PENGERTIAN IMAN

PENGERTIAN IMAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Keimanan merupakan sendi terpenting bagi umat manusia dalam menjalani perintah agama. Seseorang yang telah beriman kepada Allah SWT, maka ia akan menjalankan dengan sepenuh hatinya apa-apa yang telah menjadi perintah-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang telah menjadi larangan-Nya. maka dari itu, di sini admin akan membahas tentang Pengertian Iman

Setelah seseorang beriman selanjutnya orang tersebut akan menjadi orang yang bertaqwa atau hanya sekedar mengaku beriman saja. Bagi orang yang bertaqwa maka ia akan selalu mematuhi segala perintah di dalam ajaran agama dan menjauhi atau meninggalkan segala sesuatu yang menjadi larangan di dalam agamanya.

Lantas iman sendiri itu apa? Dimanakah letaknya iman? Sejak kapan manusia dapat dikatakan sebagai orang yang beriman? Apa saja kewajiban orang yang beriman?

Pertanyaan seperti di atas sering kali muncul hilang di pikiran kita, lantas bagaimana menjawab setiap pertanyaan tersebut? Mari kita belajar bersama untuk memahami apa itu iman terlebih dahulu. Setelah kita tahu apa itu iman, insya Alloh kita bisa memahami apa dan bagaimana kewajiban orang yang beriman.

PENGERTIAN IMAN

Iman menurut bahasa adalah percaya atau kepercayaan. Maksudnya yaitu percaya dengan sepenuh hati akan adanya Allah SWT. Sedangkan iman bila dilihat dari istilah syari’at, iman adalah menyakinkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan serta melakukan segala sesuatu yang menjadi kewajiban dan menjadi tuntunan dari iman itu sendiri.

Jadi seseorang dapat dikatakan sebagai orang beriman manakala ia telah bersyahadat, mengakui dengan lisannya bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT. Kemudian ia menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh agamanya dan meninggalkan segala larangan agama.

siapakah orang yang beriman kepada Allah SWT

orang yang beriman kepada Allah SWT? Sesungguhnya setiap manusia yang lahir sudah dalam keadaan beragama islam adapun yang menjadikannya beragama islam adalah orang tuanya.

Orang yang beriman kepada Allah adalah orang meneguhkan ke dalam hatinya bahwa ia hanya mempercayai Allah sebagai Tuhan yang satu. Artinya tidak ada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad saw adalah utusan Allah SWT.

Orang yang beriman selanjutnya disebut dengan mukmin. Lantas apakah setiap orang islam dapat dikategorikan sebagai mukmin?

Penjelasan Tentang Mukmin

Sekalipun orang telah percaya akan adanya Allah, mengakui bahwa tidak ada tuhan Selain Allah akan tetapi ia tidak pernah menjalankan perintah agamanya dan tidak menjauhi larangan agamanya maka orang tersebut belum dapat dikatakan sebagai mukmin.

Sebagai contoh misalnya, orang-orang kafir musyrikin bangsa Quraisy, mereka percaya akan adanya Alloh SWT mereka juga menyembah kepada Alloh, akan tetapi mereka menyembah Alloh dengan cara yang mereka buat sendiri sesuai dengan kemauan mereka.

Mereka menyembah Allah tetapi dengan cara melalui menyembah patung-patung berhala, seperti berhala Uzza, Lata, Hubal dan berhala-berhala yang lainnya. Mereka mengatakan; “kami tidak beribadah menyembah mereka (patung-patung berhala), kecuali agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.”

Kesimpulan

Nah dari gambaran di atas dapat kita ambil kedikit kesimpulan bahwasanya orang yang beriman kepada Allah SWT hanya dibenarkan menyembah kepada Allah SWT saja. Tidak dibenarkan bagi orang yang beriman menyembah sesuatu yang selain Allah, meskipun tujuannya adalah agar dapat dekat dengan Allah.

Misalnya di perkampungan pada zaman dahulu masih dapat ditemui orang menyembah pohon besar atau batu besar, dengan tujuan agar dapat mencapai kedudukan tinggi disisi Allah SWT. Maka praktek tersebut dapat dikatakan tidak benar. Sebab sama halnya dengan menyekutukan Allah SWT.

Baca Juga : Iman Kepada Allah SWT

Jadi pada zaman sekarang in dimana pengajian dapat diakses melalui berbagai media,maka kita dapat mendengarkan materi pengajian dari kyai atau ustadz yang kita inginkan sehingga kita dapat beribadah sesuai dengan tuntunan agama seperti yang disampaikan oleh para ustadz atau kyai.

Sehingga kita beribadah tidak sesuai dengan apa yang muncul di pikiran kita, melainkan seperti yang disampaikan oleh para guru-guru kita. Nah yang perlu diperhatikan dalam belajar melalui media sosial atau melalui dunia maya adalah untuk selalu bertabayyun dengan ustad di sekitar kita.

Yaitu menanyakan atau klarifikasi tentang sesuatu yang belum di mengerti, sehingga kita dalam mengamalkan praktek ajaran agama tidak asal-asalan, tidak sekedar asal paham saja. Tetapi benar-benar sesuai dengan pemahaman orang yang mengerti di bidangnya.

Wallohulmuwafik ila aqwamit thariq wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8 pemikiran pada “PENGERTIAN IMAN”

Tinggalkan komentar