Fiil Amar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kata perintah merupakan salah satu bagian bab yang juga penting apabila kita sedang mempelajari bahasa arab. Bila dalam bahasa Indonesia kata perintah biasanya akan ditunjukan dengan menggunakan tanda seru di akhir kata.

Akan tetapi dalam bahasa arab kata perintah disebut dengan fiil amar. Seperti apa pembahasan mengenai fiil amar. Simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Fiil Amar

Fiil ialah kata kerja, sedangkan yang dimaksud dengan Fi’il amar adalah kata kerja untuk perintah. Semisal kita hendak mengatakan “tulislas” atau Makanlah dengan segera” nah kalimat tersebut merupakan kata perintah. Dalam bahasa arab, kalimat tersebut disebut dengan fiil amar. Contohnya:

Contoh Fiil Amar

Perhatikan contoh-contoh dibawah ini untuk lebih jelasnya;

اُ كْتُبْ (tulislah!)

اِعلَمْ (ketahuilah!).

اِشْرَبْ (minumlah!)

اِضْرِبْ (pukullah!)

Failnya Fiil Amar

Fail adalah pelaku atau subjek bila dalam pembahasan bahasa Indonesia. Dalam bahasa arab subjek dari kata fiil disebut dengan fail. Failnya fiil mudhore ialah dhomir mukhotob yang tersimpan di dalam fi’il tersebut.

Sebagai penjelasnya begini. Fiil amar adalah kata perintah, maka seseorang tidak mungkin mengucapkan kalimat perintah bila tidak ada lawan bicaranya. Nah lawan bicara itulah sebagai orang kedua, hanya saja orang kedua disitu tidak tertulis langsung dalam kalimat film amar.

Berbeda dengan fiil madhi atau fiil mudhori’, semisal kita hendak mengatakan “sudah makan” maka dari kalimat tersebut menimbulkan pertanyaan “siapakah yang sudah makan?” sehingga pelaku atau fail dari fiil mudhori’ tersebut harus disebutkan.

Meskipun dalam bab fail nanti terdapat pembahasan fail dhihir dan fail dhomir yaitu fail yang tertulis langsung dan fail yang tidak tertulis langsung. Akan tetapi baik dhohir atau pun dhomir fail dari fiil madhi dan mudhori’ selalu tertulis. Tidak seperti failnya fiil amar yang pasti tersimpan atau disebut dengan fail dhomir.

Baca Juga: Fiil

Wazan Wazan Fiil Amar

Apa sih yang dimaksud dengan wazan? Wazan ialah pola kata dasar dalam bahasa arab. Dengan pola dasar terdiri dari huruf fa’ ‘ain dan lam ( (فَعَل. Wazan-wazan fiil amar ialah:

اِفَعَلْ

اِفْعِلْ

اُفْعُلْ

فَعِّلْ

فَاعِلْ

اَفْعِلْ

اِفْتَعِلْ

اِنْفَعِلْ

اِسْتَفْعِل

تَفَعَّلْ

تَفَاعَلْ

Cara Menjadikan Fiil Amar

Rangkaian kalimat fiil dalam tasrifan dimulai dari fiil madhi kemudian mudhore, mashdar, mashdar mim, isim fail, isim maf’ul, fiil amar kamudian fiil nahi. Cara menjadikan fiil madhi menjadi fiil mudhori’ adalah dengan cara menambahkan huruf mudhoroah di depannya dan kemudian fiil tersebut dibaca rofa’ karena fiil mudhori’ hukumnya rofa’.

Dari fiil mudhori’ dijadikan sebagai fiil amar caranya ialah dengan membuang huruf mudhoroahnya dan dibaca jazm atau sukun. Bila huruf yang terletak setelah huruf mudhoroah ternyata hurufnya mati maka diberi hamzah, disebut hamzah washol.

Contoh:

قَرَأَ – يَقْرَأُ – أِقْرَأْ

نَظَرَ – يَنْظُرُ – اُنْظُرْ

سَبَّحَ – يُسَبِّحُ – سَبِّحْ

Pemakaian Fiil Amar

Fiil amar ialah kalimat kata kerja perintah, dengan kata lain fiil amar ini nantinya digunakan untuk memerintahkan suatu pekerjaan kepada lawan bicaranya. seperti hendak mengatakan duduklah wahai saudaraku, kalimat tersebut bila diucapkan dalam bahasa arab maka menggunakan kalimat fiil amar.

اِجْلِسْ يَأَخِيْ (duduklah wahai saudaraku)

اُكْتُبْ كِتَابَةَ فِي كِتَبِكَ  (tulislah! Tulisan di bukumu)

Hukum Fiil Amar

Kalimat fiil hukumnya madni kecuali fiil mudhori’ yang tidak kemasukan nun taukid dan nun ta’nis. Fiil madhi hukumnya  madni, sedangkan fiil amar hukumnya yaitu jazm. Artinya setiap fiil amar pasti dibaca jazm. Adakalanya jazm dengan sukun, jazm dengan membuang huruf nun.

Tinggalkan komentar