Isim Maqshur

Assalamualaikum warahmtullahi wabarakatuh

Salah satu bab yang akan kami bahas pada kesempatan kali ini ialah bab isim maqshur. Apa yang dinamakan dengan isim maqshur, mari simak bersama-sama pembahasan di bawah ini.

Pengertian Isim Maqshur

Isim maqshur adalah isim yang berakhiran dengan alif, dimana huruf sebelum yang terakhir berharakat fathah. Jelasnya isim maqshur adalah kalimat isim yang diakhiri oleh huruf alih. Untuk mengetahui apakah huruf yang terakhir ini berupa huruf alif ataukah huruf ya’ caranya adalah dengan melihat harokat pada huruf sebelum yang terakhir.

Apabila huruf yang sebelum terakhir berharakat fathah, maka huruf yang terakhir tersebut berupa huruf alif dan isim tersebut dinamakan isim maqshur. Namun bila huruf sebelum terakhir itu berharakat kashroh maka huruf yang terakhir berarti huruf ya’ jadi isim tersebut bukanlah isim maqshur malinkan isim manqus.

Adapun mengenai pembahasan isim manqus akan kami bahas pada kesempatan yang lain lagi, pada kesempatan kali ini kami akan fokus membahas salah satu isim yang disebut dengan isim maqshur.

Alif yang terdapat pada  isim maqshur terdapat dua macam yaitu alif layyinah dan alif mamdudah. Alif layyinah yaitu huruf alif yang menyerupai huruf ya’ namu tidak terdapat titik dua di bawahnya.

Sedangkan alif mamdudah ialah huruf alif yang berdiri tegak, biasanya teman-teman di pesantren mengatakan alif yang berdiri atau alif tongkat, dan alif layyinah dikatakan sebagai alif bengkong karena bentuknya yang melengkung.

Contoh Isim Maqshur

Isim maqshur yang diakhiri alif mamdudah (alif tegak) :

اَلْعَصَا (tongkat)

الدُّنْیَا (dunia)

Isim maqshur yang diakhiri alif layyinah (alif bengkong) :

اَلْفَتَى (pemuda)

اَلْھُدَى (petunjuk)

لُبْنَى (pohon yang mengeluarkan air seperti madu)

بُصْرَى (Negara Syam)

الدُجَى (gelap malam)

I’rob Isim Maqshur

Tanda i’rob untuk isim maqshur ada yang berbeda dengan isim yang semua hurufnya shohih. Pada isim yang shohihul akhir i’robnya menggunakan rofa dengan dhommah, nashob dengan fathah, jer dengan kashroh. Adapun i’rob jazm nanti masuknya kepada kalimat fiil.

Sedangkan i’rob yang berlaku pada isim maqshur ialah tanda rofa’ dan jernya dengan menggunakan harakat yang dikira-kirakan. Maksudnya yaitu i’robnya tetap atau tidak ada perubahan harakat pada huruf akhirnya. Perhatikan contoh di bawah ini.

Contoh I’rob Isim Maqshur

اَلْھُدَى :beri’rob rofa’ (karena tidak kemasukan huruf jar maupun amil nashob) tanda roafa’nya tetap atau dikira-kirakan, yaitu tidak menggunakan harokat dhomah secara langsung.

بِ + اَلْھُدَى = بِلهُدَى : dibaca jar karena kemasukan huruf jar yaitu bi (بِ) tanda jarnya tetap atau dikira-kirakan. Maksudnya yaitu tidak menggunakan harakat kashroh yang nampak

اِنَّ + اَلْھُدَى = اِنَّ الهُدَى : dibaca nashob karena kemasukan amil nashob yaitu (اِنَّ) tanda nashobnya tetap atau dikira-kirakan, artinya tidak menggunakan harakat fathah secara langsung.

الدُّنْیَا : beri’rob rofa’ (karena tidak kemasukan huruf jar maupun amil nashob) tanda roafa’nya tetap atau dikira-kirakan, yaitu tidak menggunakan harokat dhomah secara langsung.

فِي + الدُّنْیَا = فِي الدُّنْیَا : dibaca jar karena kemasukan huruf jar yaitu bi (بِ) tanda jarnya tetap atau dikira-kirakan. Maksudnya yaitu tidak menggunakan harakat kashroh yang nampak

اِنَّ + الدُّنْیَا = اِنَّ الدُّنْیَا : dibaca nashob karena kemasukan amil nashob yaitu (اِنَّ) tanda nashobnya tetap atau dikira-kirakan, artinya tidak menggunakan harakat fathah secara langsung.

Demikian pembahasan yang kami sampaikan berkaitan dengan bab isim maqshur, atas segala kekurangan dan ketidakjelasan dalam penyampaian kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar