Sejarah Islam Di Arab

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah sangat banyak buku atau jurnal-jurnal yang membahas tentang arab Saudi, bahkan ketika membahas sejarah Rasulullah SAW. rasanya tidak lengkap bila tidak menyertakan sejarah tanah kelahiran Rasulullah SAW. tersebut.

Dalam pembahasan kali ini kami akan menyampaikan sedikit gambaran dari sejarah Islam di arab. Berikut beberapa keterangan singkat mengenai Islam di arab.

Asal-Usul Orang-Orang Arab

Ibnu Hisyam, penulis kitab “As-Sirah An-Nabawiyah berkata  “Seluruh orang-orang Arab berasal dari anak-anak Ismail dan Qahthan. Salah seorang dari Yaman berkata, ‘Qahthan adalah anak Ismail, dan Ismail adalah bapak seluruh orang-orang Arab’.”

Muhammad Al-Amin

Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menerima wahyu, orang-orang Quraisy menamakan beliau Al-Amin (orang yang terpercaya). Hal ini sebagaimana tergambar dalam peletakkan batu Hajar Aswad pada saat pembangunan (renovasi) ka’bah.

Periode Mekkah

Bangsa Arab mempunyai sejarah yang panjang, Mekah pada zaman kuno penduduk Arabia selatan umumnya sebagai pedagang karena terletak digaris lalulintas perdagangan yang terletak di wilayah sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arabia dan Irania.

Bangsa Arab dibagi menjadi dua bagian, yaitu Qahtan dan Adnan. Qahtan di Yaman, namun setelah hancur bendungan Ma’rib, membawa dampak petaka mereka bermigrasi ke Utara dan mendirikan Kerajaan Hirah dan Gassan. Sedangkan Adnan adalah keturunan Ismail Ibn Ibrahim yang banyak mendiami Arabia dan Hijaz.

Saba’, Ma’in dan Qutban adalah di antara kerajaan yang ada saat itu, semua berada di Yaman. Manadirah atau Hira dan Gasaan atau Gassasinah di Utara. Hijaz merupakan wilayah yang tetap merdeka.

Hal ini disebabkan oleh karena di daerah itu terdapat tempat suci, yakni Mekah yang di dalamnya terdapat tempat ibadah sebagai pusat, yaitu Ka’bah. Di samping Ka’bah ada sumur Zamzam yang sudah sejak masa Nabi Ismail. Kota suci Mekah selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah haji di bulan-bulan haji.

Beragama Menyembah Berhala

Agama penduduk Arab waktu itu terkenal dengan ritual penyembahan terhadap berhala atau paganisme. Mereka menyembah berhala pada mulanya hanya ketika orang-orang Arab tersebut hendak melakukan perjalanan keluar kota Mekah.

Mereka selalu membawa batu yang diambil dari sekitar Ka’bah. Mereka mensucikan batu tersebut dan menyembahnya di mana mereka berada mereka membuat patung untuk disembah dan zaman tersebut adalah zaman jahiliyah hingga menjelang lahir Rasulullah.

Kehadiran Agama Islam

Islam lahir di kalangan bangsa yang keras kepala, dan senantiasa menyembah berhala. Kegiatan dakwah dilakukan oleh Rasulullah SAW., hingga beberapa keluarganya mengikuti ajakan beliau seperti Abu Bakr.

Setelah Abu Bakar kemudian diikuti oleh teman-teman Abu Bakar lainnya seperti Usman Ibn ‘Affan, ‘Abdurrahman Ibn “Auf, Talhah Ibn ‘Ubaidillah, Sa’ad Ibn Abi Waqqas dan masih banyak lagi yang lainnya.

Hijrah Ke Madinah

Usaha dakwah itu mendapat tantangan dari kaum Quraiys Mekah hingga menyebabkan Rasulullah SAW., beserta sahabat-sahabatnya melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah) Rasulullah belum melakukan gebrakan struktur masyarakat Islam yang teratur hingga beliau hijrah ke Yatsrib (Madinah).

Namun hijrah ini juga menyebabkan gangguan yang semakin hebat terhadap Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Nabi tidak berputus asa atas gangguan tersebut. Rasulullah tetap konsisten dalam mendakwahkan ajaran Islam di kalangan orang Arab.

Kaum Muslimin Diboikot Kaum Quraisy

Kaum Quraisy memboikot kaum Muslimin dengan menggantungkan piagam di atas Ka’bah agar tidak berhubungan dengan kaum Muslimin. Kondisi ini tetap tidak menurunkan semangat dakwah dijalankan dengan penuh keuletan dan kesabaran.

Kaum Quraisy memboikot kaum Muslimin dengan menggantungkan piagam di atas Ka’bah agar tidak berhubungan dengan kaum Muslimin. Kondisi ini tetap tidak menurunkan semangat dakwah dijalankan dengan penuh keuletan dan kesabaran.

Periode Madinah

Rasulullah SAW. bersama Abu Bakr, dipandu oleh ‘Abdullah Ibn ‘Uraiqit menuju Madinah (Yatsrib). Kaum Quraisy Mekah merasa khawatir atas hijrah Rasulullah SAW. Kekhawatiran ini mendorong keinginan kaum Quraisy untuk melakukan tindakan keji, yakni keinginan untuk membunuh Rasulullah SAW.

Dengan perjuangan Rasulullah SAW. Akhirnya, beliau sampai di Yatsrib(Madinah) pada hari juma’at, 12 Rabiulawal tahun 1 Hijriyah bertepatan tanggal 27 September 622 Miladiyah dan disambut oleh penduduk Yatsrib dengan suka cita.

Sambutan Hangat Penduduk Yatsrib

Sambutan hangat penduduk Yatsrib dibalas oleh Rasulullah SAW. dengan perlakuan sangat bijaksana. Rasulullah SAW. mendirikan masjid di depan rumahnya Abu Wahab tanah dibeli dari dua anak yatim, ini merupakan masjid pertama yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. untuk dibangun mengarah ke Baitul Maqdis dan diberi nama Masjid Nabawi.

Mulai Membangun Masyarakat Islam

Di Madinah, Rasulullah SAW. membangun masyarakat Islam. Rasulullah SAW. meletakkan dasar-dasar Islam dengan pembangunan masjid untuk tempat berkumpul dan bertemu selain untuk beribadah.

Masjid tersebut digunakan juga untuk mengadili perkara, jual beli dan lain-lain. Mesjid ini berperan besar mempersatukan umat Islam yang terdiri dari berbagai suku, multi fungsi.

Membuat Piagam Madinah

Selain membangun masjid, Rasulullah SAW. juga membuat perjanjian (Piagam Madinah) yang isinya, yaitu mempersaudarakan kaum Ansar dan kaum Muhajirin.

Konsep Masyarakat Madani

Dasar-dasar Rasulullah SAW. membuat perjanjian untuk saling membantu antara kaum Muslimin dan bukan Muslimin. Dasar berikut diletakkan landasan politik, ekonomi dan kemasyarakatan bagi negeri Madinah.

Prinsip keadilan, persamaan derajat antara manusia adalah dasar politik yang ditegakkan oleh Rasulullah SAW. Mengandung 40 pasal inilah yang disebut Piagam Madinah, oleh bangsa-bangsa saat ini disebut dengan “civil society” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Masyarakat Madani”

Melindungi Masyarakat Non Muslim

Pada masa pemerintahan Rasulullah SAW masyarakat yang memeluk Islam dan yang tidak mengikuti ajaran beliau mereka merasakan ketenangan jiwa dan hak asasi dilindungi sehingga terdapat rasa keamanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Walaupun demikian, perang terjadi karena kaum Yahudi mengingkari Piagam Madinah sampai sekarang pun watak kaum Yahudi sama selalu mengingkari perjanjian yang telah disepakati. Kondisi seperti ini berlangsung hingga masa Khulafaurrasyidin memegang roda pemerintahan di Madinah.

Demikian masa Rasulullah SAW. dari periode Makkah sampai pada periode Madinah, dimana setelah kepemimpinan Rasulullah SAW. selesai kemudian diteruskan oleh para sahabat Rasulullah SAW. yang kemudian disebut dengan kulafaur rasyidin.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi kita semua amiin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahamatullahi wabaraktuh.

Tinggalkan komentar