MAD SHILAH THOWILAH

MAD SHILAH THOWILAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Membaca adalah syarat mutlak bagi siapa saja yang sedang belajar. Berkembangnya teknologi tidak akan pernah bisa kita hentikan atau kita hindari. Oleh sebab itu baik melalui media masa, media sosial atau melalui dunia maya (internet) kita dapat mengakses berbagai informasi yang kita inginkan. seperti contohnya informasi pada kesempatan kali ini admin memberikan informasi tentang hukum bacaan mad shilah thowilah.

Termasuk juga untuk mencari materi-materi suatu kajian ilmu yang sedang kita butuhkan. Akan tetapi kembali lagi kami ingatkan bahwa belajar sesungguhnya tetap harus ada seorang guru yang menjadi pembimbing.

Sehingga bila terdapat ketidak pahaman dapat ditanyakan kepada yang bersangkutan atau kepada yang memberi keterangan secara langsung. Tanpa ada rasa khawatir pemahaman yang kita terima sudah benar atau belum.

Baca Juga : Mad Lazim Harfi Musyabba

Melalui artikel berikut ini akan kami ulas mengenai pembahasan bab mad shilah thowilah. Yaitu salah satu bab dalam ilmu tajwid yang tentu akan sangat banyak kita jumpai bila membaca al-qur’an.

Brekaitan dengan pentingnya belajar ilmu tajwid maka kami sajikan melalui artikel ini dan semoga siapa saja dapat dengan mudah mengaksesnya. Akan tetapi bila terdapat ketidak pahaanari ketrangan yang kami sajikan mohom untuk mengirim pesan kepada kami.

Agar kami dapat memberi jawaban atas apa yang anda tanyakan dengan gamblang dan dengan contoh-contoh yang mudah dipahami tentunya. Mari lanjutkan membaca dan simak baik-baik keterangan artikel di bawah ini

PENGERTIAN MAD SHILAH THOWILAH

Pada Kesempatan Kali ini, sebelum membahas lebih banyak, simak terlebih dahulu apa arti dari kata shilah itu sendiri.

Baca Juga : Hukum bacaan Qolqolah

Kata shilah artinya penghubung sedangkan thowilah artinya panjang. Mad shilah thowilah artinya memanjangkan bacaan sebanyak lima harakat, yaitu ketika ada Ha’ dhomir (هِ / هُ) tunggal yang terletak di akhir kalimat disambut atau bertemu dengan hamzah (ء) dan huruf sebelumnya tidak berharakat sukun.

Namun berbeda halnya apabila huruf sebelum Ha’ dibaca sukun. Apabila huruf sebelumnya berharakat sukun, maka Ha’ (هِ / هُ) tidak boleh dibaca panjang.

CARA MEMBACA MAD SHILAH THOWILAH

Bacaan mad secara keseluruhan pada dasarnya adalah membahas panjang bacaan karena adanya sebab-sebab tertentu. , cara membaca bacaan mad shilah thowilah ialah dibaca panjang sebanyak lima harakat.

Maka bila mana sedang membaca al-qur’an dan menemukan bacaannya, maka harus dibaca panjang sebanyak lima harakat. Atau untuk mengukur panjang bacaan tersebut dapat juga dengan menggunakan ketukan tangan.

Sehingga ketika membaca bacaan mad shilah thowilah panjangnya dapat diketahui dan dikira-kirakan dengan teliti.

Contoh bacaan mad shilah thowilah

عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَاشَآءَ : perhatikan pada potongan ayat di samping. Lafad yang bergaris bawah, maka wajib dibaca panjang sebanyak lima harakat.

قُلْ اَفَا تَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَآءَ : perhatikan pada potongan ayat di samping. Lafad yang bergaris bawah, maka wajib dibaca panjang sebanyak lima harakat.

فَلْيَأتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُو صٰدِقِيْنَ : perhatikan pada potongan ayat di samping. Lafad yang bergaris bawah, maka wajib dibaca panjang sebanyak lima harakat.

Baca Juga : Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓ اِنَّا اِذًا لَّفِي ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ : perhatikan pada potongan ayat di samping. Lafad yang bergaris bawah, maka wajib dibaca panjang sebanyak lima harakat.

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحَآدُّوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اُولٰٓئِكَ فِى الْاَذَلِّيْنَ : perhatikan pada potongan ayat di samping. Lafad yang bergaris bawah, maka wajib dibaca panjang sebanyak lima harakat.

Demikian pembahasan bab shilah thowilah yang dapat kami berikan. Kurang dan lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarya. Semoga senantiasa kita diberika keistiqomhan dalam kebaikan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Satu pemikiran pada “MAD SHILAH THOWILAH”

Tinggalkan komentar