Keutamaan Shalat Berjamaah

SHOLAT BERJAMAAH

Sholat menurut arti bahasa adalah berdoa. Sedangkan menurut syara’ adalah menghadapkan jiwa dan raga kehadirat Allah (sebagai bentuk pengabdian) dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, sesuai syarat-syarat yang telah ditentukan.

Sholat berjamaah itu bila dibandingkan dengan sholat sendirian (munfarid), maka pahalanya dua puluh tujuh kali. Di dalam shalat jama’ah, Imam sebagai pimpinan yang harus ditaati oleh ma’mum. Memilih imam tidak sembarangan orang, yang perlu diperhatikan apabila memilih imam : 1) baik akhlaknya; 2) baik bacaannya; 3) baik suaranya.

Dalam sholat jama’ah, keraguan dan kelupaan sholat kadang-kadang diketahui oleh ma’mum. Apabila kesalahan tidak diketahui oleh ma’mum tetapi imam menyadari kalau dirinya terjadi kesalahan, maka caranya sama dengan sholat sendiri. Adapun kesalahan/kelupaan imam yang diketahui oleh ma’mum maka caranya sebagai berikut :

  • Apabila imam salah bacaannya ma’mum wajib menegurnya
  • Apabila imam salah gerakannya ma’mum wajib menegurnya dengan cara : ma’mum pria, menegurnya dengan mengucapkan kalimat “subhanallah”, bagi ma’mum wanita cukup dengan menepuk tangannya
  • Semua kejadian, ragu dan lupa dalam sholat ditutup dengan sujud sahwi, cara melakukan sujud sahwi, sujud sebelum salam
  • Apabila imam ingat kesalahan sesudah salam, maka sujudlah sesudah salam.

Pengertian Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah adalah sholat yang dikerjakan secara bersama-sama, seorang menjadi pemimpin (imam) dan yang lain menjadi makmum. Dengan demikian sholat berjamaah paling tidak (minimal) dilakukan oleh dua orang. Semakin banyak anggota jamaah, semakin utama pula sholat jamaah tersebut.

Hukum Sholat Berjamaah

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa hukum sholat berjamaah adalah sunah muakkad karena Rasulullah selalu melaksanakannya.

Syarat Menjadi Imam

Imam adalah orang yang memimpin sholat berjamaah, dia berdiri di depan anggota jamaah yang lain. Oleh karenanya seorang imam dalam sholat harus memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut :

  • Lebih fasih dalam membaca Al-Qur’an
  • Lebih luas wawasannya tentang agama Islam
  • Diutamakan yang lebih tua usianya
  • Berniat menjadi imam
  • Tidak mengikuti gerakan orang lain, sebaliknya anggota jamaah yang lain mengikuti gerakan imam
  • Mengikuti ketentuan imam laki-laki/perempuan sebagai berikut :

1.Bila makmumnya laki-laki maka imam harus laki-laki

2.Bila makmumnya perempuan semua maka imamnya boleh laki-laki maupun perempuan

Syarat Menjadi Makmum

  • Berniat menjadi makmum (mengikuti imam)
  • Mengikuti imam dalam setiap gerakan sholat, tidak boleh mendahului
  • Berada satu lingkungan sholat dengan imam
  • Mengetahui setiap gerakan yang imam lakukan baik secara langsung atau mengikuti saf di depannya
  • Harus berada pada posisi di belakang imam
  • Apabila imam batal maka makmum yang tepat di belakang imam yang menjadi pengganti/menggantikannya

Macam-Macam Makmum

Makmum dibagi menjadi dua macam, yaitu :

Makmum Muwafiq

Makmum yang secara sempurna dapat mengikuti imam sebanyak rakaat yang dilaksanakan oleh imam.

Bilangan rakaat tersebut dihitung sempurna apabila makmum masih sempat membaca surat Al Fatihah walaupun hanya satu ayat, kemudian dia bisa ruku bersama-sama dengan imam.

Hadist Rasululloh SAW :

Makmum Masbuk

Yaitu makmum yang tidak dapat mengikuti imam secara sempurna, sehinga dia harus menambah sendiri sejumlah rakaat sesudah imam salam.

Hadist Rasulullah SAW :

Saf Sholat Berjamaah

Saf adalah barisan dalam sholat berjamaah. Sebelum sholat berjamaah dimulai, imam mengingatkan kepada makmu agar saf (barisannya) dirapatkan dan diluruskan.

Hadist Rasulullah SAW :

Adapun posisi saf makmum digambarkan sebagai berikut :

Apabila makmum terdiri dari makmum laki-laki dan perempuan maka pengaturannya dari saf paling depan sebagai berikut :

  • Imam
  • Laki-laki dewasa
  • Anak-anak laki-laki
  • Perempuan dewasa
  • Anak-anak perempuan

Keutamaan Sholat Berjamaah

  • Pahala dan keutamaannya dilipatgandakan

  • Sarana berkomunikasi dan silaturahmi
  • Memupuk semangat kebesamaan
  • Menambah syiar / dakwah agama islam

Tinggalkan komentar