Pengertian Tawakal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Siapa sih yang tidak pernah mendengar kata-kata tawakal? Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan tawakal? Bagaimana prakteknya? Dan apa perbedaan tawakal dengan pasrah terhadap keadaan?

Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini akan kami ulas mengenai pembahasan yang berkaitan dengan pengertian tawakal. Sebab boleh jadi kita sendiri telah sering melakukannya akan tetapi kita tidak menyadarinya.

Atau boleh jadi niat kita awalnya untuk bertawakal akan tetapi karena kita tidak mengetahui sehingga yang kita praktekkan bukanlah tawakal melainkan sikap pasrah terhadap keadaan bisa jadi karena kurangnya usaha dan doa atau kita hanya terlalu berharap saja tanpa adanya usaha yang maksimal.

Tawakal merupakan suatu kondisi manusia dimana ia berada pada titik merelakan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT saja. Maka orang yang bertawakkal tentu sudah melakukan usaha yang sungguh-sungguh sebelumnya.

Penjelasan Tawakal

Tawakal merupakan kalimat yang berasal dari bahasa arab. Tawakal sendiri artinya ialah berserah diri. Maksudnya yaitu berserah diri kepada Allah SWT. mengenai segala sesuatu yang sedang ia hadapi atau ia pasrahkan.

Bertawakal bukan berarti orang hanya tinggal pasrah begitu saja tanpa melakukan usaha terlebih dahulu. Bahkan tugas manusia sebenarnya ialah untuk berusaha mencari segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya.

Baca Juga : Iman Kepada Qada dan Qadar

Setelah mencari atau mengusahakan segala sesuatunya itulah manusia diharuskan untuk bertawakal, maksudnya ialah menyerahkan segala sesuatu yang sedang diusahakannya itu kepada Allah SWT. Sehingga mengenai berhasil atau gagalnya suatu rencana yang sedang diusahakan hanya Allah lah yang maha mengetahui.

Dari sikap dan sifat pasrah inilah nantinya timbul rasa syukur dan rendah diri di hadapan Allah SWT, sebab mengerti bahwa segala sesuatu hanya aka terjadi manakala Allah telah mengizinkannya.

Artinya segala sesuatu tidak hanya terjadi karena usaha manusia semata melainkan karena Allah mengizinkan dan menghendaki terjadi. Sehingga dari sikap tawakal tersebut muncul sikap dan rasa mengagungkan Allah SWT.

Hikmah Atau Keutamaan Bertawakal

Hikmah atau keutamaan bagi orang yang bertawakal ialah timbulnya sikap rendah diri kepada Allah SWT. Hal ini karena menyadari bahwa segala sesuatu yang menjadikannya ada ialah Allah SWT. Meskipun manusia berusaha mati-matian akan tetapi bila Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi sesuatu yang diinginkannya.

Begitu juga bila orang bertawakal maka ia akan merasa rendah hati, sebab ia merasa ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali Allah telah berkehendak. Ia menyadari bahwa manusia hanyalah makhluk kecil yang tidak berdaya.

Maka tidak ada tempat lagi orang yang bertawakal untuk dapat melakukan kesombongan baik dihadapan manusia atau dihadapan Allah SWT. Bagaimana mungkin orang tersebut akan bersikap sombong sedangkan ia menyadari bahwa ia tidak memiliki kemampuan apapun tanpa da kehendak Allah SWT.

Akibat Tidak Tawakal

Akibat atau pengaruh negatif bila seseorang meninggalkan sikap bertawakal adalah munculnya sikap sombong pada diri orang tersebut. Hal demikian ini terjadi karena orang tersebut menganggap dirinyalah manusia yang hebat.

Karena dapat mewujudkan sesuatu yang diinginkannya. Dapat mendatangkan apapun yang dirinya inginkan  tanpa mengingat bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Maka orang yang demikian ini lebih dekat kepada sikap sombong.

Selain sombong orang meninggalkan sikap tawakal akan cenderung menjadi orang yang pamer atau ria. Sikap riya ini muncul karena menganggap dirinya adalah manusia yang hebat, sehingga ia mudah sekali memamerkan segala sesuatu yang menjadi miliknya dan memamerkan segala kemampuannya.

Berkaitan dengan tawakal. Tawakal itu terletak setelah manusia melakukan usaha. Sebagai contoh pada zaman nabi ada salah satu sahabat yang datang ke masjid dengan naik unta. Ketika sahabat itu masuk masjid maka ia mengikatkan untanya ke salah satu pohon kurma kemudian berdoa kepada Allah agar unta tersebut tidak hilang.

Nah dari gambaran tersebut dapat dipahami bersama bahwasanya tidak mungkin orang membiarkan untanya tidak diikat lantas orang tersebut berdoa agar untangnya tidak hilang. Sebagai makhluk hidup tentu dapat berjalan dan pergi sesuka hati.

 

Maka bila utang tidak diikat sudah barang tersebut akan pergi dengan sendirinya. Maka sebagai usahanya ialah unta tersebut diikat kemudian berdoa kepada Allah agar unta tersebut tidak hilang.

Nah ini merupakan contoh yang nyata bahwasanya tawakal harus seta dibarengi dengan usaha yang maskimal atau sungguh-sungguh. Dan setelahnya tinggal dipasrahkan kepada Allah SWT.

Nah demikainlah pembahasan yang dapat kami sampaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

2 pemikiran pada “Pengertian Tawakal”

Tinggalkan komentar