Sholat Istikharah

Pengertian Sholat Istikharah

Kata istikharah secara bahasa memiliki makna “meminta pilihan” jadi sholat istikharah adalah sholat yang ditujukan untuk meminta pilihan dari Allah SWT. Karena ada satu, dua atau beberapa hal yang harus diambil keputusannya. Sedangkan kita sebagai manusia tentu memiliki kekurangan untuk menentukan pilihan dengan setepat-tepatnya.

Baca Juga : Keistimewaan Sholat Tahajud

Menjalani kehidupan sehari-hari banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang kadang membuat bingung dan bimbang untuk diambil sebuah keputusan.

Memilih salah satu dari dua atau beberapa hal yang sama-sama kita inginkan memang berat dan membingungkan.Terkadang timbul rasa khawatir atau rasa salah pada diri sendiri bila keputusannya tidak tepat.

Akan tetapi sebagai manusia yang mulai beranjak dewasa tentunya tidak perlu risau untuk memilih dan menentukan satu dari dua atau beberapa pilihan yang harus kita pilih. Salah satu bentuk usaha untuk memasrahkan kepada Allah adalah dengan sholat istikharah.

Baca Juga : Niat Sholat hajat

Sholat istikharah sangat dianjurkan manakala seseorang sedang dihadapkan oleh pilihan yang membingungkan. Sholat istikhoroh hukumnya sunnah dilakukan dalam menentukan beberapa perkara.

Sebagai contoh misalnya seseorang dihadapkan dengan pilihan untuk memilih jodohnya. Ia dihadapkan pada kebimbangan antara hendak melamar atau tidak kepada seorang perempuan. Untuk menentukan pilihannya kadang timbul rasa bimbang di dalam hati. Benarkah ia jodohnya atau bukan?

Sebagai usaha batin agar segala sesuatu yang diambil nantinya tidak menyesal dikemudian hari, maka sholat istikharah sangat penting untuk dilakukan. Sehingga apapun yang akan kita ambil keputusannya sudah dipasrahkan kepada Allah SWT. Sehingga tidak khawatir akan timbul penyesalan dikemudian hari.

Sholat istikharah dilakukan bukan hanya untuk menentukan masalah jodoh saja. Misalnya untuk menentukan hendak melanjutkan ke sekolah mana setelah lulus nanti, maka sholat istikharah pun baik untuk dilakukan. Begitu pula dengan pilihan-pilihan yang lainnya sholat istikharah dapat menjadi media untuk berserah diri kepada Allah untuk suatu pilihan.

Dalam kitabnya Al-Adzkar imam Nawawi berpendapat, bahwa melaksanakan sholat istikharah hukumnya sunnah atau sangat dianjurkan dalam setiap perkara yang memiliki beberapa alternatif. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat jabir  Rasulullah saw bersabda;

Artinya :

Tata Cara Sholat Istikharah

Melaksanakan sholat istikharah pada dasarnya sama dengan menjalankan sholat sunnah mutlak. Adapun syarat-syaratnya yaitu suci dari hadats besar dan kecil, baik badan, pakaian dan tempat untuk melaksanakan sholat harus suci. membaca niat, takbiratul ikhram, membaca surat al-fatihah.

Sholat istikharah dikerjakan dengan dua rakaat. Setelah membaca surat al-fatihah pada rakaat pertama kemudian dilanjutkan dengan membaca surat al-kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua setelah membaca surat al-fatihah dilanjutkan dengan membaca surat al-ikhlas.

Niat Sholat Istikharah Arab

Niat Sholat Istikharah Latin 

Usholli sunnatal istikhooroti rok’ataini lillahi ta’ala

Terjemah Arti Niat Sholat Istikharah Latin

“aku niat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala”

Doa Istikharah ( Doa Sholat Istikharah )

Doa setelah sholat istikharah tersebut merupakan bentuk berserah diri kepada Allah mengenai urusan yang sedang dihadapi. Apabila hal tersebut baik untuk dunia dan akhiratnya maka sukseskanlah, namun apabila tidak maka Allah yang lebih tahu segalanya.

Setelah selesai melaksanakan sholat istikhoroh sebanyak dua rakaat, maka selepas salam membaca doa sebagai berikut;

Doa Sholat Istikharah

Doa Sholat Istikharah Latin

ALLOHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI’ILMIKA WA- ASTAQDIRUKA  BIQUDRATIKA , WA AS- ALUKA  MIN FADHLIKA AZHIIMI FAINNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA’A’LAMU WA ANATA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI. ALLAAHUMMA INKUNATA TA’LAMU  AN HAADZAL AMRA KHAIRUN LII FII DIINII WAMA’AASYII WA’AAQIIBU AMRI FAQDIRHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI WA-IN KUNTA TA’LAMUU ANNA HAADZAA SYARRUN LII FII DIINII WAMA’AASYII WA’ AAQIBATI AMRII FASHRIFU ‘ANNII FASHRIFNII’ ANHU WAQDIR LIYAL KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMA ARDHINII BIHII.

Terjemah Arti Doa Sholat Istikharah

“YA Allah saya mohon pilihan Menurut-Mu Pengetahuan-Mu, dan saya mohon dengan kekuasaan-Mu yang agung. Sesungguhnya engkau-lah yang kuasa, dan saya tidak kuasa, dan Engkau yang mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila engkau mengetahui bahwa urusanku ini bagiku, di dalam agamaku dan penghidupan-ku serta akibatnya (baik di masa sekarang atau masa mendatang), maka kekuasakanlah dan mudahkan untukku, kemudian berkahilah untuk-ku.Dan apabila engkau mengetahui bahwa sesungguhnya urusan ini berbahaya bagiku, Dalam agama ku dan penghidupan ku serta akibatnya (baik di mana sekarang atau masa mendatang) maka hindarkan-lah urusan itu dari padaku dan jauhkan  aku dari urusan itu, dan  tentukanlah yang terbaik untukku,  dimanapun berada, kemudian ridhaillah aku dengan kebaikan itu.”

(Waktu berdoa hajatnya  di sebutkan, dengan mengucapkan: Ya Allah jika Engkau Tahu bahwa urusan ini… ).

waktu menyebutkan hal yang di maksud dalam do’a tersebut di atas , hendaklah di sebutkan sesuatu hal yang di maksud  dalam persoalan itu.sesudah berdoa, memintalah segala sesuatu yang baik dilaksanakan  menurut cita cita dan maksud kita itu. suatu hal yang akan dialami itu begitu kuat  dan mantap dalam hati kita, itulah yang kita laksanakan  dan yang baik untuk  kita perbuat.

Bila suatu urusan telah dipasrahkan kepada Allah melalui sholat istokharah biasanya timbul rasa tenang di dalam hati. Hasil atau jawaban dari sholat istikharah biasanya hadir melalui mimpi dengan ungkapan atau petunjuk tertentu dari Allah SWT. Akan tetapi tidak setiap sholat istikharah jawabannya hadir melalui mimpi.

Kadang jawaban atau hasil dari sholat istikharah hadir langsung ke dalam hati. Yaitu melalui kemantapan hati. Mulanya hati selalu bimbang bila dihadapkan dengan urusan atau persoalan tersebut, akan tetapi setelah sholat istikharah hati menjadi lebih tenang dan mantap dalam menentukan pilihannya.

Solat istikharah dapat diulang sapai tiga kali bila pada sholat yang pertama belum juga menemukan keputusan. Dengan melaksanakan sholat istikharah, maka berarti segala sesuatu yang akan dipilih telah dipasrahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Sehingga tidak perlu lagi khawatir akan baik atau buruknya suatu perkara tersebut bagi kita.

Mengabaikan Hasil Istikharah

Mari coba kita renungkan bersama-sama mengenai mengabaikan hasil dari sholat istikharah. Ibarat seseorang menderita suatu penyakit kemudian orang tersebut berkonsultasi kepada dokter. Setelah berkonsultasi tentu mendapat keterangan dan jawaban dari dokter tersebut mengenai penyakit apa yang sedang dideritanya dan bagaimana cara mengobatinya.

Akan tetapi setelah mendapat keterangan dan solusi dari dokter orang tersebut bukan menjalankan perintah dari dokter tapi justru mengabaikannya. Maka dapat kita simpulkan sendiri bagaimana dengan kondisi orang tersebut. Aneh bukan? Maksudnya, alangkah sangat baik jika sudah istikharah maka benar-benar menjalankan hasil dari sholat istikharah tersebut.

Meminta pertimbangan kepada Allah SWT akan suatu perkara yang membingungkan merupakan tindakan yang sangat tepat. Hal ini dapat dianalogikan bahwa manusia dalam menjalani kehidupan  sehari-hari sering kali meminta pertimbangan diri orang lain yang dianggap memiliki wawasan lebih luas dan lebih pandai dalam menyelesaikan masalah.

Biasanya, semakin pandai orang yang kita mintai pendapat, maka semakin objektif pula pendapat yang diberikan, terlebih lagi bila orang tersebut orang yang jujur dan ikhlas dalam memberi pertolongan, maka apa yang disarankan adalah benar-benar solusi atau alternatif  yang terbaik.

Allah SWT adalah Dzat yang maha sempurna dan bersih atau suci dari segala kekurangan. Maka meminta petunjuk atau memasrahkan suatu perkara kepada Allah adalah jalan yang paling tepat. Akan tetapi demikian bukan berarti kita meninggalkan musyawarah dengan sesama manusia disekitar kita.

Lebih Berserah Diri Kepada Allah SWT

Oleh karena hal itu, seseorang hendaknya menggabungkan ikhtiar lahir dan batin. Maksudnya ialah, berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya dan juga dibarengi dengan berserah diri kepada Allah SWT yaitu salah satunya dengan melaksanakan sholat istikharah.

Dengan demikian sangat aneh rasanya bila seseorang telah melaksanakan sholat istikharah tetapi tidak melaksanakan hasilnya pada bentuk tindakan yang nyata. Ini seperti perumpamaan di atas, yaitu orang yang sakit berkonsultasi ke dokter, setelah diberi jawaban dan obat untuk menyembuhkan sakitnya malah justru diabaikan.

Terhadap orang yang demikian ini patut dipertanyakan mengapa ia mengabaikan petunjuk dari dokternya? Dalam hal demikian dapat kita ambil pelajaran baiknya. Mengingat setiap orang memiliki pikiran dan kehendak keinginan yang kadang tidak bisa diubah.

Baca Juga : Keistimewaan Sholat Tahajud

Pertama, ia barangkali kurang mempercayai kebenaran nasehat yang diberikan oleh dokter. Kedua, bisa jadi orang tersebut lebih mempercayai dan yakin dengan pikiran sendiri. Ketiga, ada kemungkinan orang tersebut lebih mengutamakan dorongan nafsu. Akan tetapi sebagai sesama manusia hendaknya tetap berhusnudzon kepada manusia lain.

Di dalam kitab futuhat rabbaniyah syarah kitab al-adzkar an-nawawiyah, imam ibn jamaah memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum seseorang melaksanakan sholat istikharah.

Pertama, hendaknya sebelum melaksanakan sholat istikharah, seseorang benar-benar bersikap netral terhadap suatu pilihan yang akan dipasrahkan kepada Allah atau terhadap pilihan alternatif yang ada.

Kedua, hendaknya seseorang memantapkan hati dengan sifat pasrah yang sepenuhnya kepada Allah SWT. Sehingga tidak timbul plin-plan setelah melaksanakan sholat istikharah. Sehingga bila orang yang sholat istikharah tetapi tidak mengambil hasilnya maka dapat dikatakan sebagai orang yang kurang pasrah.

Sikap semacam ini sangat bertentangan dengan sikap taslim atau pasrah dan tawakal atau berserah diri kepada Allah. Ditambah lagi bila keputusan mengabaikan yang diambil itu lebih didasarkan pada akal dan keinginan nafsu. Maka dapat disimpulkan bahwa nafsu selalu menuju kepada kekejian.

Baca Juga : Keistimewaan Adzan

Begitu pula jika sifat mengabaikannya itu hanya karena pertimbangan akal semata. Sungguh tidak layak karena tidak semua perkara bisa ditimbang dengan akal manusia yang terbatas kemampuannya. Sedangkan akal biasanya lebih berpatokan dengan kenyataan dhohir atau kenyataan yang hanya sebatas dipahami oleh diri sendiri saja.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa mengabaikan hasil istikharah yang telah diyakini benar-benar dari Allah SWT adalah tindakan tidak tepat dan tindakan yang tidak terpuji bagi orang yang mukmin. Jika sifat tersebut dilakukan berkali-kali dikhawatirkan dapat berpengaruh pada keimanan orang tersebut.

Bila setelah istikharah ternyata masih ada keraguan di dalam hati. Maka alangkah sebaik nya istikharah tersebut diulang hingga dua atau tiga kali. Sehingga keputusan yang didapat benar-benar keputusan yang memantapkan hati.

Demikian pembahasan mengenai sholat istikharah. Kekurangan baik dalam bahasa dan tulisan merupakan kesalahan dari penulis semata. bila ada kebaikan dan kelebihan yang dapat kita ambil semua merupakan karena kehendak Allah SWT. Semoga dapat menambah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2 pemikiran pada “Sholat Istikharah”

Tinggalkan komentar