Pengertian Qada Dan Qadar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebagai umat muslim yang tentu harus mengimani rukun iman bab rukun islam, maka sudah tidak asing lagi bagi kalangan umat muslim dengan yang namanya iman terhadap qada dan qadar, pengertian qada dan qadar.

Baca Juga : Pengertian Iman

Iman Kepada Qada Dan Qadar

Iman terhadap qada dan qadar termasuk dari bagian rukun iman yang terakhir, yaitu iman yang ke enam. Akan tetapi apakah kita pernah bertanya apa yang dinamakan dengan qodho dan qodar itu sendiri ?

Maka pada kesempatan yang berbahagia dan semoga diridhoi oleh Allah SWT ini akan kami jelaskan mengenai pengertian dari qodho dan qodar. Mari simak keterangan di bawah ini dengan penuh penghayatan!

Penjelasan Pengertian Qada Dan Qadar

Pengertian qada dan qadar di dalam kalangan para ulama memang berbeda pendapat. Nah pada pembahasan kali ini akan kami sampaikan pengertian qada berdasarkan dari pengertian ulama Asy’ariyah.

Bagi golongan ulama Asy’ariyah, pengertian qada yaitu kehendak Allah atas sesuatu pada azali untuk sebuah realitas pada saat sesuatu di luar azali kelak.

Adapun pengertian qadar bagi ulama golongan Asy’ariyah yaitu penciptaan atau realisasi Allah atas sesuatu pada kadar tertentu sesuai dengan kehendak-Nya pada azali.

Demikian kiranya pengertian qodho dan qodar seperti yang diungkapkan oleh ulama golongan Asy’ariyah. Lalu siapa ulama golongan As’ariyah tersebut? Yaitu ulama yang menjadi rujukan bagi golongan nahdhiyin atau nahdhotul ulama.

Akan tetap bagi golongan ulama maturidhiyyah, qodho dipahami sebagai penciptaan Allah atas sesuatu disertai penyempurnaan sesuai ilmu-Nya.

Baca Juga : Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Atau dengan kata lain bahwa qada adalah batasan yang Allah buat pada azali atas setiap makhluk dengan batasan yang ada pada semua makhluk tersebut seperti baik, buruk dan lain sebagainya. Singkatnya qodho adalah ilmu azali Allah atas sifat-sifat makhluk-Nya.

Ada pula ulama yang mengemukakan pendapat tentang qada dengan pengertian bahwa qada adalah ilmu azali Allah dalam kaitannya dengan materi yang diketahui oleh-Nya. Adapun qodar yaitu penciptaan Allah atas sesuatu sesuai dengan ilmu-Nya.  

Contoh Qada Dan Qadar

Melihat pengertian qada dan qadar pada pembahasan di atas, sebenarnya dapat kita pahami sedikit kesimpulan, bahwa qada merupakan kehendak dari Allah sedangkan qadar yaitu bentuk atau wujud nyata dari adanya kehendak Allah itu sendiri.

Ulama kita beliau Syaikh Nawawi Al-Bantani memberikan contoh nyata dari qodho dan qodar. Qada adalah keputusan Allah pada azali mengenai bahwa kelak kita akan menjadi apa.

Sementara qodar adalah bentuk nyata atau realisasi Allah atas qada terhadap diri kita sesuai dengan kehendak-Nya. Pada saat penciptaan manusia Allah memberikan qodho atas orang tersebut misalnya dengan memberikan umur sebanyak 20 tahun, nah ini merupakan qada dari Allah.

Setelah manusia itu lahir ke dunia kemudian orang tersebut meninggal pada umur 20 tahun, maka meninggalnya orang tersebut pada umur 20 tahun itulah yang dinamakan dengan qadar nya Allah SWT.

Atau dengan contoh pembahasan lain. Jadi qada dan qadar itu, ilmu Allah pada azali bahwa si Fulan kelak akan menjadi ulama atau ilmuan adalah qodho. Sedangkan penciptaan ilmu pada diri si fulan setelah ia diciptakan adalah qodar.

Pandangan ulama Asy’ariyah mengenai qada dan qadar ini cukup masyhur. Atas pandangan tersebut kesimpulannya qodho adalah qodim atau terdahulu (terdahulu tanpa awal). Sementara qodar yaitu hadits atau baru.

Akan tetapi pandangan ini berbeda dengan dengan pandangan ulama maturidhiyyah. Ada ulama yang mengatakan bahwa qodho dan qodar adalah pengertian dari kehendak Allah.

Yang perlu kita perhatikan bersama dari pengertian qodho dan qodar ini adalah bahwa qada merupakan sesuatu yang ghoib. Oleh sebab itu dalam tradisi ahlus sunnah wal jamaah keyakinan kita atas qodho dan qodar tidak menjadi alasan untuk bersikap pasif (pasrah terhadap keadaan).

Baca juga : Nama Nama malaikat

Justru di dalam tradisi ahlus sunnah wal jamaah mendorong kita untuk melakukan ikhtiar atau usaha-usaha manusiawi serta menggunakan secara maksimal potensi yang Allah anugerahkan kepada manusia dengan disertai rasa tawakal yang dalam.

Demikian pembahasan mengenai pengertian qodho dan qodar yang dapat kami sampaikan. Atas kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam memberikan penjelasan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualikum warahmatullahi wa barakatuh

Satu pemikiran pada “Pengertian Qada Dan Qadar”

Tinggalkan komentar