Zakat Emas dan Perak

Zakat emas atau perak adalah zakat yang dikenakan ketika emas atau perak sudah mencapai nisab dan haul. Jika seorang memiliki emas mencapai nisab 85 gram atau perak 595 gram maka muzaki dapat membayarnya dengan tarif sebesar 2.5% dari emas atau perak dengan haul selama setahun.

Daftar Isi

Beberapa Dalil Mengenai Ketentuan Zakat Emas dan Perak.

  1. Syekh Zakariya al-Anshari menjelaskan hikmah wajib zakat emas dan perak, beliau berkata:

وَالْمَعْنَى فِي ذَلِكَ أَنَّ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ مُعَدَّانِ لِلنَّمَاءِ كَالْمَاشِيَةِ السَّائِمَةِ (وَلَا) زَكَاةَ (فِي غَيْرِهِمَا مِنْ) سَائِرِ (الْجَوَاهِرِ) وَنَحْوِهَا كَيَاقُوتٍ وَفَيْرُوزَجَ وَلُؤْلُؤٍ وَمِسْكٍ وَعَنْبَرٍ لِأَنَّهَامُعَدَّةٌ لِلِاسْتِعْمَالِ كَالْمَاشِيَةِ الْعَامِلَةِ وَلِأَنَّ الْأَصْلَ عَدَمُ الزَّكَاةِ إلَّا فِيمَا أَثْبَتَهَا الشَّرْعُ فِيهِ

“Hikmah zakat wajib atas emas dan perak adalah sesungguhnya keduanya dipersiapkan untuk berkembang sebagaimana binatang ternak yang sâimah (tidak dipekerjakan). Selain dua barang itu, tidak ada kewajiban zakat atas barang-barang berharga (berupa logam atau sejenisnya) seperti yaqut, fairuz, intan, misik dan ‘ambar karena sesungguhnya barang-barang tersebut dipersiapkan untuk dipakai sebagaimana binatang ternak yang dipekerjakan, dan karena sesungguhnya hukum asal dalam syariat adalah tidak ada kewajiban zakat kecuali pada harta yang telah ditetapkan oleh syariat.” (Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, cetakan ketiga, 2000, jilid 5, halaman: 74)

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمَ القِيَامَةِ صُفِحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرُدَتْ أُعِيْدَتْ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَان مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، فَيَرَى سَبِيْلَهُ إِمَّا إِلَى الجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

“Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka.”

  1. Dalil wajibnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS. At Taubah: 34-35)

  1. Dari ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَىْءٌ – يَعْنِى فِى الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ

“Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun –maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu.”

  1. Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ

“Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima uqiyah “.

Emas Tidak Terpakai

Yang dimaksud disini adalah emas yang tidak digunakan sebagai perhiasan sehari – hari dan keperluan lain.

Contoh menghitungya : A mempunyai 1000 gram emas tidak terpakai jika sudah satu tahun maka si A wajib dengan perhitungan 1000 X 2,5% = 25 gram emas. Jika si A ingin mengganti dengan uang pun harus sesuai harga 25 gram emas yang sekarang.

Emas Terpakai

Adalah emas yang memiliki kondisi baik dan tidak berlebihan, jika bagian yang terpakai tersebut tidak wajib zakat.

Contoh menghitungnya : A memiliki emas 150 gram, 50 gram di pakai kegiatan sehari-hari maka si A harus membayar sebesar 150-50 = 100 gram. 1 gram emas seharga Rp. 80.000,- maka zakatnya adalah 100 X 80.000 X 2,5% = 200.000.

Cara menghitung perak itu sama dengan cara menghitung emas di X 2.5% atau sekurangnya 5 dirham. Jika perak telah mencapai nishab ini atau lebih maka ada zakat. Jika kurang dari itu maka tidak ada zakat kecuali jika seorang ingin bersedekah maka sunnah hukumnya.

Perlu atau tidak menambah emas pada perak untuk nishab yang sempurna :

– madzhab Syafi’i, salah satu pendapat dari Imam Ahmad, Ibnu Hazm, Syaikh Al Albani dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin tidak perlu ditambahkan untuk nishab yang sempurna.

– mayoritas ulama berpendapat perlu ditambahkan namun pendapat ini berselisih apakah penambahan ini dengan qimah (nilai).

– Pendapat terkuat yaitu yang tidak menambahkan emas dan perak untuk menyempurnakan nishab. Hal ini didukung oleh beberapa dalil berikut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالاً مِنَ الذَّهَبِ شَىْءٌ وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ مِائَتَىْ دِرْهَمٍ شَىْءٌ

“Tidak ada zakat jika emas kurang dari 20 mitsqol dan tidak ada zakat jika kurang dari 200 dirham.” Di sini emas dan perak dibedakan dan tidak disatukan nishabnya.

Begitu pula dalam hadits disebutkan,

لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ

“Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima uqiyah “.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika seseorang memiliki 10 dinar (1/2 dari nishab emas) dan memiliki 100 dirham (1/2 dari nishab perak), maka tidak ada zakat. Karena emas dan perak berbeda jenis.”

Tabel nishab emas murni dan perak murni dengan beberapa hasil konvensi para ulama:

Tabel Nishab Emas

(20 dinar/20 mitsqal)

noHasil konvensiMenurut versi
177,50 gramMazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali
2107,75 gramMazhab Hanafi
385 gramDR. Wahbah Zuhaily
490,5 gramAli Mubarak
584,62 gramQasim an-Nuri
672 gramAbdul Aziz Uyun

Tabel Nishab Perak

(200 dirham)

noHasil konvensiMenurut versi
1543,35 gramMazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali
2752,66 gramMazhab Hanafi
3595 gramDR. Wahbah Zuhaily
4625 gramQasim an-Nuri
5504 gramAbdul Aziz Uyun

 

(Ditulis Oleh : Rudi Agus Praptomo)

Tinggalkan komentar