Tanda Tanda I’rob Nashob 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salah satu pembahasan dalam belajar ilmu nahwu ialah bab tanda-tanda i’rob. I’rob merupakan hal palingpenting dalam ilmu nahwu karena dari i’rob itulah nantinya seseorang dapat menentukan harakat bacaan dari kalimat yang seang dibacanya.

Mempelajari i’rob merupakan makanan sehari-sehari bila sedang belajar ilmu nahwu. Nah untuk memberikan gambaran atau media belajar maka kami ingin menyampaikan secara singkat tentang materi yang berkaitan dengan tanda-tanda i’rob nashob.

Pengertian I’rob

pengertian I’rob, I’rob secara bahasa memiliki arti baris atau harakat. Sebenarnya kata harakat ini juga berasal dari bahasa arab akan tetapi sudah menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia. Sedangkan pengertian i’rob menurut ilmu nahwu ialah:

تَغْيِيْرُ اَوَاخِرِ الكَلِمِ لِاِخْتِلَافِ العَوَامِلِ  الدَاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْضًا اَوْ تَقْدِيْرًا

“berubahnya akhir kalimat karena adanya perbedaan amil yang menempel pada kalimat tersebut baik secara lafadz atau pun perkiraan.”

Adapun i’rob itu sendiri terbagi menjadi empat bagian yaitu, rofa aslinya dhommah, nashob aslinya fathah, jar aslinya kashroh dan jazm aslinya sukun. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas khusus i’rob nashob saja.

Tanda-Tanda I’rob Nashob

I’rob nashob semuanya memiliki lima tanda. Lima tanda tersebut sebagaimana dalam kitab jurumiyah disebutkan bahwa i’rob nashob memiliki lima tanda yaitu: fathah, alif, kashroh, ya’, dan membuang huruf nun.

وَلِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ الفَتْحُ وَ الأَلِفُ وَ الكَسْرَةُ وَاليَاءُ وَ حَذْفُ النُّوْنِ

“i’rob nashob memiliki lima alamat (tanda) yaitu: fathah, alif, kashroh, ya’ dan membuang huruf nun”

Dari masing-masing tanda tersebut akan kami bahas satu-persatu beserta contoh dan maknanya.

Contoh I’rob Nashob

  • Fathah, fathah masuk kepada isim mufrod.

كَتَبَ الرِّسَالَةَ زَيْدٌ (Zaid telah menulis surat)

Kata الرِّسَالَةَ dibaca nashob karena menjadi maf’rul bih, tanda nashobnya dengan fathah karena isim mufrod.

  • Alif, alif masuk kepada asma sittah (kumpulan enam isim)

اِجْتَمَعْتُ اَبَاكَ فِي بَيْتِكَ (saya telah menemui bapakmu di rumahmu)

Kata اَبَاكَ dibaca nashob karena menjadi maf’ul bih, tanda nashobnya dengan alif karena asma sittah.

  • Kashroh, kashroh sebagai pengganti fathah masuk kepada jamak muannas salim

رَاَيْتُ مُسْلِمَاتٍ (saya melihat muslimat [banyak])

Kata مُسْلِمَاتٍ dibaca nashob karena menjadi maf’ul bih, tanda nashobnya dengan kashroh karena merupakan jamak muannast salim.

  • Ya’, ya’ masuk pada jamak mudzakar salim dan isim tatsniyah

يَدْخُلُ اللهُ المُؤْمِنِيْنَ الجَنَّةَ (Allah akan memasukan orang-orang mukmin ke surga)

Kata المُؤْمِنِيْنَ dibaca nashob karena menjadi maf’ul bih, tanda nashobnya dengan ya’.

بِعْتُ غَنَمَيْنِ فِي السُّوْقِ (saya menjual dua ekor kambing di pasar)

Kata غَنَمَيْنِ dibaca nashob karena menjadi maf’ul bih, tanda nashobnya dengan ya’ karena isim tatsniyah.

  • Hadzfun nun (membuang huruf nun), hadzfun nunmasuk pada mudhore’ af’al khomsah

اَنْ يَقُولُوْا الصَّادِقُوْنَ بِصِدْقٍ (orang-orang jujur akan berkata dengan jujur)

Kata يَقُولُوْا dibaca nashob karena kemasukan amil nashob yaitu an (اَنْ) , tanda nashobnya dengan membuang huruf nun karena mudhore’ af’al khomsah.

Kata يَقُولُوْا asalnya dibaca يَقُولُوْنَ karena kemasukan amil nashob an (اَنْ) maka dibaca يَقُولُوْا

Jadi bisa kita ketahui bersama bahwa i’rob nashob memiliki lima tanda atau alamat yaitu, fathah, alif, ya’, kashoroh,dan membuang huruf nun. Fathah untuk isim mufrod, alif untuk asma sittah, ya’ untuk jamak mudzakar salim dan isim tatsniyah, kashroh untuk jamak muannats salim dan hadzfun nun untuk fiil mudhore’ af’al khomsah.

Baca Juga: Pengertian Kalam

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan semoga dapat memberi pemahaman dam pelajaran bagi teman-teman sekalian. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan maslahat untuk selama-lamanya dunia dan akhirat. Amin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar