Sejarah Perang Islam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Konsep Perang zaman Nabi

Secara umum, pembahasan sejarah peperangan Nabi Muhammad SAW  menggunakan dua konsep utama yaitu ghazwah dan sariyah. Secara sederhana ghazwah dapat dimaknai sebagai pertempuran dan sariyah dapat dimaknai sebagai ekspedisi militer.

Melalui kedua konsep inilah, kontruksi sejarah peperangan Nabi Muhammad SAW dinarasikan oleh Ibnu Ishaq, Ma’mar Ibn Rasyid, dan Al Waqidi.

Kedua konsep ini pada dasarnya merupakan representasi pemikiran Arab klasik yang sederhana dalam memahami peperangan yang lazim terjadi di antara klan-klan dan suku-suku Arab.

Sejarah Terjadinya Perang

Sebab atau latar belakang terjadinya perang di masa nabi sesungguhnya berlangsung saat Nabi Muhammad SAW. dan para sahabat masih berada di Mekah.

Ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat hijrah ke Madinah, tindakan tersebut adalah sebuah usaha mengungsi untuk menghindari konflik yang lebih besar dengan Quraisy Mekah.

Namun, utusan Quraisy Mekah yang datang ke Madinah dan menyatakan akan memerangi Nabi SAW dan para sahabat telah mengubah status diantara Quraisy Mekah dengan Kaum Muslimin menjadi perang.

Perang kemudian berlangsung dari satu ekspedisi militer ke ekspedisi militer lainnya dan dari satu pertempuran ke pertempuran lainnya, dimana akhir dari Perang Mekah – Madinah adalah peristiwa pembebasan Mekah atau yang kita kenal dengan istilah Fathul Makkah yang terjadi  Pada Tahun 8 Hijriyah/630 M.

Pada peristiwa Pembebasan Mekah, Nabi Muhammad SAW berhasil mengakhiri perlawanan Quraisy Mekah dengan kemenangan tanpa pertempuran.

Perang Untuk Mempertahankan Diri

Peperangan dalam Islam adalah suatu hal yang wajar untuk melindungi dan mempertahankan diri, karena sesuai dengan kebiasaan masyarakat Arab pada saat itu, mereka sangat menekankan hubungan kesukuan, sehingga kesetiaan atau solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabilah atau suku.

Sehingga terbentuk kepribadian mereka yang sangat suka berperang, oleh karena itu peperangan antar suku sering sekali terjadi. Sikap ini tampaknya telah menjadi tabiat yang mendarah daging dalam diri orang Arab, situasi demikian ini terus berlangsung sampai agama Islam lahir.

Ketika kaum Quraisy mulai menentang dan menghalang-halangi Nabi Muhammad SAW. serta para sahabatnya untuk menjalankan perintah agama, bahkan mengobarkan perang untuk memusnahkan mereka.

Nabi tidak punya pilihan lain kecuali harus mempertahankan keyakinan dan nyawanya dengan semua kekuatan yang dimiliki. Dalam keadaan seperti ini, mereka diberi izin untuk melakukan perlawanan juga mempertahankan diri dari ancaman pihak musuh.

Dalil Diperbolehkannya Perang

Sebagaimana yang terkandung dalam:QS. Al-Hajj Ayat 39-40.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقْتَلُوْنَ بِأَنَّهُمْ ظُلأِمُوْاۚ وَاِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۝ الَّذِيْنَ أُخْرِجُوْا مِنْ دِيٰرِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُوْلُوْ رَبُّنَا اللهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللهِ كَثِيْرًأ ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ ۝

 “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata:

“Tuhan Kami hanyalah Allah”. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.”

Alasan Memilih Jalan Perang

Pada hakekatnya, kemungkaran akan mengancam perdamaian dan kedamaian, menghancurkan kehidupan moral, rohani, dan ekonomi umat manusia.

Ada beberapa kategori perang dalam Islam mengapa peperangan diambil sebagai jalan akhir untuk menghadapi lawan atau pihak musuh yang tidak bisa diselesaikan dengan cara berunding;

Alasan Pertama

Pertama, untuk mengakhiri teror dan penindasan menjadi situasi damai, untuk dapat menjalankan kepercayaan tanpa campur tangan dan rintangan dari siapapun juga.

Alasan Kedua

Kedua, diharuskan untuk menegakkan hukum dan keadilan sehingga semua orang kaya dan miskin, kuat dan lemah, dapat memperoleh perlindungan hukum dan hak-hak mereka atas dasar yang sama tanpa ada perbedaan.

Banyaknya Tekanan Dari Pihak Luar

Bermula ketika Nabi Saw menjaga kedaulatan wilayahnya, sehingga muncul sejumlah pertikaian yang terjadi antara pihak kaum Muslimin dan Musyrikin Quraisy.

Banyak dari suku Quraisy menentang keras terhadap dakwah Nabi Saw, karena mereka ingin mempertahankan tradisi lamanya; mereka khawatir jika struktur masyarakat dan kepentingan-kepentingan dagang mereka akan terancam oleh ajaran Nabi Muhammad Saw yang menekankan keadilan dan persamaan sosial.

Bermacam tindakan yang dilakukan kaum Quraisy untuk menghentikan dakwah Nabi Saw, namun usaha itu sering mengalami kegagalan dan justru semakin bertambah jumlah kekuatan Islam ini. Bahkan di tengah meningkatnya kekejaman itu dua orang kuat Quraisy masuk Islam, yakni Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab.

Awal Mula Adanya Perlawanan

Islam melakukan perlawanan ketika nyawa dan kepercayaannya diancam dan tidak punya pilihan lain kecuali mempertahankannya dengan kekuatan maupun senjata.

Perlawananya adalah suatu strategi mempertahankan diri yang dipaksakan kepadanya oleh musuh-musuhnya. Kemudian Islam berjuang dengan penuh semangat dan mengalahkan musuh-musuhnya di segala lini.

Demikian sejarah terjadinya perang yang pernah terjadi dalam Islam. Islam tidak mengobarkan perang kecuali sudah dalam keadaan darurat, sudah dalam kondisi tidak ada cara lain untuk menyelesaikan penindasan yang diterima oleh kaum muslimin, sehingga perang diadakan untuk membela diri.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi kita semuanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Tinggalkan komentar