Sejarah Perkembangan Islam Di Eropa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Agama Islam, sejak awal kemunculan hingga hari ini terus mengalami perkembangan dan kemajuannya. Islam pernah mengawali masa-masa kejayaan terutama pada masa Khalifah Abasyiah.

Setelah pada masa itu kemudian pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah Islam terus mengalami perluasan wilayah hingga berhasil masuk ke wilayah benua Eropa.

Islam masuk ke wilayah Eropa dengan memasuki Afrika Utara sebagai pintu gerbangnya. Selanjutnya Islam terus mengalami perkembangan dan kemajuan di berbagai Negara-negara Eropa lainnya hingga saat ini.

Pada pembahasan kali ini kami Nyamankubro akan sedikit mengulas sejarah awal masuknya Islam ke Eropa hingga bagaimana Islam mengalami perkembangannya hingga ke barbagai Negara-negara di Eropa.

Sejarah Masuknya Islam Ke Eropa

Sebelum Agama Islam masuk ke wilayah Eropa, agama Kristen mulai bersinar di Eropa ketika pada tahun 313 M1. Islam masuk ke Eropa pada tahun 705-715 M, melalui Negara Spanyol, namun sebelum Islam masuk ke Spanyol, Islam terlebih dulu menguasai Afrika Utara.

Afrika merupakan batu loncatan umat Islam untuk masuk ke Spanyol dan menyebar luaskan Agama Islam. Masuknya Islam melalui Spanyol dan menyebar ke Eropa pada masa itu membuat perekonomian, sosial, budaya, maupun pendidikan di Eropa berkembang pesat2.

Penaklukan Negara Andalusia (Spanyol)

Islam mulai masuk ke Eropa sudah dimulai dari berabad-abad yang lalu. Semua itu diawali oleh penaklukan negara Andalusia pada tahun 756 M – 1492 M di Semenanjung Iberia.

Kemudian berlanjut melalui Sisilia serta penaklukan wilayah Balkan yang dilakukan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah. Kehadiran dan perkembangan Islam di Eropa kemudian berlanjut dari imigrasi besar-besaran umat Islam yang berada di negara-negara Islam menuju Eropa setelah selesai Perang Dunia Kedua.

Umat Muslim Mulai Memasuki Eropa

Umat muslim mulai memasuki benua Eropa sejak adanya permintaan bantuan kepada Musa bin Nushair yang waktu itu menjabat Gubernur Afrika Utara oleh seorang bansawan Gothia Barat bernama Graf Yulian yang sedang berkuasa di Geuta Afrika Utara.

Waktu itu dia meminta bantuan agar Gubernur bisa membantu keluarga “Witiza” yang sedang menghadapi konflik dengan tentara roderik yang waktu itu memberontak merebut singgasana keluarga “Witiza” pada tahun 710 M.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Musa kepada khalifah Walid bin Abdul Malik di Damaskus. Diluar dugaan permintaan itu dengan catatan agar Musa berhati-hati.

Sebagai antisipasi dan penjagaan, maka dikirimlah 200 orang pasukan yang dipimpin oleh Tharif bin Malik. Pasukan ini mendarat di Tarifa.

Setelah diselidiki, Tharif bin Malik akhirnya meyakinkan Musa akan kesungguhan Graf yulian yang memang benar-benar meminta bantuan.

Musa pun menyampaikan kepada Khalifah Walid bin Walid, setelah berunding dikirimlah pasukan pilihan yang dipimpin Thariq bin Ziyad seorang panglima besar yang gagah dan sangat berani, pasukan ini dikirim melalui kota Tanger yang menyebrangi serat Giblatar.

Pertempuran Melawan Pasukan Roderik

Pada tahun 91 H atau 710 M, pasukan Thariq bin Ziyad mendarat di Spanyol tepat disaat kekuatan dan konsentrasi pasukan Roderik sedang bergerak menuju wilayah Spanyol utara, hal ini dilakukan guna menghindari pemberontakan.

Namun satu hal yang menarik dari kepemimpinan Thariq bin Ziyad ini, ketika semua kapal telah mendarat, dia memerintahkan kepada anak bawahnya untuk membakar semua kapal yang ada.

Hal ini dilakukan agar semua pasukannya berjuang dengan sungguh-sungguh, mengeluarkan segenap kemampuan yang dimiliki, dan tak ada lagi dalam pikiran pasukannya untuk mundur atau pulang kecuali sudah menang.

Strategi nekad yang dilakukan oleh Thariq bin Ziyad ini terkenal hingga sekarang. Srategi yang dilakukan Thariq bin Ziyad ternyata memberikan efek yang sangat besar dan bisa membakar semangat para pasukannya.

Akhirnya dengan perjuangan yang tak pantang menyerah mereka bisa menaklukkan benteng lawan walau pada saat itu jumlah musuh jauh lebih banyak dari pada pasukan kaum muslimin.

Pada suatu pertempuran di kota Xeres, tentara Rodherik banyak yang tewas, hal ini berarti semakin memudahkan langkah pasukan kaum muslimin untuk menaklukkan kota-kota selanjutnya.

Akhirnya kota demi kota bisa direbut, sebut saja seperti kota Malaga, Cordova dan Toledo yang menjadi ibukota Gothia Barat.

Kemenangan Tentara Muslim

Kabar keberhasilan Thariq bin Ziyad ini berhembus ke telinga Musa bin Nushair yang akhirnya ingin turut menyusulnya ke Spanyol dengan turut membawa pasukan sebanyak 10.00 orang.

Di kota Toledo keduanya bertemu dan sempat terjadi perselisihan, namun itu tidak terjadi lama karena bisa didamaikan oleh khalifah.

Setelah damai, keduanya bahu membahu melanjutkan perjuangan untuk menaklukkan kota-kota berikutnya seperti Saragosa, Casytylia, Arogan dan Barcelona hingga pegunungan Pyrenia.

Hampir seluruh Andalusia kecuali wilayah Glacia sudah berada dalam genggaman kaum muslimin hanya dalam kurun waktu 7 tahun.

Perkembangan Islam Di Eropa

Dari pembahasan di atas secara bertahap namun pasti, Islam dapat tersebar dan berkembang begitu pesat hingga ke barbagai Negara-negara di wilayah Eropa. Negara-negara tersebut antara lain sebagai berikut;

  1. Islam Di Spanyol

Pada tahun 1975 di Spanyol sekelompok pemuda masuk Islam, disana mereka membangun peradaban muslim di kota Cordova.

Selanjutnya pada tahun 1978 setelah memohon izin pada pemerintah Cordova, mereka akhirnya bisa melaksanakan Shalat Idul Fitri di Kathedral.

Bahkan pada saat itu, walikota Tulio Angulia memberikan kebijakan tentang toleransi antar umat beragama.

Hal yang dia lakukan salah satunya menawarkan kepada umat Islam menggunakan taman kota untuk shalat berjamaah dan Idul Adha, tak lupa diapun memberikan tenda besar agar umat Islam bisa semakin khusyuk dan nyaman ketika shalat.

Terdapat pula sekolah yang dikelola oleh Dr. Umar Faruq Abdullah yang mengajar ilmu Al-quran, bahasa arab, hadist, fiqih, tafsir dan masih banyak yang lainnya.

  1. Islam Di Belgia

Di negara Belgia, berdiri sebuah gedung Islamic Center sebagai pusat kegiatan dakwah islam. Pada tahun 1980 diselenggarakan Mukhtamar Islam di Eropa tepatnya di kota Brussel. Pada waktu itu umat Islam yang berada di Belgia mencapai 150.000 orang.

  1. Islam Di Austria

Pada awal abad 15 H di Austria, tepatnya pada tahun 1979 di kota Wina, dibangun sebuah gedung Islamic Center yang memiliki kapasitas 30.000 orang.

Di gedung ini terdapat berbagai fasilitas seperti perpustakaan, perumahan, madrasah, serta masjid jami’. Di sana pun agama Islam menjadi agama yang kedua diakui setelah agama Kristen.

  1. Islam Di Belanda

Telah dibangun sebuah masjid yang megah di kota Almeo, Belanda. Di kota ini juga terbentuk fererasi organisasi Islam yang dipimpin warga asli belanda yang bernama Abdul Wahib Van Bomel.

Abdul wahib memperjuangkan agar semua buruh yang beragama Islam bisa diberi kesempatan keleluasaan waktu untuk menjalankan shalat lima waktu.

Di kota Redderect pada tanggal 14 oktober 1983, telah dibangun sebuah masjid yang memiliki kapasitas 500 orang yang dilengkapi berbagai fasilitas, diantaranya tempat wudhu, ruang tamu, ruang diskusi dan masih banyak yang lainnya.

Pertumbuhan umat Islam di negara ini juga sangat pesat dan dari tahun ke tahun terus meningkat. Yang awalnya hanya ratusan orang kini bertambah menjadi ratusan ribu orang.

  1. Islam Di Roma

Sudah menjadi rahasia umum, Roma merupakan pusat peradaban umat Khatolik. Di sini banyak berdiri gereja yang jumlahnya mencapai hampir 900-an, baik itu gereja milik Khatolik, Orthodox, Protestan, Snayoge ataupun Yunani.

Memang perkembangan Islam di wilayah ini tidak seperti wilayah Eropa lainnya yang tumbuh begitu pesat.

Meskipun begitu, pada tahun 1984 umat islam berhasil meletakkan batu pertama untuk pembangunan masjid di Taman Most Antene di Pariali. Masjid ini sendiri diresmikan pada tahun 1995.

  1. Islam Di Inggris

Di negara Inggris, perkembangan umat Islam cukup bagus. Hal ini terjadi karena adanya dukungan dan faktor kepindahan Universitas Islam Toledo dari Spanyol menuju Inggris.

Sejak saat itu perkembangan Islam di sini mulai menyebar dan mulai bisa diterima oleh penduduk asli. Ada salah satu tokoh yang sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam, yakni Mozarebes.

Adapun penyebaran paham dan pengembangan Islam itu dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, baik kepada anak-anak maupun orang dewasa.

Pasca perang dunia kedua, terjadi arus imigrasi kaum muslimin menuju Eropa tak terkecuali Inggris. Hal ini semakin meningkatkan pertumbuhan umat Islam di negara ini.

  1. Islam Di Jerman

Perkembangan umat Islam di Jerman terbilang sangat cepat, sehingga dalam sebuah penelitian sekitar 40% penduduk Jerman yang dibawah 18 tahun sudah memeluk agama Islam.

Kekuatan Islam di sini sangat kuat karena menyatukan berbagai kelompok yang ada dan bisa menambah percaya diri umat Islam di sini menyebarkan ajaran Islam lebih luas lagi.

  1. Islam Di Perancis

Perancis termasuk sebuah negara Eropa yang mempunyai jumlah umat Islam yang besar di negaranya karena hubungan sejarahnya dengan sebagian dunia Islam.

Islam merupakan agama terbesar kedua di Perancis setelah Katolik. Umat Islam di negara ini terdiri dari hampir 6 juta orang.

Islam kemudian terus menyebar melalui dakwah para pejuang-pejuang Islam di berbagai wilayah hingga hari ini. Bukan hanya di Indonesia bahkan di Negara-negara dengan agama non Muslim terbesar seperti Roma, Islam dapat bersatu dan berkembang membentuk peradabannya sendiri.

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan berkaitan dengan pembahasan sejarah Islam di Eropa. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan bagi para pembaca sekalian.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar