Pengertian Fail

Assalamualikum warahmataullahi wabarakatuh

Saat ini belajar bahasa asing merupakan salah satu hal yang hampir wajib untuk kita lakukan ya sobat, terlebih lagi bila kita memiliki cita-cita untuk belajar di luar negeri. Tentu kita harus menguasai bahasa Negara tersebut terlebih dahulu.

Tidak terkecuali belajar bahasa arab. Sekarang ini banyak sekali tempat-tempat kursus yang membuka kursus bahasa arab. Belajar bahasa arab juga sama dengan belajar bahasa-bahasa asing lainnya.

Salah satu bab yang penting dalam mempelajari bahasa arab ialah bab fail. Apa yang dinamakan dengan fail?, bagaimana hukum dari fail itu sendiri?, bagaimana cara mengetahui fail dalam sebuah kalimat?

Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai fail atau pelaku. Baca dengan seksama keterangan di bawah ii sehingga benar-benar bisa memahami dengan baik.

Daftar Isi

Pengertian Fail

Setelah membahas mengenai fiil atau kata kerja selanjutnya kita akan membahas mengenai fail atau pelaku. Dalam bahasa Indonesia fail bisa disebut juga dengan subjek. Sedangkan dalam bahasa arab biasa disebut dengan fail.

Jadi pengertian dari fail ialah, fail yaitu pelaku atau subjek yang terletak setelah adanya kata kerja. Fail nantinya terbagi menjadi fail dhohir dan fail dhomir.

Fail dhohir yaitu fail yang terletak setelah kalimat fiil, sedangkan fail dhomir ialah fail atau pelaku yang terletak sebelum fiil atau bisa juga fail tersebut tersimpan, tidak tertulis secara langsung.

Contoh Fail Dhohir

جِاءَ عِمْرَانُ فِي الْمَسْجِدِ (Imron telah datang di masjid)

اَكَلَ الرُوْزَ الطِفْلُ (anak kecil telah makan nasi)

شَرِبَ المَاءَ غَنَمٌ (kambing telah minum air)

كَتَبَ الأُسْتَاذُ فَوْقَ الْمَكْتَبِ (ustadz telah menulis di atas meja)

قَالَ اَبٌ لِي (bapak telah berkata kepadaku)

Contoh Fail Dhomir

Fail dhomir ini adakalanya lafadz yang menjadi fail tertulis sebelum fiil, adakalanya juga fail tersebut tertulis setelah fiil namun failnya berupa dhomir rofa’ mutaharrik. Dhomir rofa mutaharrik yaitu: نَ، تَ، تُمَا، تُمْ، تِ، تُمَا، تُنَّ، تُ، نَا

جَلَسْتُ عَلَى الْكُرْسِيِّ (saya duduk di atas kursi) = fail dhomir / dhomir rofa mutaharrik

عَائِشَةُ اَكَلَ طَعَامًا (‘Aisyah memakan makanan)

قَرَأْنَا القُرْأَنَ لَيْلًاا (kami membaca al-Qur’an) = fail dhomir / dhomir rofa mutaharrik

إِلْيَاسُ وَ اَحْمَدُ فَرَّا فِي الْمَلْعِبِ (Ilyas dan Ahmad berlari di lapangan)

المُسْلِمُوْنَ زَكَّوْا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ (kaum muslimin membayar zakat pada bulan Ramadhan)

Hukum Fail

Fail atau pelaku atau subjek pada suatu kalimat hukumnya ialah rofa. Tanda rofa untuk fail bisa berupa dhomah untuk isim yang mufrod (bermakna satu), dengan alif nun (ان) untuk isim tatsniyah dan dengan menggunakan wawu nun (وْنَ) untuk jamak mudzakkar salim.

Fail pasti berupa kalimat isim atau boleh selain kalimat isim yaitu kalimat fiil yang di dahului huruf an (ان). Contoh:

وَجَبَ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ اَنْ يُزَكِّيَ (wajib atas kaum muslimin untuk membayar zakat)

Dhoroh dan jer majrur tidak bisa menjadi fail tetapi bisa menjadi naibul fail. Naibul fail yaitu pengganti fail, biasanya terletak setelah fiil majhul. Hukum dari naibul fail sama dengan hukumnya fail yaitu dibaca rofa.

Namun bila dhoroh yang menjadi naibul maka tetap menggunakan hukumnya dhorof, begitu pula bila jer majrur yang menjadi naibul fail, maka tetap menggunakan hukumnya jer majrur yaitu di baca jer.

Demikian yang dapat kami sampaikan berkaitan dengan pembahasan fail atau pelaku. Kami mohon maaf bila terdapat kekurangan dalam penjelasan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar