Pengertian Ibadah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ibadah merupakan salah satu kewajiban yang dilakukan oleh umat beragama dalam rangka mencari ridha dari Allah SWT. Ibadah ini memiliki beberapa tingkatan, seperti wajib, sunnah dan mubah atau boleh dilakukan.

Ibadah yang dilakukan oleh umat muslim juga memiliki beberapa tingkatan atau kelompok. Tingkatan ibadah dalam Islam seperti ibadah Mahdoh dan ibadah Ghairu mahdoh. Apa yang dimaksud dengan keduanya?

Nah pada pembahasan kali ini kami akan membahas mengenai ibadah mahdoh dan ibadah ghairu mahdoh.

Penjelasan Pengertian Ibadah

Ibadah secara etimologis berasal dari bahasa Arab yaitu ‘abada – ya’budu – ‘ibadah yang artinya melayani patuh, tunduk. Sedangkan menurut terminologis adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah ‘azza wa jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.

Ibadah dalam agama Islam terbagi menjadi dua jenis, yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. 

Penjelasan Ibadah Mahdhah

Ibadah mahdhah adalah ibadah dalam agama Islam yang ketentuan dan tata cara pelaksanaannya sudah ditentukan, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Terdapat pula pendapat yang mengatakan bahwa ibadah mahdhah tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya nash dari al-Qur’an dan Hadis. Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip, yaitu:

  • Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Qur’an maupun as-Sunnah.
  • Tata cara pelaksanaannya harus berpola kepada contoh Rasulullah SAW.
  • Bersifat supra rasional (diatas jangkauan akal), artinya ibadah dalam jenis ini bukanlah wilayah akal maupun logika, namun wilayah wahyu yang merupakan sudah ditetapkan dan sudah disyariatkan oleh Allah SWT.
  • Azasnya “Taat”, seorang hamba dalam melaksanakan ibadah ini yang dituntut adalah kepatuhan dan ketaatan.

Ibadah Ghairu Mahdhah

Ibadah Ghairu Mahdhah yaitu setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia yang diniatkan sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah. Ibadah jenis ini macamnya sangat luas dan tidak terbatas variasinya.

Agama Islam selain mengajarkan bagaimana hubungan dengan Allah SWT, Islam juga mengajarkan bagaimana berhubungan sosial sesama manusia dengan baik. Diantaranya tercantum dalam sebuah hadits yang artinya “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya Ia memuliakan tetangganya”. (HR. Bukhari).

Hadits tersebut secara langsung menjelaskan bagaimana implementasi keimanan kepada Allah yaitu dengan perbuatan yang baik kepada tetangga atau sesama manusia. Kesalehan sosial seperti berbuat baik terhadap tetangga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah. Prinsip-prinsip dalam ibadah ghairu mahdhah ada 4, yaitu:

  • Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang atau tidak mengharamkan maka ibadah bentuk ini boleh dilaksanakan.
  • Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasulullah SAW. Ibadah bentuk ini tidak mengenal bid’ah, atau jika ada yang menyebutnya namun tidak mendatangkan mudharat maka bid’ahnya disebut bid’ah hasanah. Namun jika mendatangkan mudharat maka disebut bid’ah dhalalah.
  • Bersifat rasional, ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung ruginya, manfaat atau mudharatnya dapat ditentukan oleh akal atau logika.
  • Azasnya “Manfaat”, selama ibadah tersebut bermanfaat, maka boleh dilakukan.
Baca Juga: Artikel Niat Puasa Senin Kamis

Dengan demikian, ibadah memiliki makna yang sangat luas, bukan hanya sekedar yang bersifat mahdhah/ritual saja. Bahkan, ibadah sosial sama pentingnya dengan ibadah mahdhah. Karena justru pembuktian dari berhasilnya ibadah mahdhah seseorang adalah kesalehannya pada wilayah sosial, yaitu dalam berhubungan dengan sesama manusia.

Nah itulah pembahasan yang berkaitan dengan ibadah mahdah dan ibadah ghairu mahdah. Bila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penjelasan yang kami sajikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar