Sejarah Perang Badar Dan Perang Uhud

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ketika Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW. melakukan beberapa ekspedisi ke luar kota, baik langsung di bawah pimpinannya maupun tidak, hal ini guna untuk melindungi dan mempertahankan keutuhan masyarakat yang dibentuknya.

Sampai kemudian terjadi beberapa perang antara kaum Muslimin dengan kaum Quraisy, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Namun setibanya di Madinah, peranan Nabi tidak hanya sebagai penyeru maupun ekspedisi semata, tetapi juga sebagai seorang pemimpin masyarakat dan kepala Negara.

Karena itu dalam fungsi sebagai Rasul Allah (utusan Allah), Nabi tidak lagi menyeru secara perorangan tetapi sudah mengarah kepada kaum. Sasaran yang hendak dicapai ketika di Madinah ialah terbentuknya satu masyarakat bernegara dan berdaulat.

Ada tiga langkah awal yang diambil oleh Nabi Saw untuk mencapai sasarannya ketika di Madinah.

Pertama, mendirikan sebuah Masjid.

Kedua, mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar.

Ketiga, membangun sebuah masyarakat bernegara.

Asal Mula Terjadinya Perang Badar

Pada saat Nabi SAW. mulai menjaga kedaulatan wilayahnya, beberapa peperangan tidak dapat dihindari untuk menegakkan berdirinya kedaulatan masyarakat di Madinah, beberapa pertikaian terjadi antara Muslimin Madinah dengan Musyrikin, perang ini terjadi setelah berbagai upaya damai yang dilaksanakan Nabi Muhammad Saw mengalami kegagalan.

Puncak Perang Badar

Dari latar belakang di atas itulah sehingga terjadi puncak peperangan antara kaum Muslimin dengan musyrikin Quraisy pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 H/ 624 M. Perang pertama yang sangat menentukan masa depan negara Islam ini adalah perang Badar.

Dalam peperangan ini meskipun kekuatan tentara muslim Madinah hanya terdiri dari 313 orang dengan perlengkapan yang sederhana, dan pasukan Quraisy berjumlah sekitar 900-1000 orang.

Umat Muslim Memperoleh Kemenangan

Dengan kondisi komposisi pasukan yang tidak seimbang ini, namun berkat kesetiaan pasukan kepada kepemimpinan yaitu Nabi SAW. serta iman yang kuat dan semangat yang membaja, kaum Muslimin keluar sebagai pemenang.

Perang Uhud

Kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar mempunyai pengaruh yang kuat bagi bergabungnya kabilah-kabilah kaum Quraisy yang bertujuan membalaskan dendam dengan pasukan Muslim.

Perang Uhud pun terjadi pada tahun ke-3 H/625 pasukan berangkat menuju Madinah membawa 3000 pasukan unta, 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid Ibn Walid, 700 orang di antara mereka memakai baju besi. Peperangan kedua ini dinamakan perang Uhud, perang ini dimulai dengan adu tanding yang awalnya dimenangkan pasukan Islam.

Umat Muslim Mengalami Kekalahan

Namun kemenangan tersebut dapat digagalkan oleh godaan harta, yakni pasukan pemanah Islam yang berada di tempat yang strategis itu turun dan sibuk memungut harta rampasan pasukan Quraisy karena pasukan muslim menganggap bahwa mereka sudah menjadi pemenang.

Dalam kondisi demikian pasukan kuda yang dikomandani Khalid Ibn Walid ini memanfaatkan keadaan itu dan menyerang balik pasukan Islam, hingga berkat kecerdikan Khalid Ibn Walid pasukan Islam ini menjadi terjepit dan porak poranda, kemenangan yang bermula dimenangkan pasukan Islam justru berbalik menjadi kekalahan.

Beginilah Khalid bin Walid, berkat strategi maupun taktik perangnya itu mampu mengubah kekalahan kaum Quraisy menjadi sebuah kemenangan atas pasukan umat Islam.

Kehebatan Strategi Khalid Bin Walid

Diantara kehebatan strategi Khalid Ibn Walid adalah, dia dapat mencari sisi-sisi kelemahan lawan dan dia juga yang sanggup menarik kembali pasukan-pasukan yang telah tercerai berai dan memaksanya untuk bertempur kembali.

Seni perangnya yang luar biasa inilah kemudian menyulap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi kaum Quraisy. Akan tetapi akhirnya Allah SWT. menunjukkan Khalid Ibn Walid kepada jalan yang benar.

Khalid Bin Walid Masuk Islam

Rasulullah SAW.  berkata yang artinya: “Orang seperti Khalid bin Walid harus mendapat perhatian guna mewakili Islam, jika dia menggabungkan diri ke dalam perjuangan memerangi orang-orang kafir, kita harus mengangkat dia menjadi pemimpin”.

Khalid masuk Islam yaitu pada saat penandatanganan Perjanjian Hudaibiyah antara kaum Muslim dan kaum Quraisy yang terjadi pada tahun 8H.

Masa keislaman Khalid bin Walid ini muncul ketika di suatu hari ia melakukan dialog dengan dirinya pribadi lalu menggunakan fikiran sehat untuk merenungkan Agama baru, yang panji-panji kebenarannya selalu bertambah hari demi hari.

Ia bermohon kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, kiranya Allah mengulurkan jalan petunjuk. Ia berkata kepada dirinya: “Demi Allah, sungguh telah nyata bukti-buktinya, sungguh laki-laki itu adalah Rasul”.

Kemudian ia berangkat, demi Allah, aku akan masuk Islam. Sampai pada akhirnya Khalid bin Walid memeluk agama Islam pada bulan Safar 8H/629M sesudah perjanjian Hudaibiyah. Adapun peperangan pertama yang diikutinya setelah masuk Islam adalah perang Mu’tah.

Khalid Bin Walid Menjadi Komandan Pasukan Islam

Khalid dilahirkan di Makkah pada tahun 595 M. Ayahnya Walid bin Mughirah adalah majikan Bani Makhzum, dan termasuk pembesar suku Quraisy. Ibunya adalah Lubabah binti Harits Al-Hilaliyah. Masa hidup Khalid Ibn Walid berakhir di Homs pada tahun 642 M. dimana saat itu dia meninggal di atas tempat tidurnya..

Semasa mudanya Khalid termasuk pemuda yang sangat berpengaruh dan disegani, tidak hanya oleh sebayanya, tetapi juga oleh yang lebih tua.

Khalid bin Walid yang sebelumnya membela kaum Quraisy, kini berbalik membela kaum Muslimin. Dia juga yang dulunya menjadi pembunuh kejam yang menggetarkan kaum Muslimin dalam perang Uhud, kemudian ia pula yang jadi komandan perang yang mengecutkan hati setiap penentang Islam.

Demikian sedikit kisah terjadinya perang badar dan perang uhud yang pernah dialami oleh umat muslim pada masa nabi SAW. semoga bermanfaat, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Amiin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar