Pengertian Mukjizat

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Mendengar kata mukjizat sudah sangat familiar sekali terutama bagi masyarakat muslim khususnya. Ketika mempelajari sejarah kisah-kisah para nabi, setiap nabi secara khusus diberi kemuliaan atau keistimewaan oleh Allah SWT. maka pada kesempatan ini nyamankubro.com akan membahas tentang pengertian Mukjizat

Lantas apakah manusia biasa pada umumnya juga bisa diberi mukjizat oleh Allah? Manusia biasa (selain nabi) tidak bisa memperoleh mukjizat dari Allah. Mukjizat secara khusus hanya diberikan kepada nabi atau utusan para utusan Allah saja.

Akan tetapi bukan berarti selain nabi tidak bisa mendapatkan keistimewaan seperti para nabi, hanya saja keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada selain para namanya bukan mukjizat. Keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang sholeh disebut ma’unah atau karomah.

Penjelasan Pengertian Mukjizat

pengertian Mukjizat adalah perkara diluar kebiasaan yang diperlihatkan oleh Allah melalui rasul dan nabi-Nya untuk membenarkan kenabiannya. Salah satu contohnya adalah nabi ibrahim yang tidak terbakar ketika dimasukan ke dalam api. Allah menjadikan api tersebut dingin. Air keluar dari sela-sela jari nabi Muhammad SAW. Nabi isa dapat menghidupkan orang yang sudah mati. DAN lain sebagainya.

Selain mukjizat terdapat pula hal lain yang terjadi diluar nalar manusia biasa. Seperti AL-irhash, Al-Irhash sama seperti mukjizat, hanya saja muncul sebelum masa kenabian (bi’tsah) atau sebelum seseorang diangkat menjadi nabi oleh Allah SWT.

Jadi Al-Irhash itu sebagai pengantar atau permulaan dari alamat atau tanda kenabian. Seperti contohnya peristiwa bebatuan dan pepohonan yang mengucapkan salam kepada baginda nabi Muhammad SAW dan dibelahnya dada beliau oleh malaikat ketika beliau masih kanak-kanak.

Karamah Atau Keramat

Karamah atau keramat sebenarnya sama seperti halnya mukjizat, akan tetapi karamah atau keramat itu diperlihatkan oleh Allah melalui orang-orang yang shaleh dan para auliya. Seperti misalnya karamahnya syaikh abdul qodir jaelani yang sering kita dengar di kitab-kitab manaqib.

Pengertian Ma’unah

Ma’unah atau pertolongan Allah muncul muncul pada manusia, umumnya sebagai bentuk pertolongan Allah kepada mereka dan ma’unah ini terjadi pada perkara umum, seperti sembuhnya seseorang yang sudah hampir putus asa akan sakitnya.

Derajat ma’unah ini tidak sampai pada derajat irhash atau mukjizat, meskipun ma’unah ini dikategorikan sebagai perkara yang terjadi di luar nalar kebiasaan.

Pengertian Istidraj

Kejadian diluar nalar yang lainnya adalah istidraj. Istidraj diperlihatkan oleh Allah melalui orang-orang kafir dan fasik sebagai fitnah, tipuan dan bencana bagi orang-orang yang berada di sekitar mereka. Contoh dari pada istidraj misalnya orang kafir semakin sejahtera, orang yang durhaka menjalani kehidupan yang lancar tanpa cobaan.

Ihaanah

Ihaanah juga peristiwa yang terjadi di luar nalar kebiasaan. Ihaanah diperlihatkan oleh Allah kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Ihaanah ini diperlihatkan oleh Allah untuk menghinakan hamba-Nya. Yaitu dengan melalui adanya perkara di luar kebiasaan yang tidak sesuai dengan tujuannya, seperti yang terjadi pada seseorang yang mengaku nabi setelah nabi wafat yaitu usailamah al-kadzab.

Ceritanya yaitu Musailamah waktu itu berdoa untuk orang yang buta satu matanya, ia berdoa agar matanya yang buta tersebut dapat sembuh dan bisa melihat kembali. Namun yang terjadi setelah Musailamah berdoa justru matanya orang tersebut menjadi buta keduanya.

Nah itulah beberapa hal yang mirip seperti mukjizat namun tidak bisa dikatakan sebagai mukjizat. Sebab mukjizat hanya diberikan kepada nabi atau utusan Allah saja. Manusia biasa atau selain nabi tidak bisa mendapatkan mukjizat meskipun mengaku telah mendapatkan mukjizat dari Allah.

Nah itulah sebutan untuk beberapa hal yang kadang suka menjadi pertanyaan dalam benak kita sendiri. Selama ini kita hanya mengetahui mukjizat. Namun selain mukjizat ternyata Allah juga memberi sesuatu hal kepada umat yang membangkang kepada Allah untuk dijadikan sebagai cobaan.

Wallohu a’lam bish shoab. Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Tinggalkan komentar