Pengertian I’rob

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagaimana umumnya pelajar di pesantren, biasanya akan menggunakan kitab jurumiyah atau imrithi untuk mempelajari ilmu nahwu. Nah dalam ilmu nahwu terdapat salah satu pembahasan yang paling pokok yaitu i’rob. Apa yang dimaksud dengan i’rob tersebut, seperti apa contohnya? Simak tersus penjelasan dibawah ini.

Pengertian I’rob

Di dalam kitab matan Al Ajrumiyyah Syaikh Ash Shanhajy mengutarakan I’rab sebagai:

“ perubahan akhir kata yang disebabkan perbedaan ‘amil yang masuk baik secara lafadz (dzhohir) atau secara taqdir”

Ilmu ini adalah bagian dari ilmu nahwu dimana kita menjelaskan secara mendetail kedudukan suatu kata. Merujuk kepada definisi dari I’rab itu sendiri, pada pembahasan kali ini kita akan belajar ngi’rab lafadz dan taqdir (muqoddar) beserta bentuk I’rab untuk kata yang bukan mu’rab yaitu mabny..

Rumus Untuk Meng-I’rob

Untuk memudahkan, saya membuat sebuah rumus yang bisa diterapkan untuk mengi’rab. Rumus untuk I’rab lafadz adalah:

Contoh Mengirob Kalimat

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

مُحَمَّدٌ : dibaca rofa’ sebab menjadi mubtada, tanda rofa’nya dengan dhommah karena isim mufrod. adapun alasan menjadi mubtada yaitu karena isim ma’rifat diawal kalimat.

رَسُوْلُ اللهِ : khobarnya mubtada, dibaca rofa, tandanya dengan dhommah.

اللهِ : dibaca jer karena menjadi mudhof ilaih, tandanya kashroh karena isim mufrod.

Penjelasan:

Lafad مُحَمَّدٌ berkedudukan sebagai mubtada dengan alasan karena isim makrifat diawal kalimat. Mubtada hukumnya rofa’ dan tanda rofa’nya dengan dhommah karena isim mufrod. Lafad مُحَمَّدٌ dikatakan isim mufrod karena tidak ada tanda-tanda tatsniyah dan jamak.

Lafadz رَسُوْلُ berkedudukan mzbarnya mubtada. Khobar hukumnya rofa’, tanda rofa’nya dengan dhommah karena isim mufrod.

Lafad رَسُوْلُ selain menjadi khobar juga menjadi mudhof. Sedangkan lafadz اللهِ berkedudukan sebagai mudhof ilaih. Mudhof ilaih hukumnya jar, tandanya dengan kashroh karena isim mufrod.

الدُنْيَا وَاسِعَةٌ

الدُنْيَا : dibaca rofa’ karena menjadi mubtada, tanda rofa’nya dengan dhommah muqoddarah karena isim maqshur.

وَاسِعَةٌ :dibaca rofa’ karena menjadi khobarnya mubtada, tanda rofa’nya dengan dhommah (dhohiran/tampak) karena isim mufrod.

Penjelasan:

Lafadz الدُنْيَا berkedudukan sebagai mubtada karena isim ma’rifat di awal kalimat, mubtada hukumnya rofa’. Pada lafadz الدُنْيَا tanda rofa’nya bukan dengan dhommah dhohirah/tampak melainkan dengan dhommah muqoddarah/ dikira-kirakan karena isim yang diakhiri alif (isim maqshur). Isim yang diakhiri alif dibaca tetap (tidak mengubah harokat pada huruf akhirnya).

Sedangkan lafadz وَاسِعَةٌ berkedudukan sebagai khobarnya mubtada. Khobarnya mubtada hukumnya rofa’, tanda rofa’nya dengan dhomah dhohirah karena isim shohihul akhir (huruf akhirnya berupa huruf shohih).

Rangkaian mubtada dan khobar diatas disebut dengan khobar mufrod. Yaitu kalit yang menjadi khobar bukan berupa rangkaian jumlah. Kalimat yang menjadi khobar juga harus memperhatikan kalimat yang menjadi mubtada. Misal mubtadanya mudzakar maka khobarnya mudzakar begitupun bila mubtadanya muannas maka khobarnya muannas.

Rumus Untuk I’rob Taqdir Atau Muqaddarah

Bila kalimat yang menjadi mubtada berupa kalimat isim yang mu’tal akhir baik itu isim maqshur atau pun isim manqush maka tanda rofa’nya bukan dengan dhommah dhahirah melainkan dengan dhommah moqaddarah. Perhatikan rumus dibawah ini:

Contoh I’rob Taqdiran Atau Muqaddarah

القَاضِي قَائِمٌ

القَاضِي : dibaca rofa’ karena menjadi mubtada, tanda rofa’nya dengan menggunakan dhommah muqaddarah atau dhommah taqdiran karena isim mu’tal.

قَائِمٌ : dibaca rofa’ karena menjadi khobarnya mubtada, tandanya dengan dhomah dhohirah.

Penjelasan

Lafadz القَاضِي dibaca rofa’ karen berkedudukan menjadi mubtada, menjadi mubtada alasannya karena isim ma’rifat. Tanda rofa’nya menggunakan dhommah muqaddarah. Yang semestinya berharakat dhomah ialah huruf ya’, namun bagi orang arab melafalkan huruf ilat yang berharakat itu dianggap berat sehingga huruf ya’ tersebut tidak dibaca. Sehingga tanda dhommahnya tidak ditampakkan diatas huruf ya, dan disebut i’rob muqaddarah atau taqdiran.

Adapun lafadz قَائِمٌ dibaca rofa’ karena manjadi kobarnya mubtada. Tanda rofa’nya dengan dhomah dhohirah (tampak) karena bukan isim mu’tal.

Demikian pembahasan mengenai pengertian i’rob kali ini. Adapun pembahasan mengenai i’robnya isim tatsniyah dan jamak mudzakar salim telah kami bahas pada bab yang lain. Kami mohon maaf bila terdapat kesalahan baik dalam penulisan maupun penjelasan.

Semoga artikel ini dapat dijadikan sebagai media untuk belajar atau referensi singkat bagi orang-orang yang ingin mempelajari bahasa arab, semoga bermanfaat wassalamualaikum waahmatullahi wabarakatuh.

2 pemikiran pada “Pengertian I’rob”

Tinggalkan komentar