Pengertian Fiqih

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salah satu kajian atau disiplin ilmu yang wajib kita ketahui adalah kajian ilmu fiqih. Kajian fiqih membahas mulai dari tata cara bersesuci yang benar, baik itu wudhu, mandi besar atau pun tayamum.

Selain masalah thoharoh atau bersesuci, fiqih juga membahas kajian tentang ibadah, jual beli, dan berbagai hal yang erat kaitannya dengan hubungan sesama manusia atau lebih dikenal dengan istilah fiqih muamalah.

Lantas pengertian dari fiqih sendiri sebenarnya apa? Apa yang dimaksud dengan fiqih? Apa saja yang dibahas dalam kajian fiqih? Pada artikel kali ini akan kami uraikan sedikit pembahasan mengenai pengertian dari fiqih. Mari lanjut membaca.

Penjelasan Fiqih

Imam abu ishak As-Syirazi menyebutkan tentang fiqih dengan keterangan sebagai berikut; “fiqih adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syariat melalui metode ijtihad.”

Nah dari sedikit uraian tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya fiqih adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang hukum-hukum syariat yang cara penetapannya adalah melalui ijtihad para ulama yang ahli dibidangnya.

Pengertian fiqih berbeda dengan pengertian syariat. Fiqih diketahui melalui ijtihad para ulama. Sedangkan syariat dapat diketahui dengan melihat ayat al-qur’an. misalnya kewajiban untuk melaksanakan sholat.

وَاَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ وَآتُوْا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Kewajiban untuk mendirikan sholat secara langsung dibahas di dalam ayat al-qur’an sehingga tentang kewajiban sholat ini masuk ke dalam urusan syriat. Adapun tata cara sholat baik itu dari wudhu dan rukun-rukun sholat ini masuk dalam kajian fiqih.

Ungkapan atau keterangan lain mengenai pengertian fiqih dapat kita simak penjelasan dari jalaludin al-mahalli dalam kitab al-waraqat, sebagai berikut;

“fiqih adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syariat yang cara mengetahui nya yaitu dengan melalui ijtihad. Salah satu dari bentuk ijtihad adalah niat dalam wudhu atau sholat hukumnya wajib.

Seperti contoh lainnya misalnya sholat witir hukumnya sunnah, niat puasa ramadhan di malam hari hukumnya wajib dan beberapa perumpamaan lain yang dapat kita lihat pada praktek ibadah sehari-hari.

Contoh Fiqih

Membaca niat dalam wudhu hukumnya adalah wajib. Hal ini awalnya menimbulkan pertanyaan dari umat mengenai status dari hukum membaca niat tersebut. Kemudian para ulama mujtahid merumuskan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Hal yang dilakukan oleh para ulama ahli mujtahid ialah melihat pada atau merujuk pada dalil atau ayat tentang kewajiban berwudhu yaitu qur’an surat al-maidah ayat 6 yang artinya ialah;

Dari hal diatas muncul beberapa pendapat dikalangan para ulama mujtahid, diantaranya adalah imam Hanafi atau pendiri madzhab Hanafiyah. Beliau berpendapat bahwasanya membaca niat sebelum wudhu hukumnya tidak wajib.

Akan tetapi berbeda dengan imam Syafi’i, beliau melenjutkan dengan membaca pada qur’an surat an-nisa ayat 43 yang artinya;

“maka bertayamumlah kalian (dengan) debu yang suci”

Pada ayat ini imam Syafi’i mengartikan kata tayamum dengan makna kebahasaan (lughowi). Makna dari pada kata tayamum secara bahasa adalah “menyengaja”. Maksudnya ialah bila hendak berwudhu tetapi tidak menemukan air maka diperintahkan untuk menyengaja mencari debu suci kemudian digunakan untuk bertayamum.

Nah dari kata menyengaja ini dapat dipahami bahwa dalam bertayamum kita diwajibkan untuk membaca niat. Nah jadi tayamum yang sebetulnya merupakan pengganti wudhu maka apabila pada tayamum kita diwajibkan untuk niat maka wudhu pun diwajibkan untuk niat.

Baca Juga: Pengertian Iman

Dengan rumusan penjelasan demikian maka bagi imam Syafi’i membaca niat dalam berwudhu hukumnya adalah wajib. Adapun tata cara mengenai niat dapat dilihat pada pembahasan di bab yang lainnya.

Wallohu alamu bish shoab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh