Isim Mabni

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.

Salah satu materi pada bab isim ialah adanya beberapa isim yang hukumnya mabni. Apa yang dimaksud dengan mabni simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Mabni

Dalam pembahasan kalimat isim didalamnya terdapat beberapa isim yang hukumnya mabni. Isim yang hukumnya mabni yaitu kalimat isim yang tidak dapat berubah harokatnya dalam keadaan apapun.

Dalam keadaan, rofa’, nashob, jar semuanya tidak ada yang berubah. Isim yang mabni ini biasanya isim-isim yang juga tidak bisa di tashrif seperti isim dhomir, isim masuhul dan isim isyaroh.

Jadi yang disebut dengan mabni ialah tetap atau tidak ada perubahan dari segi tanda i’robnya kalimat isim tersebut. Semidal isim dhomir menjadi maf’ul bih maka isim dhomir tersebut tidak berubah harakatnya.

Isim Isim Yang Mabni

Terdapat beberapa macam isim yang hukumnya mabni. Isim tersebut yaitu:

Isim Dhomir

Isim dhomir merupakan salah satu isim yang mabni. Isim dhomir dapat menempati beberapa kedudukan diantaranya yaitu:

  • Dhomir munfashil bila di awal kalimat menjadi mubtada maak hukumnya rofa’ atau mahal rofa’ (menempati hukum rofa)
  • Dhomir muttashil bila menempel dengan isim maka menjadi mudhof ilaih dan hukumnya jar (mahal jar)
  • Dhomir muttashil bila gandeng dengan fiil maka menjadi maf’ul bih sehingga menempati hukum nashob (mahal nashob)
  • Dhomir muttashil bila terletak setelah huruf jar maka menjadi jar majrur sehingga hukumnya majrur atau dibaca jar (mahal jar)
Dhomir munfasil (ضمير منفصل)
مُتَكَلِّمْمُخَطَّبْغَائِبْ
اَنَااَنْتَهُوَ
نَحْنُاَنْتُمَاهُمَا
 اَنْتُمْهُمْ
 اَنْتِهِيَ
 اَنْتُمَاهُمَا
 اَنْتُنَّهُنَّ

 

Dhomir muttashil (ضمير منفصيل)
مُتَكَلِّمْمُخَطَّبْغَائِبْ
يْكَهً
نَاكُمَاهُمَا
 كُمْهُمْ
 كِهَا
 كُمَاهُمَا
 كُنَّهُنَّ

Isim Maushul

Isim maushul juga termasuk salah satu dari beberapa isim yang hukumnya mabni. Isim maushul bermakna kata penghubung. Isim maushul juga dapat menempati beberapa kedudukan. Isim maushul biasanya terletak di awal kalimat atau di tengah-tengah kalimat.

Isim maushul bila di awal kalimat maka menjadi mubtada cara memberi maknanya digabung dengan kalimat setelahnya contoh:

الذين هم في صلاتهم يخاشعون : الذين menjadi mubtada, hukumnya rofa (mahal rofa)

اِنَ الذين امنوا : الذين menjadi isimnya inna, hukumnya nashob (mahal nashob)

من الذينَ امنول : الذين hukumnya jar (mahal jar) karena terletak setelah huruf jar

اسم مّوْصول
مُئَنَّثمُذَكَّر
مَنْ : wong kangاَلَّتِي : wong (pr) kangاَلَّذِي : wong kang/ orang yang
مَا : barang kangاَلَّتَانِياَلَّذَانِ : wong 2 kang
اّلَّائِي \ اَلَّاتِيْاّلَّذِيْنَ : wong (jamak) kang
Baca Juga: Pengertian na’at I’rob

Isim Isyaroh

Isim isyaroh ialah kata tunjuk. Sedangkan kata yang ditunjuk disebut dengan musyar ilaih. Isim isyaroh hukumnya mabni sedangkan hukum asal musyar ilaih ialah dibaca rofa. Akan tetapi bila sebelum isim isyaroh terdapat kalimat yang mempengaruhi musyar ilaih seperti huruf jar, amil nashob dan lain-lain, maka keberadaan musyar ilaih seolah-olah tidak ada.

Bila hendak memberi makna sebagaimana dalam pesantren pada umumnya maka memberi maknanya disambung dengan musyar ilaihnya.  Seperti contoh dibawah ini:

ذٰلِكَ الكِتٰبُ : kitab itu

فِي هذا المَجْلِسِ : هذا hukumnya mahal jar karena kemasukan huruf jar فِي

اِنَّ هَذا المَيِّةَ : isim isyaroh bila terletak ditengah kalimat seperti contoh disamping maka keberadaannya seolah tidak ada sehingga lafad المَيِّةَ dibaca nashob karena kemasukan amil nashob yaitu اِنَّ

اسم اشارة
هنالكذلكهذا
ثَمَّذنكهذان
ههناألئكهئلائي
 تلكهذه
تانكهتان
ألئكهئلائي

Demikian yang dapat kami sampaikan, kami mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam penulisan materi ataupun keterangan yang kami berikan. Semoga bermanfaat wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar