Sejarah Ilmuwan Islam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sains dan seni dalam Islam merupakan kesatu paduan antara nilai kewahyuan dan kreatifitas kemanusiaan dalam mengembangkan potensi alam semesta. Proses pengembangan dan wujud dari puncak kemampuan semua ini selalu disebut sebagai peradaban.

Kesemua fenomena di kalangan masyarakat Islam dalam mewujudkan hal ini, adalah sebagai sesuatu yang khas yang menunjukkan bahwa Islam sendiri adalah sebagai bagian dari sistem peradaban dunia.

Berikut ini kami rangkum beberapa ilmuwan muslim yang memiliki pengaruh besar di zamannya dan bahkan hingga saat ini.

Ibnu Sina (980 – 1037)

Ibnu Sina merupakan salah seorang ilmuwan muslim yang mendalami dan mengambangkan bidang kedokteran. Perkembangan tersebut berkat eksplorasi ilmuwan Persia, Ibnu Sina menulis buku The Canon of Medicine. Buku yang kemudian menjadi pedoman mahasiswa kedokteran di Eropa hingga tahun 1600-an.

Al-Khawarizmi (780-850)

Nama lengkapnya ialah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizimi, beliau lahir di Uzbekistan. Ialah ilmuwan muslim yang ahli pada bidang matematika. ilmuwan dari Persia ini menemukan sistem penomoran 1-10. Beliau juga merupakan orang yang  menemukan konsep aljabar dan algoritma.

Pada abad ke 12 beliau memperkenalkan sistem penomoran bilangan desimal kepada dunia Barat. Ia juga merevisi ilmu Geografi Ptolomeus dan membuat tulisan mengenai ilmu Astronomi.

Jabir Ibnu- Hayyan (721-815)

Jabir Ibnu Hayyan merupakan ilmuwan dari Iran yang ahli di bidang kimia. Beliau adalah orang pertama yang mengidentifikasi zat yang bisa melarutkan emas. Jabir juga orang pertama yang menemukan asam sulfat, klorida dan nitrat.

Di Eropa Beliau dikenal sebagai Gabert. Kontribusi lainnya ialah pada penemuan alkali. Karya-karya yang lahir dari  Jabir Ibnu hayyan antara lain Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’een, Kitab Al Rahmah dan lain sebagainya.

Awalnya Jabir melakukan eksperimen mengenai kuantitas zat yang berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi. Melalui keberhasilan prakteknya itu ia kemudian menemukan  hukum perbandingan tetap terhadap reaksi kimia.

Ibnu Nafis (1213 – 1288)

Ibnu Nafis merupakan ilmuwan dari Damaskus yang memiliki kontribusi besar di bidang medis. Ia adalah ilmuwan pertama yang mengungkapkan teori pembuluh darah kapiler. Beliau secara akurat dapat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh. Ibnu al-Nafis sering dijuluki sebagai bapak fisiologi peredaran darah.

Ibnu Khaldun (1332 – 1406)

Ibnu Khaldun merupakan ilmuwan yang berasal dari Tunisia. Beliau dikenal sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karya Ibnu Khaldun yang terkenal adalah Muqaddimah. Hal yang luar biasa dari Ibnu Khaldun ialah Ilmuwan ini sudah hafal Alquran sejak usia dini.

Al-Kindi (Lahir 801)

Nama lengkapnya ialah Abu Yusuf Yakub Ibnu ishak Al-Kindi. Beliau merupakan ilmuwan yang telah menulis sebanyak 270 ensiklopedi mengenai berbagai macam bidang keilmuwan. Beliau merupakan ahli matematika, kedokteran, geografi dan fisika. Selain mendalami dibidang sains beliau juga mendalami dibidang filsafat, musik dan yunani kuno.

Abu Bakar Ar-Rozi (864)

Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad Bin Zakaria Ar-Rozi, beliau lebih sering di sebut dengan nama Ar-Rozi. Beliau dijuluki sebagai bapak imunologi karena telah menemukan penyakit alergi asma, cacar dan ilmu imunologi.

Beliau mendalami bidang kedokteran di Baghdad dan pernah diberi amanah untuk memimpin rumah sakit di Rayy dan Muqtadari di Negara Baghdad.

Selain mendalami ilmu kedokteran beliau juga menekuni bidang farmasi dan  matematika. Beliau juga mendalami bidang kimia dan dikenal sebagai pembuat alat-alat kimia seperti mortar, spatula dan abung reaksi yang masih digunakan hingga saat ini.

Al-Battani (929)

Beliau merupakan ahli astronom terbesar dalam Islam. Al-Battani merupakan penemu alat ukur gata grafitasi dan alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian hingga 3 desimal.

Al-Battani juga merupakan astronom pertama yang dapat mengukur jarak bumi dengan matahari, mengukur keliling bumi  dan beliau juga dapat menjelaskan bahwa bumi perputaran pada porosnya sebelum Galileo Galilei.

Abul Qasim Khalaf Bin Al-Abas (936)

Ialah seorang dokter pertama yang ahli dibidang kedokteran gigi dan kelahiran anak. Sepanjang hidupnya, beliau habiskan untuk meneliti ilmu kedokteran khususnya gigi dan kelahiran anak. Selain itu beliau juga menciptakan penemuan mengenai obat-obatan.

Abul Qasim juga pernah menciptakan alat bedah sendiri dengan teknik pengoperasianyang maju pada saat itu. Beliau juga memiliki karya tulis berupa buku yang membahas mengenai kedokteran gigi dan melahirkan anak yang kemudian buku tersebut menjadi sumber utama pembelajaran pengobatan dan kedokteran.

Al-Zahrawi (936 – 1013)

Al Zahrawi merupakan ilmuwan dari Cordoba yang memiliki keahlian pada bidang kedokteran. Beliau yang menemukan konsep operasi modern. Penemuannya beliau bahkan sangat berguna hingga kini yaitu korsep untuk membantu proses persalinan.

Ibnu Haitham (965 – 1040)

Ibnu Haitham adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Irak. Beliau ahli di bidang matematika. Ia juga dikenal sebagai pendiri optik modern. Selain sebagai pendiri optic modern Ibnu Haitham juga berhasil membedah konsep cahaya.

Umar Khayyam (1048 – 1131)

Umar Khayyam merupakan seorang  ilmuwan dari Iran yang berhasil mengkoreksi kalender Persia. Umar Khayam juga dapat menghitung panjang tahun matahari secara akurat.

Ibnu Al-Baithar (1197 – 1248)

Ibnu al-Baithar merupakan salah satu ilmuwan dari Malaga yang terkenal di bidang botani dan kedokteran. Beliau lah yang mencatat penemuan dokter abad pertengahan secara sistematis.

Thibit Ibn Qurra (826 – 901)

Thibit ibn Qurra merupakan seorang ilmuan Arab yang ahli pada bidang matematika. Beliau yang menerapkan sistem geosentrik Ptolemy dan penemu konsep statistika.

Tinggalkan komentar