Perang Terbesar Umat Muslim Pada Bulan Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulan ramadhan bukan hanya bulan suci yang penuh berkah bagi umat muslim. Pada bulan Ramadhan terdapat beberapa kisah peperangan yang pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. berikut ini telah kami rangkum 5 peperangan yang pernah terjadi pada bulan Ramadhan.

#1. Perang Badar Kubra

perang badar kubra terjadi pada bulan Ramaḍan yaitu pada  tahun ke 2 H/ bertepatan pada bulan Maret tahun 624M. Perang ini banyak diceritakan dalam buku-buku sejarah Nabi Saw. Pasukan muslimin berjumlah 313 orang, terdiri dari Muhajirin, Anṣar, Aus dan Khazraj.

Sedangkan pasukan kafir Qurais terdiri 1300 orang. 100 pasukan berkuda, 600 baju besi, serta Unta yang sangat banyak. Komando tertinggi dipegang langsung Abu Jahal. Perang ini kaum Muslimin dibantu oleh para malaikat langsung.

Perang Badar ini merupakan kemenangan bagi umat muslim yang pertama dalam melawan kemusyrikan dan kebatilan dari kaum kafir kuraisy.

Sejarah perang Badar adalah peristiwa yang paling terkenal dan begitu banyak akan hikmah dan pelajaran berharga yang terdapat dibalik perang tersebut. Rasulullah SAW. memimpin langsung peperangan tersebut .

Pasukan umat muslim yang hanya terdiri dari 313 orang, 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, dan 2 ekor kuda  melawan pasukan kaum quraisy yang memiliki 1000 orang, 600 persenjataan lengkap, 700  eor unta, dan 300 kuda.

Akan tetapi dengan perbandingan 1:3 tersebut umat muslim mampu mengobarkan semangat berjihad dengan membara sehingga dapat meraih kemenangan . umat Islam berhasil menewaskan tiga pimpinan perang sekaligus dari golongan quraisy yaitu, Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah.

#2. Perang Khandaq

Perang khandaq terjadi pada bulan Sya`ban tahun 5 H/bulan Januari pada tahun 627 M. Perang ini juga dikenal dengan perang Aḥzab, hal yang menjadi ciri khas dari perang ini adalah dengan digalinya parit atas usulan orang persia yang bernama Salman al- Farisi.

Salman-Alfarisi merupakan seorang budak yang kemudian dibebaskan dan ikut berperang bersama Rasulullah SAW. Khandaq yang berarti parit merupakan usulan dari Salman al-farisi kepada Rasulullah sebagai salah satu dari taktik perang.

Dari usulan tersebut kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk membuat parit. Atas strategi tersebut  kaum Quraisy menjadi kesulitan melawan umat muslim.

Selama du aminggu kaum qurais tidak dapat melakukan serangan dan tidak membuahkan hasil. Akhirnya setelah 25 hari pihak musuh menyatakan menyerah dan diadili.

#3. Fathu Makkah

Fathu Makkah atau yang lebih dikenal dengan Penaklukan Kota Makkah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke 8 sesudah Hijrah. Melalui peristiwa ini, Allah SWT. menyelamatkan Kota Makkah yang awalnya penuh dengan kesyirikan dan kezaliman.

Setelah penaklukan tersebut kemudian menjadi kota bernuansa Islam, dengan ruh tauhid dan sunnah. Kota Makkah kini menjadi kota dengan lambang keimanan dan kepasrahan kepada Allah ta’ala.

Peristiwa Fathu Makkah bermula dari dilanggarnya Perjanjian Hudaibiyah. Nabi kemudian memerintahkan para sahabat untuk menyiapkan senjata dan menyerang Makkah. Sebanyak puluhan ribu pasukan ikut bersama Rasulullah.

Sebelum sampai ke Makkah, banyak dari kerabat Nabi yang menyatakan taubat. Nabi menerima taubat mereka, termasuk Abbas, paman Beliau bersama keluarganya. Ada pula sepupu Nabi yaitu Ibnul Harits dan Abdullah bin Umayyah, yang dulu memusuhi sangat keras kepada Nabi.

Rasulullah kemudian membagi dua pasukannya untuk memasuki Kota Makkah. Khalid bin Walid ditempatkan di bagian sayap kanan untuk memasuki Makkah dari dataran rendah, kemudian Zubair bin Awwam memimpin pasukan dari sayap kiri dan membawa bendera Nabi SAW melalui dataran tinggi.

Adapun Nabi Muhammad mengitari Kabah dan bertakbir di setiap sudutnya. Beliau menyatakan sejak saat itu Makkah menjadi kota suci dan kaum Quraisy dimuliakan oleh Allah. Bersamaan dengan itu, Nabi membaca firman Allah yang berbunyi:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

“Sesungguhnya kami memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (Qs. Al Fath: 1)

#4. Perang Ain Jalut

Perang Ain Jalut barangkali tidak begitu sering kita dengar namanya. Perang Ain Jalut merupakan perang besar yang terjadi pada 3 September 1260 antara orang-orang muslim Mamluk (Turki) dengan bangsa Shamanis Mongol.

Kejadian ini merupakan perang dengan kekalahan pertama pasukan Mongol setelah sebelumnya mereka telah menaklukkan negeri-negeri besar lainnya, termasuk Cina.

Perang ini berawal dari ambisi Jongke Khan, cucu Jengis Khan, untuk menaklukkan Mamluk, Mesir. Qutuz, yang merupakan pemimpin Mesir, merasa ciut nyalinya karena jumlah pasukan yang sangat besar.

Namun dia membuat strategi untuk menghadapi musuhnya dengan menyembunyikan pasukan di bukit-bukit serta memancing pasukan Mongol dengan pasukan kecil.

Wafatnya Mongke Khan di tengah penaklukan pun merupakan pertolongan dari Allah SWT. Para pemimpin senior kembali ke ibu kota Korakorum untuk menghadiri upacara pemakaman, sehingga pasukan yang tersisa berkurang separuhnya.

Dengan kondisi demikian sehingga memudahkan pasukan Qutuz untuk menyerang pihak musuh. Tentara Qutuz akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Mongol dengan semangat pertempuran yang menyala-nyala.

#5. Perang Tabuk

Perang Tabuk sebenarnya mulai terjadi pada bulan Rajab tahun 9 H. akan tetapi perang tersebut berakhir pada tanggal 26 Ramadhan. Rasulullah SAW. pulang dengan membawa kemenangan atas peperangan tersebut.

Peristiwa Perang Tabuk pun menjadi sejarah peperangan terakhir yang diikuti oleh Rasulullah SAW. Rasulullah ikut memimpin langsung perang antara tentara Muslim dan pasukan Bizantium atau Romawi Timur tersebut.

Berdasarkan sirah atau kisah-kisah Nabi, terdapat banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya Perang Tabuk. Salah satu sebabnya adalah munculnya ancaman dari Ukaidir  bin Abdil Malik, ia adalah seorang Nasrani yang juga pemimpin dari daerah Dumah.

Ukaidir awalnya mengancam akan memberontak dengan bala bantuan dari pasukan Romawi. Namun ancaman itu oleh Nabi SAW. mampu dibendung dan dipadamkan. Name manunjuk Khalid bin Walid  untuk menjadi panglima dalam perang ini.pada peperangan ini Ukaidir akhirnya kalah dan ditawan.

Demikian kisah peperangan yang dialami oleh umat muslim pada bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Amiin ya rabbal alamin. Wassalamualaikum awrahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar