Contoh Mad Wajib Muttashil

Membahas al-qur’an dan segala yang terkandung di dalamnya memang tidak akan ada habisnya. Begitu pula membahas mengenai ilmu untuk membaca al-qur’an. Sungguh sangat luas ilmu Allah SWT di dunia ini. pada kesempatan kali ini admin akan berbagi ilmu tentang Contoh Mad Wajib Muttashil.

Ilmu tajwid memang tidak ada habisnya kita bahas. Dari mulai makhirojul huruf sebagai pembahasan yang paling dasar sampai pada pembahasan ghoroibul qiroah atau bacaan-bacaan yang yang jarang terdapat di dalam Al-qur’an.

Pada kesempatan kali ini terlebih dahulu kami mohon izin kepada segenap pembaca untuk mengulas tentang materi mad wajib muttashil. Apa sih yang dimaksud dengan mad wajib muttashil? Berikut pengertiannya.

Pengertian Mad Wajib Muttashil

Mad wajib muttashil yaitu apabila terdapat bacaan mad bertemu dengan hamzah yang berkumpul dalam satu kata, maka dinamakan bacaan mad wajib muttashil. Bacaan mad yang dimaksud adalah bacaan mad thobi’i seperti pada pembahasan tentang mad thobi’i.

Cara Membaca Mad Wajib Muttashil

Panjang bacaan yang wajib dibaca ketika menemukan bacaan mad wajib muttashil adalah lima harakat. Biasanya ustadz atau guru ngaji memberi ketukan sebagai patokan untuk menentukan panjang bacaan mad wajib muttashil tersebut.

Bacaan Mad wajib muttashil biasanya ditandai dengan adanya harokat yang melengkung diatas hurf hijaiyah. Nah harakat yang melengkung seperti alis itu cara membacanya dipanjangkan sebnayak lima harakat.

Baca Juga : Mad Shilah Thowilah

Berikut kami sajikan beberapa contoh bacaan mad wajib muttashil. Semoga dapat memudahkan para pembaca untuk belajar membaca al-quran. Agar lebih mudah untuk menentukan panjangnya bacaan lima harakat tersebut, maka boleh menggunakan ketukan tangan untuk mengukurnya.

Contoh Bacaan Mad Wajib Muttashil

جَآءَ : pada huruf jim (ج) dibaca panjang sebanyak lima harakat

سَآءَ : pada huruf sin (س) dibaca panjang sebanyak lima harakat

سِيٓءَ : pada huruf sin (س) dibaca panjang sebanyak lima harakat

سُوٓءَ : pada huruf sin (س) dibaca panjang sebanyak lima harakat

Bacaan Mad Wajib Muttashil Pada Ayat Al-Quran

وَاَنَّ الْفَضْلَ بِيَدِاللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَآءُ : pada lafadz يَشَآءُ huruf syin dibaca panjang lima harakat

هُوَاللهُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنَى : pada lafadz الْأَسْمَآءُ  huruf mim dibaca panjang lima harakat

فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ بَرِيْٓءٌ مِنْكَ : pada lafadz بَرِيْٓءٌ huruf ro dibaca panjang lima harakat

أَصْحَبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ : pada lafadz الْفَآئِزُوْنَ  huruf fa dibaca panjang lima harakat

وَالَّذِيْنَ جَآءُوْمِنْ بَعْدِهِمْ : pada lafadz جَآءُوْ huruf jim dibaca panjang lima harakat

وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءُ اَبَدًا : pada lafadz وَالْبَغْضَآءُ huruf dhod dibaca panjang lima harakat

وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَآءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّ : pada lafadz جَآءَ huruf jim dibaca panjang lima harakat

Itulah beberapa contoh mengenai bacaan mad wajib muttashil. Didalam membaca al-qur’an tentu terdapat banyak sekali bacaan mad wajib muttashil. Sekali lagi kami sampaikan bahwa mad wajib muttashil cirinya yaitu bila menemukan bacaan mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata.

Ciri-ciri lain yang mendasar pada bacaan mad wajib muttashil adalah adanya harakat melengkung seperti alis dan huruf setelahnya berupa huruf hamzah, maka dinamakan bacaan mad wajib muttashil.

Cara membaca bacaan mad wajib muttashil adalah lima harakat atau dua setengah alif. Nah biasanya bila kita belajar mengaji di surau-surau, biasanya ustadz atau pembimbing ngaji akan mengeja bacaan mad wajib muttashil tersebut dengan memberi ketukan sebanyak lima ketukan. Sebagai tanda panjangnya bacaan.

Baca Juga : idgham bilaghunnah

Terima kasih kami sampaikan kepada segenappembaca yang budiman. Jangan menyerah terus belajar selalu. Banyak sekali muslim diantara kita yang belum bisa membaca al-qur’an. Bila belum bisa dengan aksara arabnya maka bacalah dengan aksara latinnya.

Yang terpenting adalah jangan berhenti belajar, karena al-quran akan menjadi pembela di akhirat kelak untuk siapa saja yang membacanya dengan ikhlas.   

Tinggalkan komentar