Pengertian Iman 

RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semuanya para pembaca dan seluruh kaum muslimin di manapun berada. Pada kesempatan kali ini akan kami ulas sedikit mengenai rukun iman dan rukun islam. Sebagai orang islam tentu wajib bagi kita untuk mengetahui rukun iman dan rukun islam.

Tujuannya adalah sebagai upaya bagi kita agar senantiasa kita benar-benar memiliki iman yang sesuai dengan tuntunan ajaran agama islam yang dikehendaki dan dimaksudkan oleh tuntunan al-qur’an dan hadits Rosululloh saw.

Agar kita tidak terkecoh oleh beberapa orang atau kelompok yang hanya mengartikan iman dengan percaya atau sekedar kepercayaan saja tanpa melaksanakan kewajiban dan tuntunan dari iman itu sendiri. Sehingga tidak menimbulkan salah paham. Bila sudah salah paham maka dikhawatirkan akan menimbulkan paham yang salah di masyarakat.

Pengertian Iman 

Memang bila iman diartikan hanya sekedar menurut bahasa saja, maka iman memiliki arti percaya atau kepercayaan. Akan tetapi menurut istilah syari’at iman adalah meyakinkan dalam hati,mengucapkan lewat lisan serta melakukan segala sesuatu yang telah diwajibkan dan yang menjadi tuntunan iman itu sendiri dengan anggota badannya.

Kami beri perumpamaan misalnya, bila kita lihat senidang tanah yang berukuran sepuluh meter dan lebar delapan meter. Kita belum dapat mengatakan bahwa itu adalah rumah,karena pada kenyataannya tanah tersebut baru berupa lapangan atau lahan kosong atau pekarangan yang belum berbentuk bangunan sebuah rumah.

Demikian pula dengan yang namanya iman. Tidak dapat disebut iman bila belum dapat meyakinkan, mengucapkan dan memenuhi segala kewajiban yang sesuai dengan tuntunan iman dalam ucapan dan hatinya.

Oleh karena itulah di dalam al-qur’an kata-kata iman senantiasa diikuti dengan amal shalih yang memberi petunjuk bahwa iman tidaklah cukup hanya diucapkan dalam hati dan lewat lisan saja, akan tetapi harus disertai dengan perbuatan nyata.

Pengertian Fasik

Orang mengaku beriman tetapi tidak disertai perbuatan nyata (amal shalih), maka disebut fasik dan tidak sah imannya. Namun juga sebaliknya, amal shalih tanpa dilandasi iman menurut islam sia-sia. Karena diumpamakan seperti membangun tanah di atas permukaan ombak atau gelombang lautan.

Lagi pula amal itu sendiri belum dapat dikatakan sebagai amal shalih, sebab tidak sesuai dengan tuntunan iman yang disebutkan dalam al-qur’an dan hadits rasulullah saw. Padahal didalam alqur’an telah disebutkan sebagai berikut:

Latinnya

Laqod kaana lakum fii rasulilahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuullooha wal yaumil aakhiri wa dzakarollooha katsiiro

Artinya

“bahwasanya telah ada pola (contoh) yang baik untuk kaum, dari diri rasulullah (Muhammad) saw, bagi orang berian yang senantiasa mengharapkan keridhoan di sisi Alloh dan dihari kemudian.”  (QS. Al-Ahzab: 21)

Seseorang dapat dikatakan beriman, apabila ia beriman kepada Alloh swt., kepada para malaikat Alloh, kepada kitab-kitab Alloh, kepada Rasul-rasul Alloh, dan beriman kepada hari akhir serta melaksanakan kewajiban sesuai dengan tuntunan imannya, juga diamalkan dengan menggunakan pola tuntunan rasulullah saw. Rasul saw bersabda sebagai berikut:

Latinnya

Al-iimaanu an tu’minu billahi wal malaaikatihi wakutubihi wa rusulihi wal yaumil aakhiri wa tu’minu bil kodari khoirihi wa syarrihi

Artinya

“iman ialah, bahwa kamu harus beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat Alloh, kitab-kitab Alloh, utusan-utusan Alloh, hari akhir dan iman kepada Qodar, baik berupa yang baik ataupun yang buruk.” (HR. Muslim)

Meskipun seseorang telah percaya atau beriman kepada Alloh dan melaksanakan ibadah akan tetapi meninggalkan pola atau tata cara yang dicontohkan oleh rasulullah Muhammad saw dan tidak sesuai dengan kehendak Alloh maka orang tersebut belum pantas memakai predikat sebagai mukmin.

Suatu contoh misalnya, orang-orang kafir dan musyrikin sebelum datangnya rasululloh saw. mereka percaya kepada Alloh dan melakukan ibadah menyembah kepada-Nya dengan cara yang dibuat oleh mereka sendiri, tidak berpola kepada rasululloh. Orang-orang kafir menyembah lewat berhala hubal, latta dan lain-lain.

Di dalam al-qur’an iman digambarkan seperti akar sedangkan islam pohonnya berikut ranting-ranting yang rindang dan rimbun, kemudian amal shaleh bagaikan buahnya yang sangat lezat rasanya. Berikut firman Alloh sebagai berikut;

Latinnya

Alam taro kaifa dhoroballohu matsalan kalimatan thoyyibatan kasyajarotin ashluhaa tsaabitun wa far’uhaa fissamaa’i. tu’tii ukuluhaa kulli hiina bi idzni robbihaa wa yadhribullohul amtsaalu linnasi la’allahum yatadzakkarun.

Artinya

“tidaklah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat (tauhid atau iman) yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit.” (Ibrahim: 24-25)

Pohon itu memberikan (mengeluarkan) buahnya disetiap musim dengan izin tuhannya, Alloh membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

Seorang mukmin tidaklah berdiam diri, jika menyaksikan kemaksiatan yang merajalela di atas muka bumi, ia pasti berusaha mengubahnya agar berubah menjadi kebaikan setidaknya ia merasa susah atau pedih hatinya melihat adanya kemaksiatan.

Setelah sedikit kami ulas gambaran atau keterangan mengenai iman. Sepertinya kita jadi sadar diri betapa iman tidaklah hanya cukup bila sekedar diucapkan saja,melainkan juga harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Menjalankan dengan tindakan. Berikut kami tulis rukun iman.

Rukun iman

  1. Iman atau percaya kepada Alloh.
  2. Percaya kepada malaikat-malaikat Alloh.
  3. Percaya kitab-kitab Alloh.
  4. Percaya kepada rasul-rasul Alloh.
  5. Percaya kepada hari akhir (kiamat).
  6. Percaya kepada takdir (ketentuan) Alloh yang baik maupun yang buruk.

Islam yaitu bahwa engkau harus bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Alloh dan nabi Muhammad saw adalah utusan Alloh, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan dan beribadah haji jika engkau mempu melaksanakan perjalanan ke baitullah. Itulah kira-kira inti sari dari pada rukun islam.

Rukun islam

  1. Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Alloh dan bahwa nabi Muhammad adalah utusan Alloh.
  2. Mendirikan sholat.
  3.  zakat
  4. Berpuasa ramadhan
  5. Beribadah haji ke baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.

Demikianlah uraian tentang rukun iman dan rukun islam. Semoga kita senantiasa selalu diberi kesemangatan untuk menjalankan rukun iman dengan ikhlas dan istiqomah. Amin ya rabbal ‘alamin. Terima kasih kami sampaikan kepada segenap pembaca yang budiman. Mohon doa dan dukungannya semoga bertambah maju dan selalu memberikan yang terbaik.

Akhirul kalam wa billahi taufiq wal hidayah wa ridhoumayyah wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar