PENGERTIAN IMAN KEPADA ALLAH

IMAN KEPADA ALLAH SWT

Beriman kepada Allah merupakan rukun iman kesatu. Jadi beriman kepada Allah merupakan keharusan yang dimiliki oleh setiap muslim sebelum beriman kepada yang lain. Beriman kepada Allah SWT dapat dipupuk dengan cara memahami sifat-sifat Allah.

Pengertian Iman Kepada Allah

Iman menurut bahasa adalah percaya, sedang menurut istilah yaitu keyakinan atau kepercayaan seseorang yang diciptakan dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan dibuktikan melalui perbuatan.

Iman kepada Allah SWT adalah mempercayai, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati adanya Allah SWT sebagai pencipta alam semesta yang berkuasa atas segala sesuatu. Bagi orang yang percaya adanya Allah, maka dalam hatinya terdapat keyakinan sebagai berikut :

  • Allah itu ada karena Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu. Keberadaan dunia seisinya dapat menjadi bukti adanya Allah, sesuai Q.S. az-Zariyat ayat 20-21.
  • Meyakini bahwa Allah bersifat Esa/Tunggal, Satu dan tidak berbilang. Keesaan Allah adalah segala-galanya, baik dari zat, sifat, nama maupun perbuatan sehingga tidak ada menyamai dan menandingi. Sesuai Q.S. Al Ikhlas ayat 1-4.
  • Meyakini bahwa Allah maha sempurna, tidak memiliki kekurangan, kelemahan dan keterbatasan dalam segala hal, yang jauh berbeda dengan sifat makhluk-Nya.

Beriman kepada Allah SWT itu hukumnya wajib, karena termasuk dalam rukun iman. Iman tersebut berfungsi sebagai dasar bagi setiap muslim dalam berbuat dan beramal sehingga dapat diterima oleh Allah (mendapatkan ridho Allah).

Untuk menanamkan keimanan kepada Allah SWT kita perlu mengetahui sifat-sifatnya. Allah memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

Sifat Jaiz

Yaitu sifat yang boleh dimiliki Allah SWT dan boleh tidak dimiliki Allah SWT yaitu berbuat sesuatu atau tidak.

Sifat Mustahil

Yaitu sifat tidak dimiliki oleh Allah SWT atau tidak terjadi pada Allah SWT untuk selama-lamanya. Jumlah sifat ini ada 20 macam.

Sifat Wajib

Yaitu sifat yang harus dimiliki Allah SWT untuk selama-lamanya. Jumlah sifat ini ada 20 macam.

Sifat Wajib   Sifat Mustahil
Wujud (Ada)

Qidam (Terdahulu)

Baqa’ (Kekal)

Mukhalafatu Lilhwaditsi (Berbeda dengan Makhluk)

Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)

Wahdahniyah (Esa)

Qudrah (Berkuasa)

Iradat (Berkehendak)

Ilmu (Mengetahui)

Hayat (Hidup)

Sama’ (Mendengar)

Bashar (Melihat)

Kalam (Berfirman)

Qadirun (Maha Kuasa)

Muridan (Maha Berkehendak)

Aliman (Maha Mengetahui)

Hayyan (Maha Hidup)

Sami’an (Maha Mendengar)

Bashiran (Maha Melihat)

Mutakalim (Maha Berfirman)

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

Adam (Tidak Ada)

Kudus (Baru)

Fana (Rusak)

Mumatsalatuhu Lil Khawaditsi (Serupa dengan Makhluk)

Ikjtiyu Bigairihi (Membutuhkan yang lain)

‘Adadun (Berbilang)

Ajzum (Lemah)

Karahah (Terpaksa)

Jahlun (Bodoh)

Mautun (Mati)

Asaham (Tuli)

Amma (Buta)

Abkam (Bisu)

Ajzan (Maha Lemah)

Karohatan (Maha Terpaksa)

Jihalin (Maha Bodoh)

Mayyitan (Maha Mati)

Ashaman (Maha Buta)

Amiyan (Maha Buta)

Abkaman (Maha Bisu)

Asmaul Husna dan Macamnya

Selain sifat jaiz, mustahil dan sifat wajib, Allah memiliki nama-nama yang baik dan agung yang disebut Asmaul Husna. Jumlah Asmaul Husna ada 99. Yang dimaksud dengan Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang mencakup keindahan dan keagungan sifat-Nya.

Sehubungan dengan Asmaul Husna Allah, Nabi SAW bersabda :

Adapun jumlah Asmaul Husna adalah 99 namun pada artikel kali ini hanya akan menjelaskan 10 macam asmaul husna yaitu Al Adlu, Al Ghaffar, Al Hakim, Al Hasib, Ar Rahman, Ar Rahim Al Khaliq, Al Basyir dan Al Qudus.

Allah Maha Adil (Al Adlu)

Allah memiliki sifat adil terhadap hamba-hambaNya. Adil ialah menempatkan sesuatu ada tempatnya. Keadilan Allah adalah keadilan yang hakiki tanpa kelamahan apapun.

Salah satu contoh adalah Allah memberikan pahala bila hambaNya yang berbuat kebaikan. Semua amal perbuatan manusia, tanpa pandang bulu, pasti dibalas Allah SWT. Hal tersebut merupakan wujud dari sifat adil Allah terhadap manusia.

Allah Maha Pengampun (Al Gaffar)

Sifat Allah yang Maha Pengampun menunjukkan betapa agungnya Allah SWT sehingga dengan rahmat dan kasih sayangNya dapat mengampuni dosa-dosa manusia yang berbuat zalim. Kita bisa membayangkan apakah yang terjadi jika pintu tobat bagi manusia ditutup oleh Allah SWT.

Allah Maha Bijaksana (Al Hakim)

Disamping memiliki sifat Adil, Allah juga mempunyai sifat Bijaksana. Biasanya kata adil dan bijaksana selalu bersanding dan saling melengkapi. Bijaksana dipahami sebagai sikap adil sekaligus bisa memutuskan segala sesuatu dengan arif dan tepat yaitu dengan menegakkan keadilan serta sesua dengan situasi dan keadaan.

Allah Maha Merajai (Al Malik)

Salah satu sifat Allah adalah Al Malik artinya Maha Merajai. Banyak contoh yang berkaitan dengan makna “merajai” dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang kepala negara yang berkuasa pada wilayah tertentu dapat dikatakan sebagai raja, karena ia menguasai seluruh rakyat dan segala isinya, namun yang perlu dicatat adalah bahwa “merajai” bagi manusia ruang geraknya sangat terbatas, yakni hanya merupakan bagian kecil saja.

Sifat merajai yang dimiliki manusia dengan Allah sangat berbeda. Allah mempunyai sifat Al Malik yaitu sebagai raja atas segala sesuatu. Dia menguasai kepemilikan dalam arti yang hakiki, memiliki semua yang ada di muka bumi ini dan langit, sehingga Dialah raja dari para raja yang ada di alam ini.

Allah Maha Menghitung (Al Hasib)

Allah SWT mempunyai sifat penghitung terhadap segala sesuatu. Allah menghisab segala amal perbuatan manusia di dunia dan akhirat. Dengan kata lain, segala sesuatu baik yang bersifat kebaikan ataupun keburukan, nisacaya keberadaannya tidak sia-sia dihadpaan Allah SWT memberikan ganjaran yang terbaik dari amal kebijakan tersebut.

Allah Maha Pengasih (Ar Rahman)

Dalam kehidupan ini, Allah memberikan kenikmatan kepada semua orang, tidak hanya yang beriman atau muslim tetapi juga kepada orang yang tidak beriman karena Allah Maha Pengasih. Keagungan Allah ini dapat dikaji dalam Q.S. Furqan ayat 60.

Allah Maha Penyayang (Ar Rahim)

Allah menyayangi orang-orang yang ia kehendaki. Hidayah Allah untuk selalu menuju jalan yang diridhoi tidak selalu ada pada setiap orang. Allah memberikan hidayah itu kepada orang yang dikehendaki. Hal ini dapat dikaji dalam Q.S. at-Taubah ayat 128.

Allah Maha Pencipta (Al Khaliq)

Bumi dan semua isi di jagad raya ini adalah ciptaan Allah SWT. Allah akan menciptakan semua hal yang dikehendaki-Nya. Ayat yang mengandung nama keagungan Allah ini adalah Q.S. ar-Rum ayat 21.

Allah Maha Melihat (Al Basyir)

Segala perbuatan dan tingkah laku manusia di dunia ini, meskipun tidak terlihat oleh makhluk lain, akan selalu dilihat Allah.

Allah Maha Suci (Al Qudus)

Allah terbebas atau jauh dari segala kekurangan, kelemahan dan kebatilan. Semua itu membuktikan bahwa Allah Maha Suci, Maha Sempurna. Dalil yang menyebutkan nama Al Qudus terdapat dalam Q.S. al-Hasyr ayat 23.

Perilaku yang Mencerminkan Iman Kepada Allah

Perilaku yang mencerminkan Iman kepada Allah antara lain sebagai berikut :

  • Menyadari keagungan Allah sehingga merasa kecil dihadadapan-Nya yang pada gilirannya akan menghasilkan sikap rendah hati, sopan santun, bijaksana dan lain-lain
  • Menambah rasa keimanan dnegna selalu meresapi dan menyebut nama Allah dan berupa ingin semakin dekat kepada-Nya
  • Sadar dan segera bertobat setelah berbuat dosa serta khilaf
  • Berusaha menerapkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari
  • Bergetar hatinya bila disebut nama Allah
  • Bertambah rajin dalam membaca Al-Qur’an sebagai usaha memperkuat iman
  • Beribadah hanya kepada Allah dengan ikhlas
  • Tunduk dan patuh terhadap peraturan Allah SWT dan rasul-Nya
  • Mengasihi sesama manusia yang membutuhkan bantuan

Tanda-Tanda bagi Seseorang yang Menghayati terhadap sifat-sifat Allah

Kehidupan seorang muslim dapat dilihat dari cara berbicara, bersikap dan bertingkah laku. Ia selalu berpegang pada Al-Qur’an dan Al Hadist dan berupaya untuk selalu mencontoh / meneladani Rasulullah ﷺ.

Sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT, meyakini sifat-sifat Allah antara lain, maha kuasa, maha mulia dan maha sempurna, tentu dalam kehidupan sehari-hari tidak menyimpang dari ketentuan Allah, seperti :

  • Tidak menyekutukan Allah,
  • Tidak menyembah selain Allah,
  • Selalu beribadah dengan tekun dan sungguh-sungguh
  • Tidak berbuat maksiat,
  • Selalu mengamalkan kebaikan untuk keselamatan hidup,
  • Ikhlas dalam beramal,
  • Sabar dan tawakal kepada Allah dan sebagainya.

Dengan tindakan tersebut, keimanannya menjadi kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan arus perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi sehingga benar-benar menjadi istiqomah.

Fungsi Iman Kepada Allah SWT

Seseorang yang percaya adanya Allah akan dapat menempatkan Allah pada tempatnya dan memiliki pegangan hidup yang kokoh sehingga tidak mudah terjerumus dalam kesesatan.

Pencerminan dari sikap iman kepada Allah SWT yaitu adanya kepribadian yang kuat dan akhlak yang baik, antara lain sebagai berikut :

  • Menyadari adanya kekurangan, kelemahan dan keterbatasan dirinya dihadapan Allah sehingga tidak berbuat sombong
  • Menyadari bahwa segala nikmat datangnya dari Allah SWT sehingga mau bersyukur dan memanfaatkannya untuk kebaikan
  • Menyadarkan manusia bahwa dirinya akan mati dan akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT
  • Merasa dirinya selalu dilihat dan diawasi oleh Allah SWT sehingga mempunyai rasa takut untuk berbuat dosa
  • Menyadari bahwa manusia mempunyai dosa sehingga bertobat setelah berbuat kesalahan dan kekeliruan

Tinggalkan komentar