Pengertian Na’at

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Na’at merupakan salah satu sub bab yang begitu penting dalam ilmu nahwu. Mempelajari naat nantinya akan berkaitan dengan kalimat isim dan fiil. Karena bentuk na’at yang ada terdiri dari beberapa macam. Nah untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Na’at  (النَّعْتُ)

naat ialah kalimat yang mengikuti kata sebelumnya  dengan menerangkan sifatnya kata yang yang diikuti. Kata yang diikuti atau kata yang disifati disebut dengan man’ut, sedangkan kata yang menyifati disebut dengan na’at atau sifat. Na’at ada 3 (tiga) macam :

Na’at Hakiki

Yaitu na’at yang mensifati kata sebelumnya atau man’ut. Na’at haqiqi ini sesuai dengan man’utnya dalam beberapa hal :

  • I’rob (rofa’-nasob-jer)
  • muanas-mudzakar
  • ma’rifat atau nakiroh
  • Jumlahnya (mufrod-tasniyah-jamak)

Contoh Na’at Haqiqi

  1. حَضَرَ رَجُلٌ عَالِمُ (telah hadir orang laki-laki yang alim)

Kata عَالِمُ adalah na’at i’robnya rofa tandanya dengan dhomah, mengikuti man’ut yang berupa (رَجُلٌ) mengikuti dalam bentuk: rofa’, nakiroh, mudzakar dan mufrod.

  1. أَكْرَمْتُ امْرَأتَيْنِ عَالِمَتَيْنِ (saya memuliakan dua perempuan yang alim)

Kata عَالِمَتَيْنِ adalah na’at i’robnya nashob alamatnya ya’ (isim tatsniyah), mengikuti man’ut yang berupa (امْرَأتَيْنِ) dalam segi i’rob nashob, nakiroh, muanas dan tatsniyah.

  1. جِئْتُ إِلَى بَيْتِ المُسْلِمِيْنَ الْخَاشِعِيْنَ

(saya pergi  ke rumahnya orang-orang mu’min yang khusyu’)

Kata الْخَاشِعِيْنَ adalah na’at i’robnya jer alamatnya ya’, mengikuti man’ut yang berupa (المُسْلِمِيْنَ) dalam segi jer, ma’rifat, mudzakar dan jamak.

  1. جِئْتُ بِكُتُبٍ جَدِيْدَةٍ

(saya datang [membawa]beberapa buku yang baru)

Kata جَدِيْدَةٍ adalah na’at i’robnya jer alamatnya kasroh, mengikuti man’ut yang berupa (كُتُبٍ) dalam segi jer, nakiroh, man’utnya yaitu (كُتُبٍ) karena bentuknya jamak taksir maka man’utnya berbentuk mufrod-muanas.

Baca Juga: Pengertian Fail

Na’at Sababiy

yaitu na’at yang mensifati kata sesudahnya yang masih mempunyai hubungan arti dengan kata sebelum na’at. Na’at ini mengikuti man’ut dalam hal i’rob dan nakiroh-ma’rifat serta menyesuaikan kata sesudahnya dalam hal muanas-mudzakar. Na’at sababiy selalu dalam bentuk mufrod.

Contoh Na’at Sababiy

  1. ذَهَبَ اْلأُسْتَاذُ إِلَى مَكْتَبَةٍ مَشْهُوْرٍ اِسْمُهَا

(Bapak guru pergi ke perpustakaan yang terkenal namanya)

Kataمَشْهُوْرٍ  adalah na’at sababiy i’robnya jer tandanya kasroh, mengikuti man’ut (مَكْتَبَةٍ) hanya dalam segi i’rob (jer) dan nakiroh.

kata sesudahnya (اِسْمُهَا) sebagai fa’il, dlomir ها kembali ke مَكْتَبَةٍ.

Kataاِسْمُهَا  mengikuti مَشْهُوْرٍ dalam segi mudzakar.

  1. زُرْتُ إِلَى بَيْتِ امْرَأَةٍ كَرِيْمٍ أَبُوْهَا

(saya berkunjung rumah perempuan yang mulia ayahnya)

Kata كَرِيْمٍ adalah na’at sababiy i’robnya jer tandanya kasroh, mengikuti man’ut (امْرَأَةٍ) hanya dalam segi i’rob (jer) dan nakiroh.

kata sesudahnya (أَبُوْهَا) sebagai fa’il, dlomir ها kembali ke امْرَأَةٍ.

Kata أَبُوْهَا mengikuti كَرِيْمٍ dalam segi mudzakar.

Na’at Berupa Jumlah

adalah jika terdapat jumlah (fi’iliyah/ismiyah) jatuh setelah isim nakiroh.

Contoh Naat Jumlah

  1. فِي مَكْتَبَةٍ مُوَظَّفُوْنَ يُرَتِّبُوْنَ الْكُتُبَ

(Di dalam perpustakaan terdapat beberapa pegawai yang merapikan buku-buku)

Jumlah fi’liyah (يُرَتِّبُوْنَ) adalah na’at jumlah dan mun’utnya adalah مُوَظَّفُوْنَ berupa isim nakiroh.

  1. هٰذِهِ طَالِبَةٌ هِيَ تَجْتَهِدُ فِيْ دَرْسِهِ

(ini adalah siswi yang mana ia bersungguh-sungguh dalam pelajarannya)

Jumlah ismiyah (هِيَ تَجْتَهِدُ) adalah na’at jumlah dan mun’utnya adalah طَالِبَةٌ berupa isim nakiroh.

Demikian pembahasan tentang na’at yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca sekalian barangkali terdapat penjelasan yang kurang memahamkan.

Sekaligus kami juga minta maaf bila terdapat kesamaan dalam memberikan contoh. Kami mencari contoh yang mudah dan umum dijumpai dalam pelajaran ilmu nahwu. Semoga bermanfaat dan dapat menjadikan ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca sekalian. Wassalamualaikum waahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar