri pada siang hari dikala berpuasa.
  3. Dalam hatinya berniat untuk membatalkan puasa, sekalipun tidak makan dan minum.
  4. Hilang akal/tidak sadar, mungkin karena gila, pingsan, sakit ayam, dan sebagainya.
  5. Haid dan nifas, khusus bagi wanita.
  6. Muntah yang disengaja.
  7. Mengerjakan perbuatan keji.
  8. Murtad, yakni keluar dari agama Islam.
  9. Mengeluarkan mani dengan sengaja, bila keluar mani sebab mimpi, maka puasanya tidak batal.

Baca Juga : Niat Puasa Senin Kamis

Yang Tidak Membatalkan Puasa

Hal-hal yang tidak membatalkan puasa antara lain

  1. Mengerjakan yang termasuk membatalkan puasa, sebab lupa.
  2. Menggosok gigi dan mandi sambil menyelam sehingga rambutnya sampai basah pada siang hari.
  3. Mencicipi makanan asalkan makanan tidak sampai pada tenggorokan dalam hal ini hukumnya makruh.
  4. Junub hingga masuk waktu subuh, mungkin sebab bersetubuh, atau mimpi tidak membatalkan puasa
  5. Mencium istri dan mencium buah-buahan.
  6. Berbekam dan suntuk.

Amalan-Amalan Sunnah dalam Puasa

Yang termasuk amalan-amalan sunnah dalam puasa adalah sebagai berikut

  1. Berbuka puasa dengan segera, sekalipun dengan seteguk air putih/sebutir kurma, bila matahari benar-benar telah terbenam.
  2. Mengakhirkan makan sahur.
  3. Memperbanyak sedekah serta mengerjakan amalan-amalan yang baik.
  4. Tidak dalam keadaan junub, bila dalam keadaan junub, maka segeralah mandi sebelum memasuki
  5. Beri’tikaf di masjid dalam bulan Ramadhan, utamanya pada malam sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. waktu
  6. Memperbanyak mengaji, membaca kitab suci Al-Qur’an serta mendalaminya, dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan agama Islam. Berkaitan dengan membaca Al-Qur’an, maka Nabi SAW bersabda yang artinya : “Amalan ibadah ummatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an”.
  7. Memberi buka di masjid kepada orang-orang yang sedang berpuasa. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda : “Barang siapa memberi makan untuk orang berbuka puasa, maka baginya mendapat pahala sama dengan pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun dari orang berpuasa itu.”

Hal Hal Yang Dilarang Dikala Berpuasa

Bagi kaum Muslimin yang sedang menjalankan ibadah puasa maka harus pandai menjaga lisan dari berbagai macam pembicaraan yang menimbulkan sumber fitnah, karena hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri juga merugikan orang lain. Untuk itu perlu kita mengetahui hal-hal yang kita jauhi dikala berpuasa, yaitu antara lain

  1. Mengumpat, mencela, memfitnah atau mengerjakan segala yang bisa merugikan orang lain.
  2. Membicarakan kejelekan orang lain.

Untuk itu bagi kaum muslimin yang sedang menjalankan ibadah puasa harus mampu berbicara yang baik-baik, bila tidak bisa bicara yang baik, maka lebih baik diam. Karena dengan sumber pembicaraan yang tidak baik, maka puasa yang kita kerjakan membawa hasil yang sia-sia.

Yang Tidak Berkewajiban Puasa

Ada beberapa orang yang tidak berkewajiban menjalankan ibadah puasa ramadhan, yaitu sebagai berikut

  1. Orang yang dalam keadaan sakit
  2. Musafir
  3. Wanita hamil dan menyusui
  4. Orang yang sudah tua renta (lanjut usia yang menunjukkan lemah fisiknya)

Macam Macam Puasa Wajib

Beberapa puasa wajib yaitu sebagai berikut

  1. Puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan dalam hal ini merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan setiap orang beriman, kecuali mereka yang berhalangan sesuai dengan syara’ telah ditentukan.
  2. Puasa Kaffarat, yaitu puasa yang diwajibkan kepada orang yang bersetubuh di siang hari bulan Ramadhan. Adapun denda orang yang bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan adalah sebagai berikut :
  • Berpuasa dua bulan penuh dengan berturut-turut
  • Memerdekakan budak
  • Memberi makan 60 orang fakir miskin

Dari ketika macam denda tersebut, maka boleh dipilih salah atu sesuai dengan kemampuannya, dan denda tersebut dibebankan kepada suaminya. Adapun untuk istri menurut Imam Ahmad dan juga Imam Ghazali berpendapat, bahwa ia tidak berkewajiban membayar fidyah, akan tetapi tetap mengqadha puasanya saja. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Ibnu Rusdi berpendapat, bahwasanya istripun diwajibkan membayar kaffarat.

