Pengertian Ikhlas

Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh

Manusia selalu dihadapkan dengan pilihan yang menggelitik hatinya, baik itu pilihan dalam urusan keduniawian atau urusan ukhrowi. Seperti misalnya dalam masalah ibadah, seseorang dihadapkan dengan godaan untuk melakukan ibadah dengan hati yang ikhlas atau dengan hati yang mengharapkan sesuatu selain ridha Allah SWT.

Kondisi manusia itu sendiri yang nantinya akan menentukan ikhlas dan tidaknya suatu amal ibadah, kondisi yang dimaksud disini adalah kondisi di dalam hatinya, dari mulai niat, tujuan dan tata cara dalam melakukan ibadah tersebut.

Baca Juga : Doa Minta Rezeki

Ikhlas merupakan suatu kondisi manusia yang paling sulit untuk dicapai dalam kaitannya dengan urusan ibadah. Sebab meskipun setiap hari manusia beribadah kadang kala masih timbul pikiran yang macam-macam, yaitu pikiran yang mengharapkan sesuatu selain dari ridha Allah SWT.

Dalam praktek beribadah bila manusia masih mengharapkan sesuatu selain ridha Allah atau bahkan sama sekali tidak mengharap ridha Allah tetapi yang dicari ialah sesuatu yang lain maka itulah yang dinamakan hati yang belum ikhlas.

Penjelasan Pengertian Ikhlas

Dalam sebuah hadis musalsal Rasulullah SAW. ditanya mengenai makna ikhlas, lalu Rasulullah SAW. bertanya kepada Malaikat Jibril  kemudian Jibril bertanya langsung kepada Allah SWT.

Dalam hadis tersebut Allah SWT. berfirman bahwa “ikhlas adalah satu diantara sekian banyak rahasia-Ku (Allah) yang aku titipkan di hati seseorang yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku, yang tidak dapat dilihat oleh malaikat untuk dicatatnya dan tidak juga terlihat oleh syaitan untuk dirusaknya.”

Namun demikian tidak sedikit orang yang mengumpamakan ikhlas dengan suatu ibarat. Ada yang menggambarkan ikhlas itu seperti akar pohon. Akar tidak kelihatan akan tetapi tetap bekerja. Ia mencari dan mengangkut makanan dari dalam tanah sehingga pohon tetap bisa tumbuh.

Jadi ikhlas merupakan suatu sikap atau sifat seseorang dalam melakukan suatu amal ibadah yang dalam menjalankan ibadah tersebut tidak ada niat dan tujuan selain untuk mencari ridha Allah SWT.

Bahkan orang-orang yang sudah mencapai derajat tinggi melakukan aktifitas ibadah seperti shalat misalnya, tujuannya bukan lagi karena menjalankan kewajiban dari Allah SWT,akan tetapi benar-benar karena mencari ridha Allah.

Berbeda dengan manusia biasa dimana ketika shalat tujuannya biasanya hanya untuk menggugurkan kewajiban semata, sehingga dalam praktek ibadah shalat tersebut tidak memperhatikan secara detail akan tetapi yang terpenting adalah shalat tersebut sudah dijalankan pada waktunya.

Terlebih lagi bagi orang yang sudah dalam derajat yang begitu tinggi dan mulya, orang tersebut menjalankan shalat bukan karena takut akan siksa dari Allah bila meninggalkan shalat, tidak juga melakukan shalat karena mengharap pahala dari Allah.

Orang yang sudah demikian ini menjalankan aktifitas ibadah benar-benar hanya untuk mencari ridha Allah SWT. karena memang baginya yang dicari dalam hidupnya hanyalah ridha Allah bukan lagi yang lainnya.

Nah tingkatan ikhlas ini bermacam-macam, artinya tingkat ikhlas tersebut itu ikhlas bagi bagi hamba yang awam atau bagi hamba yang memiliki derajat tertentu. Bagi orang awam, yang terpenting adalah melakukan sesuatu yang niat dan tujuannya hanya untuk mencari ridha Allah SWT; itu sudah termasuk dalam kategori ikhlas.

Contoh Ikhlas

Seperti telah disebutkan secara singkat pada pengertian ikhlas diatas, bahwa ikhlas sebenarnya hanya Allah SWT. saja yang mengetahui, akan tetapi setidaknya kita bisa melihat keikhlasan seseorang dari tingkah atau dari tata caranya dalam melakukan ibadah.

Semisal seeorang melakukan ibadah membaca al-Quran, orang yang niatnya ikhlas tentu ia akan membaca al-Quran sebagaimana yang ia pahami, akan tetapi karena ada suatu hal maka ia membaca al-Quran dengan dibuat-buat menggunakan nada yang enak didengar.

Baca Juga : Pengertian Amanah

Tujuannya agar orang lain memuji suaranya atau memuji bacaan Qurannya. Nah yang demikian secara lahirnya bisa dikatakan tidak ikhlas karena membaca al-Quran ingin mencari sanjungan orang lain.

Akan orang yang ikhlas tentunya akan membaca Al-Quran sebagaimana biasanya ia membaca dan sesuai dengan kemampuannya, tidak dibuat-buat dan tidak memiliki tujuan untuk mencari pujian atau sanjungan dari orang lain. Inti dari ikhlas Adalah hanya mencari ridha Allah SWT. saja, tidak mencari sesuatu yang lainnya.

Wallahu a’lamu bish shoab. Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar