Pengertian Riya

Assalamualikum warahmatullahi wa barakatuh. Kita mengenal kata ria sudah begitu akrab di telinga kita, baik dalam pembahasan di ceramah-ceramah agama atau bahkan dalam obrolan sehari-hari. Ria bukan lah hal yang baik untuk diamalkan oleh seseorang. Terlebih lagi dalam membawa urusan agama. Hal tersebut sangatlah dilarang di dalam ajaran agama. akan lebih jelasnya disini admin akan membahas tentang pengertian riya.

Penjelasan Pengertian Riya

Dalam pembahasan agama atau menurut kamus islam ria adalah tingkah laku manusia yang selalu menunjukan agar dirinya terlihat baik dimata manusia lain. Ingin mendapat pujian dan selalu mencari perhatian orang lain agar dirinya menjadi pusat perhatian.

Baca Juga: tugas tugas malaikat

Bahkan dalam usahanya untuk mendapatkan pujian, pencintaraan selalu menjadi jalan andalan bagi orang-orang yang sedang melakukan tingkah laku Ria. Pura-pura dermawan, memperlihatkan harta yang dimiliki, rajin ibadah yang semata-mata bukan karena mencari ridho Allah tetapi untuk mencari perhatian manusia.

Sifat-sifat atau tingkah laku tersebut bukanlah sifat yang terpuji untuk diamalkan oleh manusia. Sifat tersebut adalah sifat tercela yang mestinya dijauhi dan ditinggalkan. Karena sifat tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama islam.

Apalagi bila riya terbawa dalam urusan amaliah ibadah, maka amal ibadah tersebut yang mestinya mendapat pahala dari Allah SWT justru tidak akan mendapatkan apa-apa karena dilakukan dengan tujuan untuk riya atau untuk pamer.

Macam Macam Riya

Menurut izzudin bin abdus salam, ketika sifat riya sudah menghantui orang yang sedang atau hendak beribadah, maka terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan agar ibadah tetap khusyuk dilakukan dan bernilai ibadah dihadapan Allah SWT.

Sebelum membahas bagaimana cara untuk menghindari riya yang dimaksudkan oleh Izzudin bin Abdus Salam terlebih dahulu kita simak baik-baik beberapa klasifikasi Riya.

Riya Terdapat Tiga Macam

1.Riya Yang Pertama

Riya terdapat tiga macam; pertama orang yang terbesit riya sebelum mengerjakan amalan dan orang tersebut mengerjakan amalan semata-mata karena tujuan riya.

Cara mengatasi Riya

Solusinya adalah baiknya menunda amalan dan sambil berusaha menghilangkan perasaan riya di dalam hatinya. Kemudian melanjutkan amalannya setelah muncul ikhlas di dalam hatinya.

2. riya yang Kedua

Kedua adalah orang yang timbul di dalam hatinya sifat riya syirik, apa yang dimaksud riya syirik? Yaitu mengerjakan ibadah karena ingin mengharap pujian dari manusia serta ridho Allah SWT.  Jadi orang ini tidak hanya berharap ridho Allah saja melainkan juga berharap ada manusia yang melihat amal ibadahnya dan memujinya.

Cara Mengatasi Riya

Orang yang dalam kondisi ini juga dianjurkan untuk menunda amalan hingga hatinya benar-benar ikhlas dalam menjalankan amalan. Sehingga amal ibadah yang dilakukan semata-mata murni hanya mengharap ridho dari Allah SWT tanpa ingin disaksikan oleh manusia lain apalagi mengharapkan pujian dari sesama manusia.

3. Riya yang ke Tiga

Yang ketiga adalah sifat riya yang muncul saat seseorang sedang melakukan aktifitas atau sedang melakukan ibadah secara langsung. Orang yang dihinggapi sifat riya di tengah-tengah saat sedang beribadah seperti ini dianjurkan untuk menghalau atau berusaha dengan sepenuh hatinya menghilangkan perasaan atau sifat riya tersebut. Dan tetap melanjutkan amalan yang sedang dijalankannya.

Namun apabila sudah berusaha dengan sungguh-sungguh tetapi perasaan atau gangguan riya tersebut tetap saja ada maka tidak perlu risau dengan gangguan tersebut. Insya Allah amalannya tetap diterima oleh Allah karena tetap berpijak dengan niat semula, yaitu beribadah semata hanya karena Allah SWT.

Nah kondisi seperti tergambar pada keterangan di atas sering kali kita rasakan pada aktifitas kita sehari-sehari. Meskipun pada awalnya kita sudah niat dengan baik kadang kala godaan riya dan sombong datang menghampiri kita.

Baca Juga : Sifat jaiz Rasul

Oleh sebab itu, pahami dengan seksama bagaimana riya dapat merusak amal ibadah kita sehari-hari. Maka bila riya telah nampak mulai ada tanda-tanda hendak merusak ibadah kita, segeralah menata hati untuk tetap berada pada niat yang baik, yaitu mencari ridho Allah SWT.

Sifat riya ini tidak pandang kepada siapa akan ia hinggapi, orang yang rajin ibadah sekalipun bisa saja dihinggapi oleh sifat riya di hatinya. Godaan untuk riya bisa datang kapan saja di setiap amal baik manusia. Oleh sebab itu alangkah baiknya bila kita selalu mengingat Allah dan selalu menata hati.

Jangan mudah mencemooh kekurangan orang lain dan juga jangan mudah meremehkan kemampuan orang lain yang kita lihat sepele di mata kita, sehingga kita tidak mudah tergoda oleh sifat riya karena merasa kita lebih pantas untuk mendapatkan pujian atau sanjungan orang lain.

Demikian yang dapat kami sampaikan berkaitan dengan masalah riya. Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.

(Sumber: nuonline.or.id)