Jamak Mudzakkar Salim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salah satu bagian isim yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini ialah isim jamak. Jamak yang kami maksudkan ialah kalimat jamak mudzakar salim. Berikut keterangannya.

Pengertian Jamak Mudzakkar Salim

Jamak mudzakkar salim ialah bentuk kalimat isim yang menganduk makan banyak dan menunjukan laki-laki. Dengan kata lain didalam bahasa arab terdapat klasifikasi mengenai jenis kalimat, ada kalimat muanntas ada juga yang mudzakkar.

Selain bentuk mudzakkar dan muanntas terdapat juga bentuk mufrod tatsniyah dan jamak. Mufrod yaitu bermakna satu, tatsniyah bermakna dua dan jamak menunjukan arti banyak. Jadi yang dimaksud dengan jamak mudzakar salim ialah suatu kalimat yang menunjukan makna banyak dan berjenis laki-laki.

Maksudnya jenis dari kalimat tersebut ialah kalimat dalam bentuk mudzakar (laki-laki) bukan kalimat dalam bentuk muannats atau perempuan.

Ciri Ciri Jamak Mudzakkar Salim

Ciri-ciri dari kalimat jamak mudzakkar salim yang paling jelas ialah bahwa kalimat tersebut pasti berjenis kalimat isim, bukan kalimat fiil, sebab jamak untuk kalimat fiil madhi dan mudhori’ nantinya memiliki ciri-ciri yang berbeda.

Ciri-ciri dari jamak mudzakkar salim ialah diakhiri oleh ُوْنَ pada waktu rofa’nya dan diakhiri oleh ِيْنَ ketika dalam tingkah nashob atau jar. Untuk lebih jelasnya perhatikan keterangan di bawah ini.

Tanda I’rob Jamak Mudzakar Salim

Berbeda dengan tanda i’rob untuk isim mufrod dan tatsniyah, tanda i’rob untuk jamak mudzakkar salim yaitu menggunakan:

وْنَ (una) = untuk i’rob rofa’nya

يْنَ (ina) = untuk i’rob jar dan nashobnya

Contoh Jamak Mudzakkar Salim

  • Bentuk Rofa

مُسْلِمُوْنَ (orang-orang muslim)

مُؤْمِنُوْنَ (orang-orang mukmin)

حَامِدُوْنَ (orang-orang yang memuji)

مُصْلِحُوْنَ (orang-orang sholih)

مُحِبُّوْنَ (orang-orang yang mencintai)

مُدَرِّسُوْنَ (orang-orang yang mengajar)

مُخْلِصُوْنَ (orang-orang yang ikhlas)

مُخَرِّجُوْنَ (orang-orang yang keluar)

مُكَذِّبُوْنَ (orang-orang yang berbohong)

مُصَدِّقُوْنَ (orang-orang yang jujur)

  • Bentuk Jar

misal karena kemasukan huruf jar مِنْ maka menjadi berbunyi:

مِنْ مُسْلِمِيْنَ (dari orang-orang muslim)

مِنْ مُؤْمِنِيْنَ (dari orang-orang mukmin)

مِنْ حَامِدِيْنَ (dari orang-orang yang memuji)

مِنْ مُصْلِحِيْنَ (dari orang-orang sholih)

مِنْ مُحِبِّيْنَ (dari orang-orang yang mencintai)

مِنْ مُدَرِّسِيْنَ (dari orang-orang yang mengajar)

مِنْ مُخْلِصِيْنَ (dari orang-orang yang ikhlas)

مِنْ مُخَرِّجِيْنَ (dari orang-orang yang keluar)

مِنْ مُكَذِّبِيْنَ (dari orang-orang yang berbohong)

مِنْ مُصَدِّقِيْنَ (dari orang-orang yang jujur)

  • Bentuk Nashob

Misal karena kemasukan amil nashob yang berupa اِنَّ maka menjadi berbunyi:

اِنَّ مُسْلِمِيْنَ

اِنَّ مُؤْمِنِيْنَ

اِنَّ حَامِدِيْنَ

اِنَّ مُصْلِحِيْنَ

اِنَّ مُحِبِّيْنَ

اِنَّ مُدَرِّسِيْنَ

اِنَّ مُخْلِصِيْنَ

اِنَّ مُخَرِّجِيْنَ

اِنَّ مُكَذِّبِيْنَ

اِنَّ مُصَدِّقِيْنَ

Mulhaq Jamak Mudzakar Salim

Selain jamak mudzakkar salim terdapat pula yang dinamakan dengan mulhaq jamak mudzakkar salim. Yang membedakan antara jamak mudzakkar salim dengan mulhaq jamak mudzakkar salim ialah berakap dan tidak berakalnya kandungan makna dari kalimat jamak tersebut.

Jamak mudzakkar salim untuk kalimat yang menunjukan sesuatu yang berakal seperti:

مُسْلِمِيْنَ \ مُسْلِمِيْنَ

حَامِدُوْنَ \ حَامِدِيْنَ

مُخْلِصُوْنَ \ مُخْلِصِيْنَ

Sedangkan mulhaq jamak mudzakkar salim ialah untuk sesuatu yang tidak berakal seperti contoh:

خَمْسُوْنَ \ خَمْسِيْنَ : lima puluh

قَلَمُوْنَ \ قَلَمِيْنَ : pena-pena atau beberapa pena

اَرْبَعُوْنَ \ اَرْبَعِيْنَ : empat puluh

Kalimat tersebut dinamakan dengan mulhaq jamak mudzakkar salim karena kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat yang mengandung makna sesuatu yang tidak berakal. Seperti قَلَمُوْنَ (pena) ialah benda yang tidak berakal, berbeda dengan kalimat مُسْلِمِيْنَ (orang muslim) yang menunjukan makna sesuatu yang berakal.

Adapun yang masalah tanda i’robnya sama saja dengan jamak mudzakar salim yaitu وْنَ untuk rofa’ dan menggunakan يْنَ ketika dalam keadaan nashob atau jar.

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan, kami mohon dengan segala kerendahan hati kepada segenap pembaca apabila menemukan kesalahan baik dalam tulisan atau keterangan yang kami tulis.

Kami mengharapkan adanya koreksi sehingga kami dapat membenarkan dikemudian hari. Semoga bermanfaat dan tercatat sebagai amal jariyah bagi kita semuanya. Amiin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar