Tugas Rasul

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Umat muslim percaya akan adanya para rasul atau utusan yang diturunkan Allah SWT di atas muka bumi ini. Termasuk juga salah satu hal yang wajib kita imani adalah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT.

Mengenai para rasul yang Allah turunkan ke muka bumi ini jumlahnya hanya Allah saja yang mengetahui secara pasti. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah qur’an surat Al-Mu’min ayat 78;

“kami telah mengutus beberapa utusan sebelum engkau, diantara mereka itu ada yang telah kami ceritakan kepadamu, dan ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mu’minun: 78)

Melalui ayat di atas dapat kita pahami bahwa selain 25 nabi yang wajib kita ketahui, sebenarnya terdapat pula nabi-nabi lain yang telah Allah turunkan. Akan tetapi kita sebagai umat muslim hanya diwajibkan untuk mengetahui sebanyak 25 nabi saja dari nabi Adam AS. hingga nabi Muhammad SAW.

Tugas Para Rasul

Para rasul atau utusan Allah yang telah diturunkan ke atas bumi ini memiliki tugas secara garis besar yaitu menyampaikan risalah Allah SWT. Para Rasul merupakan orang yang dipilih secara langsung oleh Allah SWT untuk memberi petunjuk kepada manusia agar mengenal Tuhannya.

Menyampaikan wahyu Allah yang telah diturunkan kepadanya melalui perantara malaikat Jibril. Diantara tugas para Rasul yang lainnya yaitu memperbaiki akhlak atau tatanan kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga : Kisah Wali Allah

Sehingga dalam menjalani kehidupan, manusia tidak lagi menggunakan hukum alam atau hukum adat yang dibuat sesuai keinginan sang penguasa atau kepala suku. Akan tetapi sesuai dengan ajaran agama atau risalah tuhan yang telah diturunkan kepada para Rasul.

Oleh sebab itu salah satu tujuan utama diutusnya seorang rasul yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia di atas muka bumi ini. Sehingga dapat menjalani kehidupan dengan penuh rahmat dan perdamaian.

Kita dapat memahami hal tersebut sebagaimana kisah nabi Musa As. nabi musa lahir pada masa kekuasaan raja Fir’aun. Pada masa itu bila seorang perempuan melahirkan bayi laki-laki maka harus dikubur hidup-hidup.

Hal ini bertujuan agar nantinya tidak ada orang laki-laki yang mampu menandingi kehebatan Fir’aun. Karena Fir’aun khawatir bila suatu hari nanti kehebatannya menjadi raja akan kalah dan ia khawatir akan turun tahta.

Para utusan Allah yang memiliki tugas untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat melalui memperbaiki akhlak atau moral, maka setiap rasul yang Allah turunkan memiliki sifat-sifat utama yaitu;

Sifat Sifat Utama Rasul

  • Shidiq, artinya benar atau jujur tidak mungkin memiliki kepribadian sebagai pembohong
  • Amanah, artinya dapat dipercaya segala tutur katanya dan tidak mungkin memiliki sifat khianat atau ingkar janji.
  • Tabligh, artinya yaitu menyampaikan perintah atau larangan Allah SWT. Seorang Rasul tidak mungkin memiliki sifat suka menyembunyikan ajaran Allah.
  • Fathonah, maksudnya ialah seorang Rasul pastinya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tidak mungkin seorang Rasul adalah orang yang bodoh.

Setiap Rasul yang Allah turunkan, Allah memberikan kepadanya kitab suci yang berisi petunjuk. Petunjuk tersebut kemudian kemudian dihimpun menjadi kitab yang dinamakan kitab-kitab Allah atau kitab suci.

Kitab yang Allah turunkan tersebut berisi ajaran , perintah atau larangan (syari’at) janji baik dan buruk serta berisi nasihat-nasihat atau tatacara kehidupan dan beribadat yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Baca Juga : Pengertian Iman

Kitab-kitab Allah yang Allah turunkan kepada para utusan-Nya terdapat empat kitab yaitu kitab Zabur diturunkan kepada nabi Dawud As, kitab Taurot kepada nabi Musa As, kitab Injil kepada nabi Isa As, dan kitab Al-Qur’an diberikan kepada nabi yang terakhir yaitu nabi Muhammad SAW.

Selain keempat kitab yang telah Allah turunkan, terdapat pula shohifah atau lembaran-lembaran yang Allah turunkan kepada nabi-nabi yang lain, seperti yang diturunkan kepada nabi Adam As, nabi Syits As, nabi Idris As, nabi Ibrahim As dan nabi Musa As.

Meskipun demikian, para Rasul Allah tetaplah seorang manusia. Maka meskipun telah menjadi Rasul tetap memiliki sifat-sifat seperti manusia pada umumnya, membutuhkan tempat tinggal, membutuhkan makan, minum, memiliki keluarga, mempunyai keturunan dan lain sebagainya.

Wallohu a’lamu bish shoab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Satu pemikiran pada “Tugas Rasul”

Tinggalkan komentar