Kisah Wali Allah

Kisah wali Allah (Uwais Al-Qarni ra.)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Banyak sekal kisah-kisah orang alim atau orang yang memiliki maqom waliyullah. Kisah-kisah tersebut biasanya susah diterima oleh akal biasa. Sebab kehidupan atau kejadian yang dialami bukan kejadian yang wajar atau lumprah terjadi di sekitar kita.

Bahkan bagi orang yang pernah hidup di pesantren biasanya sudah tidak asing lagi dengan cerita keunikan, kelainan atau karamah seorang kyai. Karamah seseorang biasanya akan muncul sebab orang tersebut istikomah beribadah atau memiliki hati yang bersih.

Baca Juga : Doa Minta Rezeki

Meskipun kadang penampilan dari orang tersebut tidak menunjukan seorang yang alim. Akan tetapi kita tidak pernah tau seperti apa kedudukan orang tersebut di sisi Allah SWT.

Uwais Al-Qarni ?

Shobat sekalian siapa yang belum pernah mendengar nama Uwais Al-Qarni ? beliau adalah orang yang alim, akan tetapi pada zamannya, beliau dianggap gila oleh orang-orang di sekitarnya lantaran penampilannya.

Kisah Wali Allah SWT

Kisah Uwais Al-qarni yang Pertama

Demikian kisahnya, Said bin al-Musayyab berkata; “Umar bin khotob berada di atas mimbar di Mina dan menyeru, wahai penduduk qaran! Lalu para syaikh berdiri lantas menjawab, ya kami di sini, wahahi amirul mukminin!

Umar bertanya, apakah di Qaran ada orang bernama Uwais? Lalu seorang syaikh menjawab, wahai amirul mukminin! Diantara kami tidak ada yang bernama Uwais kecuali orang gila yang tinggal di padang pasir yang tidak bergaul dengan masyarakat.

Baca Juga : Hadist Tentang Cinta

Umar berkata, dialah yang aku maksud. Apabila kalian sampai ke Qaran, carilah dia dan sampaikan salamku padanya, lalu katakana kepadanya “sesungguhnya Rasulullah SAW. telah memberi kabar gembira tentang dirimu dan memerintahkan kepadaku untuk menyampaikan kepadamu salamnya.

Said al-musayyab yang berkata, “kemudian orang-orang tersebut kembali ke Qaran dan mencari Uwais yang kemudian menemukannya di padang pasir. Mereka menyampaikan kepadanya salam Umar ra. dan salam nabi Muhammad saw.

Setelah mendapat salam dari rasulullah dan Umar ra. lalu Uwais al-qarni pergi tanpa ada yang tahu jejaknya dalam waktu yang lama. Kemudian Uwais kembali lagi pada zaman pemerintahan Ali bin Abi Thalib.

Uwais al-qarni ikut berperang bersama Ali bin Abi Thalib kemudian gugur (mati syahid) pada perang Shiffin di hadapan sang kholifah. Orang-orang menyaksikan di tubuhnya terdapat lebih dari empat puluh luka berupa tusukan, sabetan dan panahan.

Kisah Uwais Al-qarni yang ke dua

Kisah Uwais al-qarni yang kedua dikisahkan oleh Ar-Rada’i bin Khatsim, “saya pernah mendatangi Uwais al-qarni. Saya menemuinya sedang duduk setelah sholat shubuh. Dalam hati saya berkata; “saya tidak akan mengganggunya saat wirid.

Dia menetap di tempatnya kemudian berdiri melakukan sholat hingga datang waktu zhuhur. Kemudian ia berdiri menjalankan sholat dzuhur. Lalu saya membatin lagi, “saya tidak akan mengganggunya hingga ashar. Dia sholat ashar kemudian maghrib.

Saya berkata lagi dalam hati, dia pasti akan pulang dan berbuka puasa. Ternyata dia di tempatnya hingga sholat isya. Lantas saya menduga-duga, kemungkinan ia akan berbuka puasa setelah sholat isya.

Kenyataannya dia tetap berada di tempatnya hingga sholat shubuh, kemudian duduk. Matanya mulai mengantuk, akan tetapi uwais berusaha tetap terjaga dan berkata, “ya Alloh! Aku berlindung padamu dari mata yang tidur, dari perut yang tidak pernah merasa kenyang.

Baca juga : penjelasan tentang Iman

Saya berujar, sudah cukup bermanfaat bagiku dengan mencermatinya. Lalu saya (Ar-Rada’i bin Khatsim) pulang.

Demikian sepenggal kisah dari salah satu orang yang dicintai oleh Alloh SWT yaitu Uwais al-qarni. Semoga dapat menjadi inspirasi atau motivasi bagi kita semua untuk selalu beribadah dengan penuh keyakinan kepada Alloh SWT.

Sehingga semakin bertambah hari bertambah pula kualitas ibadah yang kita jalankan. Amin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.