Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Assalamu’allaikum teman-teman semua, disini kita akan membahas tentang penerima zakat yang dimana zakat merupakan salah satu perintah dalam Al-Qur’an yang menjadi rukun Islam yaitu supaya kita membayar zakat bagi yang mampu diwajibkan dan bagi orang yang tidak mampu mereka bisa termasuk orang yang menjadi penerima zakat.

Ada beberapa golongan yang merupakan atau bisa dikategorikan dalam Al-Qur’an sebagai orang yang berhak menerima zakat.

Siapa sajakah orang yang berhak menerima zakat???

Pada Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 mengenai golongan penerima zakat, Allah SWT berfirman :

 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
(60)

Yang Artinya:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Maka berikut golongan yang merupakan orang yang berhak menjadi penerima zakat yaitu : Fakir, Miskin, Amil Zakat, Mualaf, Hamba sahaya, Orang yang ada hutang, Fii Sabilillah, dan Musafir. Oleh karena itu kemudian kita akan bahas satu persatu.

#1. Fakir

Fakir merupakan penerima zakat yang dimana kondisinya itu tidak lebih baik dari pada golongan yang miskin, Serta ada beberapa pendapat dari ulama tentang fakir.

Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA mengatakan bahwa fakir adalah kondisi dimana ia memiliki penghasilan namun belum sampai setengah bulan katakanlah hari ke-12 penghasilannya sudah habis.

Ustadz Abdul Somad,Ph.D berpendapat hal lain terkait fakir. Menurutnya fakir adalah kondisi dimana seseorang sama sekali tidak memiliki penghasilan.

#2. Miskin

Antara Fakir & Miskin meskipun dari definisi berbeda namun dalam hal operasional sama. Oleh karena itu sering kita ketahui sebutan bagi orang penerima zakat adalah fakir miskin.

Pengertian Miskin merupakan orang yang dimana  memiliki sebuah penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya dalam sebulan. Misalkan ada orang yang memiliki biaya 2 juta untuk keperluannya sebulan, namun penghasilannya hanya 1 juta sebulan, maka orang itu termasuk dalam golongan miskin.

#3. Amil Zakat

 Kemudian orang yang berhak menerima zakat selanjutnya yaitu amil zakat, dimana Amil zakat adalah orang yang bertugas mengelola zakat. Tugas dari amil zakat diantaranya yaitu mengumpulkan, menyimpan, mencatat, dan menjaga zakat.

Serta Amil zakat juga bertugas mencatat zakat yang keluar beserta sisanya, kemudian menyalurkan kepada mustahik zakat. Tetapi zakat untuk amil zakat secara prioritasnya berada di prioritas terakhir, jadi zakat yang ada harus diprioritaskan ke golongan lain seperti fakir, miskin dll.

 #4. Mualaf

 Mualaf merupakan orang yang dimana hatinya sudah mulai lembut dan mulai tersentuh tersentuh masuk dalam Islam. Orang yang seperti ini berhak menjadi penerima zakat, jadi bila ia sudah masuk Islam asalnya sudah bukan lagi mualaf melainkan sebagai muslim,

Walaupun begitu, ada orang yang tetap disebut sebagai mualaf walaupun ia sudah masuk kedalam Islam yaitu dia orang yang sudah di dalam Islam namun hatinya masih goyah. Pemberian zakat kepada mualaf dimaksudkan supaya ia merasa ada keluarga yang ikut membantu dilingkungan yang baru.

 #5. Riqab

Ketika zaman Rasulullah SAW, maka seorang budak sering diperlakukan tidak secara manusiawi. Oleh karena itu cara untuk melepaskan budak dari siksaannya maka dengan cara membebaskan serta memerdekakannya.

Riqab menurut Bahasa artinya memerdekakan budak. Dimana artinya zakat itu diberikan untuk bertujuan memerdekakan budak supaya terlepas dari siksanya.

#6. Gharimin

Ghairimin merupakan seseorang yang memiliki hutang, jadi penerima zakat kali ini adalah mereka yang memiliki hutang. Namun hutang itu tidak sembarang hutang, karena ada hutang yang tidak masuk dalam kategori ghairimin.

Hutang yang tidak termasuk dalam ghairimin yaitu seperti hutang cicilan rumah yang belum tuntas. Kemudian orang yang masuk dalam ghairimin, missal ada orang yang pernah membantu dalam pmembangun madrasah tapi begitu proyek berjalan tiba-tiba bisnisnya menurun sehingga orang itu sampai terlilit hutang maka orang tersebut dapat dibantu dengan zakat.

 #7. Ibnu Sabil

 Ibnu Sabil merupakan orang yang sedang melakukan perjalanan namun kehabisan bekal. Perlu digaris bawah untuk orang yang dalam perjalanan serta kehabisan bekal, oleh karena itu missal orang tersebut dalam perjalanan namun tidak kehabisan bekal itu bukan Ibnu Sabil dan disebut dengan musafir. Orang yang tergolong dalam Ibnu Sabil bisa termasuk orang yang dapat digolongkan dalam penerima zakat.

 #8. Fii sabilillah

Yang terakhir kali ini adalah orang yang berjuang pada jalan Allah SWT. Pengertian Fii Sabilillah menurut definisi ulama secara operasional. Ustadz Khalid Basalamah berbicara bahwa menurut pendapat para ulama terkuat yaitu orang yang berjuang dijalan Allah SWT dalam hal peperangan.

Oleh karena itu zakat  dapat dikumpulkan untuk orang-orang yang berjalan dijalan Allah untuk peperangan, Adapun pendapat lain dimana berjalan dijalan Allah dalam berbagai macam bidang atau lini.

Sebagai contoh disini yaitu pelajar, orang yang sedang membangun masjid, dan juga penerima beasiswa yang didalamnya memiliki program yang masuk dalam keislaman dan sejenisnya.

Demikian pemaparan tentang orang yang masuk ke dalam golongan-golongan yang berhak menerima zakat. Semoga ini bisa menambah wawasan tentang Islam serta membuat kita Kembali kejalan Allah dan memahami tentang orang-orang yang berhak menerima zakat. Terimakasih 😀

 

(Ditulis Oleh : Dita Ferdian Bayu Kusuma)

Tinggalkan komentar