Adapun puasa kaffarat itu dibebankan kepada :

  • Orang menthalak istrinya dengan cara dzihar, yakni suami mengatakan kepada istrinya bahwa dirinya sama dengan ibunya, padahal mereka tetap mencampurinya sebagai suami istri.
  • Orang yang melanggar sumpahnya sendiri, maka dendanya wajib berpuasa di hari berturut-turut atau memberi makan 10 orang fakir miskin.
  • Orang yang membunuh binatang buruan disaat sedang ihram. Dendanya selain berpuasa, maka wajib mengganti binatang buruan itu dengan binatang yang seimbang, atau dendanya memberi makan fakir miskin.
  • Orang yang membunuh orang mukmin sebab salah atau tanpa sengaja.
  1. Puasa Nazhar, yaitu orang yang berjanji berpuasa terhadap dirinya sendiri. Misalnya, bila saya telah mendapat kenikmatan yang didambakan, maka kami akan menjalankan puasa sekian hari, maka puasa tersebut dinamakan puasa Nazhar, dan puasa itu wajib dilakukan.

Hari Hari Yang Diharamkan Berpuasa

Perlu kita ketahui, bahwa ada beberapa hari puasa yang diharamkan, untuk mengerjakan puasa, yaitu sebagai berikut :

  1. Pada kedua hari raya, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adh-ha.
  2. Pada Hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Dzulhijjah.
  3. Puasa Wishal, yaitu puasa 7 hari berturut-turut dan disebut juga puasa pati geni.
  4. Puasa hari Syak, yaitu hari yang diragukan. Ragu-ragu dalam menentukan tanggal satu Ramadhan atau belum.

Puasa Puasa Sunnah

Yang termasuk puasa-puasa sunnah adalah sebagai berikut :

  • Puasa hari Asyura, tanggal 9 Muharram.
  • Puasa Nabi Daud a.s. puasa Nabi Daud ialah sehari puasa sehari tidak. Selain puasa-puasa sunnah di atas, maka kita disunnahkan puasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan lain-lain.

Hikmah Puasa

Beberapa hikmah puasa, yaitu sebagai berikut :

  1. Orang berpuasa tentu saja akan merasakan lapar dan dahaga. Dengan merasakan hal tersebut lantas timbul kasih sayang terhadap fakir miskin, anak yatim dan orang-orang serba kekurangan dalam kehidupan ini. Dengan demikian maka akan sadar, sehingga gemar untuk memberikan bantuan terhadap orang-orang yang membutuhkan.
  2. Orang berpuasa akan kuat jiwanya, sehingga tahan uji dalam menerima berbagai macam ujian dalam kehidupan.
  3. Orang berpuasa berarti melatih kesabaran dalam menjalankan kewajiban sehingga mencegah makan minum, hawa nafsu, menahan bersetubuh di siang hari, menahan marah dan menahan berbagai macam perilaku yang merusakkan pahala puasa.
  4. Orang berpuasa dapat berlatih jiwa dan wataknya dalam memegang amanah, karena puasa itu merupakan amanah Tuhan yang harus dipelihara oleh semua pribadi mukmin.
  5. Orang berpuasa akan mampu melenyapkan sifat rakus terhadap isi perut, sehingga timbulah rasa kasihan terhadap orang-orang yang terlunta-lunta dan akhirnya ikut memikirkan nasib mereka, sehingga mau memberikan sesuatu yang bisa meringankan beban penderitaan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
  6. Orang berpuasa akan mampu pula menambah kesehatan, karena setahun kita makan dan minum yang tidak teratur, sehingga bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Dan salah satu sumber penyakit terletak pada perut. Dan satu-satunya jalan yang harus ditempuh yaitu makan dan minum dengan cara teratur. Dan hanya dengan makan dan minum teratur, maka akan menambah kesehatan badan kita.