Pengertian Rasul

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beriman kepada rasul atau utusan Allah merupakan salah satu rukun iman yang harus pula diimani oleh segenap umat muslim. untuk lebih jelasnya pada kesempatan ini admin akan membahas pengertian Rasul

Allah menurunkan rasul-Nya sesuai dengan yang Allah kehendaki.Maksudnya seorang rasul tidak bisa dipilih oleh sesama manusia melainkan Allah sendiri yang menentukan siapa yang akan menjadi rasul untuk menyampaikan dan menyebarkan risalah-Nya.

Baca juga: Arti Birrul Walidain

Para rasul diberi tugas untuk menyampaikan wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada sang rasul. Setelah wahyu disampaikan oleh malaikat Jibril kepada seorang rasul maka sang rasul tersebut wajib menyampaikannya.

Pengertian Rasul

Rasul adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah dan wajib baginya untuk menyampaikan wahyu Allah tersebut kepada umatnya. Maka berbeda dengan seorang nabi, nabi juga menerima wahyu seperti seorang rasul akan tetapi seorang nabi tidak diwajibkan menyampaikan wahyunya.

Mengingat begitu berat tugas seorang rasul maka setiap rasul yang Allah turunkan di muka bumi ini selalu diberi sifat-sifat terpuji yang secara khusus pasti terdapat dalam diri seorang rasul.

Sifat Sifat Rasul

Seorang rasul meskipun pada dasarnya adalah manusia akan tetapi derajatnya tidak bisa disamakan dengan manusia biasa (awam). Seorang rasul memiliki derajat yang tinggi disisi Allah SWT. Oleh karena itu seorang rasul memiliki sifat-sifat yang istimewa.

  1. Benar / jujur (shiddiq)
  2. Dapat dipercaya (amanah)
  3. Menyampaikan perintah dan larangan Allah (tabligh)
  4. Cerdas (fathonah)

Rasul berbeda dengan nabi, artinya tidak semua nabi dapat menjadi rasul. Meskipun nabi rasul semuanya juga Allah yang mengangkat secara langsung. Rasul pun begitu. Hanya Allah yang dapat mengangkat seseorang untuk menjadi seorang rasul.

Dari dua puluh lima jumlah nabi yang harus kita ketahui, lima diantaranya adalah rasul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya. Lima nabi yang menjadi rasul tersebut kemudian disebut dengan istilah rasul ulul azmi.

Rasul Ulul Azmi

Yaitu nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa, dan nabi Muhammad SAW. Nabi nuh memiliki umur kurang lebih 900 tahun. Dari kurun waktu yang sangat lama tersebut beliau berdakwah hanya sedikit saja umat beliau yang mengikuti jejaknya.

Nabi Nuh AS

Kebanyakan umatnya malah mengingkarinya termasuk pula istri beliau sendiri dan anaknya yang bernama Kan’an. umatnya pun bahkan ada yang berencana hendak membunuh nabi Nuh As.

Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim diutus di daerah Irak yang pada saat itu berkuasa adalah raja Namrud. Salah satu usaha yang dilakukan nabi Ibrahim adalah menghancurkan berhala-berhala yang menjadi sesembahan raja Namrud dan kaumnya.

Baca Juga : Pengertian Fiqih

 

Hingga akhirnya raja Namrud mendapati patung-patungnya telah hancur lalu sang raja memerintahkan untuk menangkap nabi Ibrahim As. karena dialah yang pernah melarang kaum raja Namrud untuk menyembah patung.

Nabi Ibrahim berhasil ditangkap dan diberi hukuman yang begitu berat yaitu dibakar hidup-hidup. Akan tetapi dengan mukjizat yang Allah berikan kepada nabi Ibrahim, maka ketika nabi Ibrahim dibakar tidak merasakan panasnya api sedikitpun.

Nabi Musa AS

Nabi Musa As. merupakan putra dari Imran, nabi Musa keturunan dari bani israil yang di lahirkan di Mesir. Nabi Musa lahir pada zaman kerajaan Fir’aun. Pada zaman raja fir’aun berkuasa setiap ada bayi laki-laki yang lahir maka harus dibunuh.

Sebagai seorang ibu mendengar kabar bayinya hendak dibunuh tentu sangat ketakutan. Namun dengan kuasa Allah ibu tersebut mendapat perintah oleh Allah untuk menghanyutkan bayinya di sungai Nil.

Kemudian bayi itu ditemukan oleh istri raja Fir’aun sendiri yaitu Asiyah. Bayi laki-laki tersebut hidup hingga dewasa di lingkungan kerajaan fir’aun hingga diangkat menjadi nabi dan rasul oleh Allah SWT.

Nabi Musa yang hidup di dalam lingkungan kerajaan mulai berdakwah mengajak raja fir’aun dan kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT. Raja fir’aun justru merasa cemas dengan keberadaan nabi Musa.

Hingga akhirnya raja fir’aun memerintahkan prajuritnya untuk mencari dan menangkap nabi Musa. Dalam pelariannya, nabi Musa bersama rombongan berhasil selamat dari kejaran prajurit raja fir’aun.

Nabi musa memukulkan tongkatnya ke laut merah dan seketika laut tersebut membelah dan menjadi daratan yang dapat dilalui oleh nabi Musa dan rombongannya. Setelah sampai di seberang lautan, kemudian nabi Musa memukul kembali laut tersebut sehingga menjadi laut kembali.

Nabi Isa AS

Nabi Isa As., adalah putra dari Maryam. Dengan kuasa Allah nabi Isa dilahirkan dengan tanpa perantara seorang ayah. Ibunda Maryam terkenal sebagai perempuan yang taat beribadah dan jauh dari perbuatan dosa-dosa.

Hingga setelah nabi Isa lahir sebagian orang percaya dan sebagian yang lain menganggap bahwa anak tersebut merupakan anak haram.

Setelah dewasa nabi Isa kemudian diangkat menjadi nabi dan rasul. Beliau berdakwah mengajarkan tauhid kepada orang disekitarnya. Dari sekian banyak yang diajak beriman kepada Allah asa yang beriman dan banyak juga yang mencaci maki nabi Isa.

Sekian lama nabi Isa As., berdakwah hanya terdapat 12 orang saja yang beriman kepada Allah SWT. Namun meskipun demikian nabi Isa tetap sabar dalam berdakwah.

Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad lahir dari seorang ibu yang bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah bin abdul mutholib. Yaitu pada tanggal 12 robiul awal. Pada tahun gajah. Beliau berasal dari salah satu suku yang terkenal yaitu suku quraisy.

Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang memiliki sifat jujur dan dapat dipercaya. Dari sifat tersebutlah kemudian beliau mendapat julukan Al-Amin. Beliau diangkat menjadi seorang rasul pada usia 40 tahun.

Tinggalkan komentar