Pengertian Tahlilan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menjadi umat muslim khususnya di Indonesia akan menjumpai beberapa adat atau budaya yang tidak serupa dengan Islam yang ada di Negara-negara arab. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi salah satunya oleh budaya setempat yang sudah ada sejak sebelum Islam datang ke Indonesia.

Oleh karena itu perbedaan inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya bagi sebagian kelompok umat Islam dan menimbulkan perdebatan bagi sebagian kelompok yang tidak sependapat.

Nah pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan mengulas sedikit keterangan yang berkaitan dengan pengertian tahlilan. Kenapa? Karena tahlilan ini merupakan salah satu acara yang sering kali dijumpai di tengah-tengah masyarakat kita dan juga seringkali menimbulkan pertanyaan, apakah boleh ataukah tidak?

Penjelasan Pengertian Tahlilan

Secara etimologi kata tahlilan termasuk jenis kalimat isim muttasharrif yang merupakan pecahan dari isim masdar berwazan taf’iilan. Kata ini berasal dari kata hallala (هلّل) yang merupakan berjenis fiil madhi, yang berarti mengandung makna membaca kalimat laailaha illallah (لا اله إلا الله).

Jadi yang dimaksud dengan upacara tahlilan ialah adalah upacara pembacaan dzikir dan doa-doa dari beberapa ayat al-Qur’an yang didalamnya terdapat bacaan tahlil. Oleh masyarakat jawa pada umumnya, kegiatan ini kemudian disebut dengan istilah tahlilan.

Penggunaan nama tersebut sudah sesuai dengan kaidah bahasa arab, karena dalam ilmu balaghoh  (sastra arab) terdapat kaidah yang menyatakan “menyebutkan sebagian dengan maksud seluruhnya.” Singkatnya, tahlilan adalah membaca rangkaian dzikir yang di dalamnya terdapat bacaan tahlil.

Baca Juga: artikel penjelasan tentang ijma

Permasalahan Tahlilan

Perbedaan pendapat berkenaan dengan tahlilan adalah apakah bacaan al-Qur’an, dzikir, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat dan lain-lainnya dalam upacara tahlilan itu pahalanya bisa sampai atau malah sia-sia apabila dikirimkan kepada orang yang telah meninggal dunia?

Perbedaan pandangan mengenai hal itu didasari oleh perbedaan persepsi mengenai makna kematian. Sebagian ulama meyakini bahwa kematian yang dialami oleh setiap yang bernyawa adalah peristiwa berpisahnya ruh dengan jasad atau nyawa dengan tubuh.

Jasad yang telah ditinggal ruh kemudian dikubur. Namun ruh menuju alam barzakh atau alam kubur. Alam kubur berbeda dengan kuburan. Jasad bisa rusak tetapi ruh tetap hidup. Ruh tetap beraktifitas. Sebagian ulama yang lain memaknai kematian sebagai akhir dari kehidupan dunia yang semua kegiatannya terputus kecuali yang ditentukan oleh syara’.

Pendapat ulama yang pertama menyatakan bahwa kematian hanyalah fase menuju kehidupan selanjutnya. Melalui fase kematian, kehidupan manusia berpindah alam, dari alam dunia menuju alam barzakh. Jasad orang yang telah mati disebut mayat atau jenazah. Orang yang telah meninggal dunia disebut mayit.

Sejak alam dunia ini tercipta hingga hari ini dan sampai dunia ini dihancurkan oleh sang pencipta (hari kiamat) tidak ada satupun ilmuan yang menyatakan dengan kemampuan sainsnya bahwa ruh manusia itu mati atau rusak. Terdapat pendapat dari ilmu psikologi dunia sepakat bahwa ruh tetap hidup, abadi selamanya.

Dari sedikit keterangan tersebut maka bisa disimpulkan bahwa pembacaan tahlil yang ditujukan kepada orang yang telah meninggal tujuannya adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia.

Pahala dari bacaan-bacaan tahlil tersebut nantinya di hadiahkan kepada orang yang telah meninggal, lebih tepatnya di tunjukan  kepada ruh dari orang yang meninggal tersebut. Nah ruh itulah yang nantinya akan merasakan manfaat dari doa-doa yang dibacakan oleh orang yang masih hidup tersebut.

Nah itulah sedikit keterangan dari tahlilan yang bisa kami sampaikan. Tentunya masih sangat sedikit keterangan yang bisa kami tulis tersebut, untuk itu guna menambah referensi dan wawasan yang dalam sehingga membuahkan pemikiran yang objektif maka carilah referensi-referensi yang lainnya.

Baca Juga: Artikel Penjelasan Tentang Ijtihad

Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon maaf bila terdapat kesalahan dan kekurangan, semoga bermanfaat wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar