niat sholat jamak

Tata Cara Sholat Jamak

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bila kita bepergian dengan menempuh jarak yang jauh maka dapat dipastikan bahwa kita akan melewati waktu-waktu shalat di perjalanan kita. Akan adanya hal tersebut shalat merupakan amaliah umat muslim yang tidak boleh ditinggalkan selama orang tersebut masih dalam keadaan hidup.

Lalu bagaimana bila dalam perjalanan kita yang memakan jarak dan waktu cukup jauh akan tetapi kita juga diwajibkan untuk melakukan shalat, di dalam agama tentu terdapat banyak rukhshoh atau keringanan. Akan tetapi bukan keringanan untuk meninggalkan shalat tetapi keringanan untuk menqoshor atau menjamak shalat.

Yang dimaksud dengan menjamak shalat yaitu melaksanakan dua shalat yang dikerjakan dalam satu waktu atau mengumpulkan dua shalat dan dikerjakan pada satu waktu. Jamak ada dua yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir.

Sholat Jamak Taqdim

Jamak taqdim yaitu mengumpulkan dua shalat dan dikerjakan dalam satu waktu shalat yang pertama. Missal shalat dzuhur dan ashar dikerjakan pada waktu shalat dzuhur.

Sholat Jamak Takhir

Adapun jamak ta’khir yaitu mengumpulkan dua shalat dan dikerjakan pada satu waktu shalat yang terakhir. Misalnya shalat dzuhur dan ashar dikerjakan pada waktu shalat ashar.

Sholat Qoshor

Adapun qoshor yaitu meringkas shalat menjadi dua rakaat. Shalat yang boleh di qoshor yaitu shalat yang jumlah rakaatnya empat rakaat seperti dalam ayat al-qur’an hadits dan ijmak ulama, berikut Alloh berfirman di dalam ayat al-qur’an :

Wa idza dhorobtum fil ardhi falaisa ‘alaikum junaahun antaqshuruu minas sholaati in khiftum

“jika kamu kebetulan bepergian, maka tidak jadi masalah jika kamu meringkas shalat.”

Sayyidina Umar Ra. berkata:

Safartu ma’a rasulillahi shollallohu ‘alaihi wa sallama wa abii bakrin wa umaro wa kaanuu yusholluunadz dzuhro wal ‘ashro rok’ataini rok’ataini

“saya dan sayyidina abu bakar dan umar ikut bepergian bersama rasulullah, beliau dalam melaksanakan shalat dzuhur dan ashar itu dua rakaat dua rakaat.”

Mengqodho Sholat

Selanjutnya bepergian yang diperbolehkan untuk mengqoshor shalat yaitu ada lima syarat, berikut syarat-syarat diperbolehkannya sesorang yang dalam bepergian untuk meringkas shalat:

  1. Bepergian bukan bertujuan untuk kemaksiatan. Shalat yang boleh di qoshor hanya shalat yang jumlah rakaatnya empat rakaat (dzuhur, ashar dan isya). Adapun maghrib dan shubuh tidak boleh di qoshor.

Bepergian yang tidak tergolong untuk maksiat yaitu adakalanya bepergian wajib seperti untuk haji, bepergian untuk mengembalikan hutang atau bepergian sunnah seperti, silaturrahim. Bepergian yang bersifat boleh (wenang) seperti bepergian untuk berdagang.

  1. Syarat yang nomer dua bepergiannya minimal menempuh jarak sejauh 16 farsakh atau 88½ KM baik itu bepergian dengan darat atau lautan.
  2. Syarat yang ketiga yaitu shalat tersebut buka shalat yang di qodho. Yaitu bukan shalat yang dilaksanakan sebagai qodho atas shalat yang ditinggalkan sebelum bepergian.
  3. Orang yang hendak mengqoshor shalat harus berniat ketika takbiratul ihram
  4. Orang yang mengqoshor shalat tidak diperblehkan makmum kepada orang yang sedang shalat tam (shalat fardu biasa bukan qoshor) .

Selanjutnya orang yang bepergian selain diperbolehkan untuk menqoshor shalat juga diperbolehkan untuk mengumpulkan (menjamak) shalat dalam satu waktu. Baik dilakukan dengan car jamak taqdim atau jamak ta’khir.

Semisal melaksanakan shalat duhur dengan shalat ashar dilakukan diwaktu ashar atau maghrib dan isya dilakukan di waktu shalat isya atau maghrib dan isya dilakukan di waktu shalat maghrib. Adapun asal permulaan diperbolehkannya menjamak shalat yaitu dari perkataannya shahabat Muadz bin jabal:

Khorojna ma’a rasulillahi shollallohu ‘alaihi wa sallam fii ghozwati tabuuki fakaana yushollidz dzuhro wal ‘ashro jamii’an, tsumma dakhola tsuma khoroja fashollal maghriba wal ‘isya-a jamii’an

“pada suatu ketika aku bersama rombongan bersama rasulullah ketika perang tabuk, pada berkumpul untuk melaksanakan shalat dzuhur dan ashar dengan dijamak, kemudian masuk dan kemudian keluar shalat maghrib dan isya dengan dijamak.”

Syarat Jamak Taqdim

Adapun apabila kita hendak melaksanakan shalat dengan cara jamak taqdim maka sedikitnya terdapat tiga syarat yang harus diperhatikan, berikut syarat-syarat tersebut;

  1. Harus melaksanakan shalat yang pertama yaitu dzuhur atau maghrib. sebab shalat yang pertama itulah yang memiliki waktu, adapun shalat yang kedua yaitu shalat yang ikut dengan shalat yang pertama.
  2. Niat menjamak shalat ketika takbiratul ikhram pada shalat yang pertama
  3. Harus berurutan antara shalat yang pertama dengan shalat yang ke dua, sebab shalat yang ke dua itu ikut kepada shalat yang pertama.

Rukhshoh atau keringanan untuk menjamak tidak hanya berlaku bagi orang yang bepergian saja. Melainkan bagi orang yang berada di rumah pun ada kalanya diperbolehkan untuk menjamak shalat yaitu ketika terjadi hujan lebat misalnya. Akan tetapi diperbolehkannya tersebut khusus untuk jamak taqdim. Adapun syaratnya yaitu:

  1. Hujan tersebut terjadi pada waktu shalat yang pertama
  2. Hujan deras yang tidak memungkinkan untuk menuju ke tempat shalat

 Penting. Keringanan atau rukhshoh menjamak sholat bagi orang yang berada di rumah berlaku khusus bagi orang yang shalat berjamaah dengan kondisi masjid atau mushala jauh dari tempat tinggal. Yang dapat mengakibatkan sehingga orang tersebut menjadi repot sebab kehujanan ketika berjalan menuju tempat jamaah.

 Oleh sebab itu untuk orang yang shalat sendirian tidak diperbolehkan menjamak shalat dengan alasan karena hujan. Imam Nawawi berpendapat: “diperbolehkan menjamak shalat sebab karena sakit.” Pendapatnya imam Nawawi tersebut dikuatkan dengan pendapatnya imam Syafi’iy: “orang yang berpuasa diperbolehkan berbuka sebab sakit, apalagi menjamak shalat sebab sakit.”

Setelah sedikit kami ulas mengenai keterangan menqoshor dan menjamak shalat. Maka berikut kami tulis bacaan niat yang harus dibaca sebelum melaksanakan shalat. Niat tersebut penting untuk kita ketahui bersama. Sebab setiap shalat yang hendak kita kerjakan salah satu rukun yang harus dipenuhi adalah membaca niat.

Niat Solat Jamak

 

 

Niat Solat Jamak Taqdim

seperti pada contoh niat shalat dzuhur dengan ashar (jamak taqdim)

Usholli fardhol dzuhri arba’a roka’aatin majmuu’an bil’ashri jam’a taqdiimin lillahi ta’ala

“aku niat shalat dzuhur empat rakaat dijamak dengan ashar dengan jamak taqdim karena Alloh Ta’ala.”

Niat Sholat Jamak Takhir

Sebagai contoh Niat shalat ashar dengan dzuhur (jamak takhir)

Usholli fardhol dzuhri arba’a roka’aatin majmuu’an bil’ashri jam’a ta’khiirin lillahi ta’ala

“aku niat shalat dzuhur empat rakaat dijamak dengan ashar dengan jamak ta’khir karena Alloh Ta’ala.”

 Niat Solat Jamak Taqdim

Seperti pada contoh niat shalat maghrib dengan isya (jamak taqdim)

Usholli fardhol maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an bil ’isyaa-i jam’a taqdiimin lillahi ta’ala

“aku niat shalat maghrib tiga rakaat dijamak dengan isya dengan jamak taqdim karena Alloh Ta’ala.”

Niat Sholat Jamak Takhir

Seperti pada contoh niat shalat maghrib dengan isya (jamak takhir) 

 Usholli fardhol maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an bil ’isyaa-i jam’a ta’khiirin lillahi ta’ala

“aku niat shalat maghrib tiga rakaat dijamak dengan isya dengan jamak ta’khir karena Alloh Ta’ala.”

Berbeda dengan jamak. Qoshor yaitu meringkas shalat. Shalat yang tadinya berjumlah empat rakaat bila dikerjakan dengan diqoshor maka menjadi dua rakaat. Shalat yang boleh diqoshor hanya shalat yang jumlah rakaatnya empat rakaat saja. Sehingga shalat maghrib dan shubuh tidak dapat diqoshor.

Adapun syarat-syarat untuk dapat menqoshor shalat telah kami sebutkan di atas. Salah satu syarat untuk dapat menqoshor shalat yaitu membaca niat. Niat shalat qoshor berbeda dengan niat sholat pada biasanya. Berikut kami tulis niat untuk menqoshor shalat;

Niat Jamak Qasar

seperti pada contoh :

niat shalat dzuhur qoshor

Usholli fardhodz dzuhri rok’ataini qoshron lillahi ta’ala

“aku niat shalat dzuhur dua rakaat dengan qoshor karena Alloh Ta’ala.”

Niat shalat ashar qoshor

Usholli fardhol ‘ashri rok’ataini qoshron lillahi ta’ala

“aku niat shalat ashar dua rakaat dengan qoshor karena Alloh Ta’ala.”

Niat shalat isya qoshor

Usholli fardhol ‘isyaa-i rok’ataini qoshron lillahi ta’ala

“aku niat shalat isya dua rakaat dengan qoshor karena Alloh Ta’ala.”

Niat shalat dzuhur dan ashar dengan jamak taqdim sekaligus diqoshor

Usholli fardhodz dzuhri rok’ataini majmuu’an bil ‘ashri jam’a taqdiimin qoshron lillahi ta’ala

“aku niat shalat dzuhur dua rakaat dijamak dengan ashar jamak taqdim sekaligus qoshor karena Alloh Ta’la.”

Niat shalat isya dan maghrib dengan jamak ta’khir sekaligus diqoshor

Usholli fardhol ‘isyaa-i rok’ataini majmuu’an bil maghribi jam’a ta’khiirin qoshron lillahi ta’ala

“aku niat shalat isya dua rakaat dijamak dengan maghrib jamak ta’khir sekaligus qoshor karena Alloh Ta’la.”

Demikianlah pembahasan mengenai tata cara menjamak dan menqoshor shalat. Bila kita bepergian dengan jarak 88½ KM, maka kita sudah diperbolehkan untuk menjamak dan menqoshor shalat. Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa Alloh senang apabila keringanan yang diberikan Alloh kepada hamba-Nya digunakan.

Maka dari itu jangan ragu-ragu untuk bersama-sama mempraktekan shalat dengan dijamak atau diqoshor atau dijamak dan diqoshor sekaligus. Sebagai makhluk yang tidak mungkin menyandang predikat sempurna, maka sudah tentu terdapat kesalahan yang kami perbuat baik dengan sengaja atau tanpa disengaja, melalui lisan atau tulisan.

Kami sebagai pengelola blog mohon maaf  yang sebesar-besarnya apabila terdapat hal yang kurang memahamkan pihak pembaca. Kritik dan saran yang membangun selalu kami harapkan guna membantu agar blog yang kami kelola semakin berkembang dan terus bermanfaat dunia dan akhirat.

Semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan di dalam perjalanan hingga kembali ke tempat tinggal masing-masing. Jangan lupa untuk selalu mengingat Alloh dimanapun dan kapanpun berada. Terus belajar dan perbanyak membaca. Akhirul kalam wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar