Perang Yang Pernah Diikuti Rasulullah SAW

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Banyak perang yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. salah satu latar belakang adanya perang adalah karena adanya tekanan dari pihak di luar muslim seperti melanggar perjanjian, memusuhi orang-orang Muslim dan tidak bisa diselesaikan dengan cara berunding dan lain sebagainya.

27 Perang Yang Pernah Diikuti Rasulullah SAW.

Rasulullah Saw. banyak memimpin langsung peperangan tersebut. Berikut data peperangan yang diikuti Rasulullah secara langsung:

#1. Perang Waddan

Perang Waddan (al-Abwa), terjadi pada bulan Ṣafar tahun 2 H/bulan Agustus tahun 623 M. Perang pertama yang dilakukan oleh Rasulullah Saw., memakan waktu 15 hari, atas perintah Rasulullah, Hamzah Bin Abdul Muṭalib bertugas membawa panji perang.

#2. Perang Buwwaṭ

Perang Buwwaṭ, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 2 H/bulan September tahun 623 M. Tujuan perang ini adalah: menghadang kafilah dagang Quraisy dengan membawa Unta sebanyak 2500 ekor. Pembawa panji perang adalah Sa’ad bin Abi Waqaṣ.

#3. Perang Żul Usairah

Perang Żul Usairah, terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 2 H/bulan Desember tahun 623 H. Tujuan dari perang ini adalah menghadang kafilah dagang Quarisy yang hendak menuju Syam.3 Panji perang dibawa oleh Hamzah bin Abdul Muṭalib. Perang Żul Usairah ini menjadi cikal bakal perang Badar Kubra.

#4.Perang Badar Pertama

Perang Badar Pertama, terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 2 H/bulan Desember tahun 623 M. Tidak sampai terjadi kontak senjata, karena pasukan muslimin tidak dapat mengejar kaum Quraisy yang telah menjarah tempat-tempat penggembalaan dipinggiran Madinah.

#5. Perang Badar Qubra

Perang Badar Qubra, terjadi pada bulan Ramaḍan tahun 2 H/bulan Maret tahun 624M. Perang ini banyak diceritakan dalam buku-buku sejarah Nabi Saw. Pasukan muslimin berjumlah 313 orang, terdiri dari Muhajirin, Anṣar, Aus dan Khazraj.

Sedangkan pasukan kafir Quraisy terdiri 1300 orang. 100 pasukan berkuda, 600 baju besi, serta Unta yang sangat banyak. Komando tertinggi dipegang langsung Abu Jahal. Perang ini kaum Muslimin dibantu oleh para malaikat langsung.

#6. Perang Banī Qainuqa’

Perang Banī Qainuqa’, terjadi pada bulan Syawal tahun 2 H/bulan April tahun 624 M. Penyebabnya karena Banī Qainuqa’ melanggar kesepakatan dengan kaum muslimin dalam piagam Madinah.

#7. Perang Banī Sulaim

Perang Banī Sulaim, terjadi pada bulan Syawal tahun 2 H/bulan April tahun 624 M. Banī Sulaim termasuk dari kabilah Gatafan.

#8. Perang Banī Sawiq

Perang Banī Sawiq, terjadi pada bulan Żulhijjah tahun 2 H/bulan Juni tahun 624 M. Alasan dari perang ini adalah Abu Sufyan yang secara diam-diam masuk ke Madinah dengan niat membunuh Rasulullah Saw., akan tetapi hal ini langsung tercium pihak muslimin, sehingga Abu Sufyan melarikan diri.

#9. Perang Żu ’Amar

Perang Żu ’Amar, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 3 H/bulan Agustus tahun 624 M. Terjadi karena pasukan Rasulullah Saw., mengetahui persiapan mereka untuk menyerang Madinah. Akan tetapi tidak sampai terjadi kontak senjata karena kabilah Ṡa’labah dan kabilah Muharib melarikan diri.

#10. Perang Buhran

Perang Buhran, terjadi pada bulan Jumadil Awal tahun 3 H/bulan Oktober tahun 624 M. Sebab terjadi perang ini adalah pasukan muslimin ingin mematahkan pasukan Bani Sulaim akan tetapi tidak sampai terjadi kontak senjata, karena Bani Sulaim melarikan diri.

#11. Perang Uhud

Perang Uhud, terjadi pada bulan Syawal tahun 3H/bulan Maret tahun 625 M. Uhud adalah nama gunung yang berada 5 km dari Madinah tingginya 1077 meter di atas permukaan air laut. Sebab perang ini adalah kaum Quraisy balas dendam atas terbunuhnya saudara-saudara mereka di perang Badar. Pada perang ini Hamzah bin Abdul Muṭalib gugur di medan perang dibunuh oleh Wahsyi.

#12. Perang Hamra’ al-As’ad

Perang Hamra’ al-As’ad, terjadi pada bulan Syawal tahun 3 H/bulan Maret tahun 625 M. Perang ini kelanjutan dari perang Uhud, penyebabnya karena kaum Quraisy penasaran dengan kekalahan mereka di bukit Uhud.

Rasulullah Saw., mengajak pasukannya yang masih kelelahan setelah mengikuti perang Uhud. Dengan dedikasi tinggi dan keimanan mereka bergegas mengikuti perintah Rasulullah saw. menuju Hamra` al-As’ad.

#13. Perang Banī Naẓir

Perang Banī Naẓir, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 3 H/bulan September tahun 624 M. Penyebab dari perang ini karena Banī Naẓir melanggar perjanjian dengan Rasulullah saw.

#14. Perang Żatur Riqa

Perang Żatur Riqa`, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 3 H/bulan September tahun 624 M. Perang ini untuk memerangi suku badui Arab yang terkenal keras kepala dan suka merampok, perang kali ini diikuti oleh Abu Musa al-Asy’ari dan Abu Hurairah.

#15. Perang Badar Akhir

Perang Badar Akhir, terjadi pada bulan Sya’ban tahun 4 H/bulan Januari tahun 626 M. Tidak sampai terjadi kontak senjata, karena kaum Quraisy tidak datang ke medan perang setelah ditunggu pasukan Muslimin selama 8 hari.

#16. Perang Dumatul Jandal

Perang Dumatul Jandal, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 5 H/bulan Agustus tahun 626 M. Misi perang ini adalah membersihkan pengacau yang berada di Dumatul Jandal, para pengacau ini merampas setiap pedagang yang lewat dan menjualnya ke pasar. Pasukan muslimin berhasil mengalahkan para begal di Dumatul Jandal.

#17. Perang Muraisi

Perang Muraisi`, terjadi pada bulan Sya`ban tahun 5 H/bulan Januari tahun 627 M. Muraisi juga disebut dengan Bani Musṭaliq, yang masih punya keturunan dengan suku Khuza’ah yang sampai nasabnya dengan Qahtan.

#18. Perang Khandaq

Perang Khandaq, terjadi pada bulan Sya`ban tahun 5 H/bulan Januari tahun 627 M. Perang ini juga dikenal dengan perang Aḥzab yang menjadi ciri khas dari perang ini adalah dengan digalinya parit atas usulan orang persi yang bernama Salman al-Farisi.

#19. Perang Banī Quraiẓah

Perang Banī Quraiẓah,10 terjadi pada bulan Żulqa`dah tahun 5 H/bulan April tahun 627 M. Perang ini terjadi setelah perang Khandaq, atas perintah malaikat Jibril. Setelah masa pengepungan, pasukan muslimin berhasil mengalahkan Banī Qurai-ẓah.

20. Perang Banī Lihyan

Perang Banī Lihyan, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 6 H/bulan Juli tahun 627 M. Perang ini terjadi di bukit Guran, yang merupakan daerah Banī Lihyan.

21. Perang Żil Qarad

Perang Żil Qarad, terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 6 H/bulan Juli tahun 627 M. Terjadi karena sekelompok penjarah dari Gatafan membawa seorang wanita muslimah beserta untanya, setelah dikejar pasukan muslimin penjahat dari Gatafan melarikan diri.

22. Perang Hudaibiyyah

Perang Hudaibiyyah, terjadi pada bulan Żulqa’dah tahun 6 H/bulan Maret tahun 628 M. Pada perang ini terjadi bai’at yang kita kenal dengan bai’at Hudaibiyyah, sumpah untuk tidak melarikan diri dari musuh.

23. Perang Khaibar

Perang Khaibar, terjadi pada bulan Muḥaram tahun 7 H/bulan Mei tahun 628 M. Khaibar adalah benteng terakhir Yahudi Yaṡrib yang berhasil ditaklukan oleh pasukan Muslimin, yang dipimpin oleh sahabat Ali bin Abi Ṭalib ra.

24. Perang Mu’tah

Perang Mu’tah, terjadi pada bulan Jumadil Awal tahun 8 H/bulan September tahun 629 M. Penyebab perang ini adalah terbunuhnya utusan Rasulullah yaitu al-Hariṡ bin Umair oleh Syurahbil bin Amr al-Gassani.

25. Perang Fatḥu al-Makkah

Perang Fatḥu al-Makkah (Pembebasan Mekkah), terjadi pada bulan Ramaḍhan tahun 8 H/bulan Januari tahun 630 M. Ini adalah penaklukan terbesar dalam sejarah Islam, menjadikan awal gelombang masuknya orang-orang Islam ke Mekkah.

26. Perang Hunain dan Banī Ṫaif

Perang Hunain dan Banī Ṫaif, terjadi pada bulan Syawal tahun 8 H/bulan Febuari tahun 630 M. Terjadi setelah penaklukan Mekkah, dalam perang ini pasukan yang dibawa Rasulullah Saw. Sebanyak 12.000 orang, yang merupakan jumlah pasukan terbesar dalam sejarah peperangan Nabi.

27. Perang Tabuk

Perang Tabuk, terjadi pada bulan Rajab tahun 9 H/bulan Oktober tahun 630 M. Perang ini terakhir yang diikuti Nabi, dikenal juga dengan perang al-‘Usrah.

Dari peperangan tersebut semuanya terjadi setelah Beliau Hijrah ke Madinah, perang di zaman Rasulullah Saw., adalah satu tahapan dakwah demi tegaknya agama Islam, dengan membela diri dari kezaliman, provokasi, dan intimidasi.

Musuh umat Islam saat itu adalah kafir Quraisy dan aliansi kaum Yahudi Madinah yang melanggar perjanjian yang ada di dalam piagam Madinah. Karena kesepakatan damai hanya berlaku efektif 3 tahun saja. Memang sudah menjadi watak orang-orang Yahudi, suka berkhianat, licik dan tidak taat kepada pemimpin.

Demikian ulasan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Amiin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar