Imam Syafii Seorang muslim, yang suka berbagi ilmu agama.

Amil Nashob

1 min read

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salah satu sebab kalimat isim dibaca nashob ialah karena adanya pengaruh dari amil nashob. Amil nashob yang masuk kepada kalimat isim ialah inna wa akhowatuha (اِنَّ وَاَخَوَاتُهَا), nah pada kesempatan kali ini kami akan mengulas sedikit materi yang berkaitan dengan inna wa akhowatuha beserta contoh simpelnya.

Amil nashob yang masuk kepada kalimat isim yaitu inna wa akhowatuha (اِنَّ وَاَخَوَاتُهَا), inna dan kawan-kawannya nantinya membutuhkan isimnya inna dan membutuhkan khobarnya inna.

Pengamalan Inna Wa Akhowatuha (اِنَّ وَاَخَوَاتُهَا)

Pengamalan inna dan kawan-kawannya yaitu: Inna dan kawan-kawannya berfungsi menashobkan mubtada menjadi isimnya inna dan merofakan mubtada menjadi khobarnya inna. Inna wa akhowatuha yaitu:

اِنَّ – اَنَّ – لَيْتَ – لَعَلَّى – لَكِنَّ – كَأَنَّ

Dari semua anggotanya inna diatas berpengaruh terhadap mubtada menjadi isimnya inna dan merofakan khobar menjadi khobarnya inna.

Inna (اِنَّ وَاَخَوَاتُهَا) dan artinya

اِنَّ : sesungguhnya atau bahwasanya (saktemene, setuhune)

اَنّ: sesungguhnya atau bahwasanya (saktemene, setuhune)

لَيْتَ : andaikan (menowo-menowo)

لَعَلَّى: semoga, jangan-jangan (mugo-muga)

لَكِنَّ : tetapi (tetapine)

كَأَنَّ: seakan-akan (koyo-koyo)

Contoh Pengamalan Inna (اِنَّ وَاَخَوَاتُهَا)

اِنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ (sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh)

Lafad مُحَمَّدًا dibaca nashob karena menjadi isimnya inna tanda nashobnya dengan fathah karena isim mufrod. Sedangkan lafad رَسُوْلُ di baca rofa’ karena manjadi khobarnya inna, tanda rofa’nya dengan dhommah karena isim mufrod.

Apaun lafadz اللهِ tidak ada al dan tanwin karena menjadi mudhof, dan lafadz  menjadi mudhof ilaih, mudhof ilaih hukumny jar.

اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ اُرْسِلَ لِاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلَاقِ (sesungguhnya Nabi Muhammad saw. diutus untuk menyempurnakan akhlak)

Lafadz النَّبِيَّ dibaca nashob karena menjadi isimnya anna اَنَّ, anna termasuk sudaranya inna اِنَّ sehingga pengamalannya sama dengan inna اِنَّ.

Adapun lafadz قَدْ اُرْسِلَ berkedudukan sebagai khobarnya anna اَنَّ akan tetapi karena khobarnya berupa fi’il madhi dan fi’il madhi hukumnya mabni maka tidak dibaca dhommah untuk tanda rofa’nya, tetapi tetap dengan menggunakan harakatnya fi’il madhi.  disebut dengan mahal rofa’ atau menempati hukum rofa sebab menjadi khobarnya anna اَنَّ.

كَأَنَّهُنَّ اليَاقُوْتُ والمَرْجَانَ

إِنَّ اللهَ لَذُوا فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ اَكْثَرُهُمْ لَا يَشْكُرُوْنَ

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى اَثَرِهِمْ

وَيَقُوْلُ الكَافِرُ يَالَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Baca Juga: Pengertian Kalam

Perbedaan Inna Dan Anna (اِنَّ \ اَنَّ)

Harus dibaca inna اِنَّ  apabila:

  • Ketika berada diawal kalimat
  • Ketika menjadi permulaan shilahnya maushul
  • Ketika menjadi penyempurna sumpah, inna menjadi jawaban dai qosam
  • Ketika berada pada kalimat yang berisi hikayat atau cerita
  • Berada pada kalimat yang berkedudukan menjadi hal (jumlah haliyah)
  • Berada setelah dzonna wa akhowatuha (ظَنَّ وَ اَخَوَاتُهَا)

Harus dibaca anna اَنَّ apabila

  • إنَّ beserta isim dan khobarnya berkedudukan menjadi fa’il atau naibul fa’il
  • إنَّ beserta isim dan khobarnya berkedudukan menjadi maf’ul bih
  • إنَّ beserta isim dan khobarnya berkedudukan menjadi majrur bil kharfi (majrur dengan huruf)

Boleh dibaca inna atau anna (اِنَّ \ اَنَّ)

  • Jika أن terletak setelah إِذا فُجَائِيَة yang artinya tiba-tiba (dadakan).
  • Apabila أن terletak setelah sumpah (jawab qosam) tetapi khobarnya tidak didahului lam ibtida.
  • Jika أن berada setelah fa’ yang menjadi jawab.
  • Jika أن berada setelah mubtada yang mempunyai makna qoul (perkataan) sedangkan khobarnya merupakan perkataan, dan pembicaranya membicarakan dirinya sendiri.

Demikian yang kami sampaikan pada pembahasan kali ini. Sebenarnya pembahasan tersebut hanyalah sekelumit dari bab inna wa akhowatuha secara keseluruhan. Semoga pembahasan ini dapat dijadikan sebagai referensi atau pengantar memahami bab amil nashob. Semoga bermanfaat dan maslahat untuk kita semuanya, amin ya rabbal alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Imam Syafii Seorang muslim, yang suka berbagi ilmu agama.

Contoh Fi’il

Imam Syafii
2 min read

Pengertian Na’at

Imam Syafii
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *