Niat Sholat Isya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sholat adalah kewajiban bagi setiap umat Islam yang sudah masuk dalam keadaan baligh, berakal. Artinya apa? Bahwa sholat itu tidak dibebankan kepada orang Islam yang memiliki kejiwaan yang tidak sehat (gila) meskipun orang tersebut sudah dewasa.

Sholat sendiri merupakan perintah dari Allah SWT yang diperintahkan secara langsung melalui peristiwa isra’ mi’raj. Berbeda dengan perintah melakukan kewajiban yang lainnya, sholat secara tersendiri diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. yang tadinya sehari semalam sebanyak lima puluh waktu menjadi lima waktu sehari semalam.

Maka dari itu, bila setelah ditetapkannya jumlah waktu sholat tetapi masih malas-malasan untuk melaksanakan sholat, maka sungguh keterlaluan. Sebab sholat merupakan tiangnya agama dan satu-satunya kewajiban umat Islam yang perintahnya langsung dari Allah SWT.

Niat Sholat Isya

Sebelum melakukan suatu aktifitas ibadah, baik itu sholat, puasa, zakat bahkan haji sekalipun semuanya harus diawali dengan mengucapkan niat. Niat ini, termasuk dalam melaksanakan sholat merupakan salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Berikut lafadz niat sholat isya:

Sholat Sunnah Setelah Isya

Biasanya kita sering kali menyaksikan orang-orang melaksanakan sholat sunnah setelah sholat. Nah setelah sholat isya, selain disunahkan untuk melaksanakan sholat bakdiyah isya juga disunahkan untuk melaksanakan sholat witir. Tujuannya adalah sebagai penutup sebelum melanjutkan tidur untuk beristirahat.

Maksudnya bagaimana, semisal kita memiliki suatu acara, maka untuk memulai acara tersebut akan diawali dengan pembukaan, kemudian isi dari acara tersebut dan bila telah usai maka acara tersebut akan diakhiri dengan penutup.

Nah dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya manusia pun juga demikian, mengawali hari-harinya dengan bengun tidur kemudia melaksanakan sholat shubuh, lalu mengisi hari-harinya dengan berbagai kegiatan.

Segala macam kegiatan yang manusia lakukan, baik bekerja untuk mencari rizki ataupun ibadah lainnya yang dilakukan tersebut akan berakhir sebelum manusia itu tidur untuk mengistirahatkan badannya. Nah sebagai penutup dari serangkaian acara keseharian tersebut maka dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah witir dengan jumlah rakaat ganjil.

Jadi setelah sholat isya selain disunnahkan untuk melakukan sholat sunnah bakdiyah isya sebanyak dua rakaat juga disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunnah witir sebanyak tiga rakaat. Jumlah rakaat witir minimalnya adalah satu rakaat.

Niat Sholat Bakdiyah Isya

Sama seperti halnya melaksanakan sholat-sholat yang lain, melaksanakan sholat bakdiyah isya juga harus diawali dengan membaca niat terlebih dahulu, demikian niat sholat bakdiyah isya tersebut;

Kenapa Sholat Isya Empat Rakaat?

Bagi kita barangkali tidak pernah menanyakan mengapa sholat isya berjumlah empat rakaat. Akan tetapi sebagaimana penulis himpun dari nuonline.or.id terdapat keterangan sebagai berikut;

Bahwasanya menurut Syaikh Daud bin Syaikh Wan Abdullah al-Fathani menyebutkan, Nabi Musa as. ialah orang yang pertama kali melakukan sholat isya setelah selamat dari kejaran Raja Fir’aun dan bala tentaranya. Nabi Musa melaksanakan sholat isya setelah sampai di daerah Madyan.

Jumlah rakaat sholat isya yang dikerjakan Nabi Musa as. tersebut berjumlah tepat empat rakaat. Lalu Syaikh Daud menjelaskan bahwa alasan mengapa Nabi Musa melaksanakan sholat isya dengan empat rakaat, demikian keterangannya;

  1. Rakaat pertama merupakan bentuk syukur Nabi Musa as. karena selamat dari kejaran Fir’aun.
  2. Rakaat kedua merupakan ungkapan rasa syukur tersebut atas keselamatan istrinya Nabi Musa as.
  3. Rakaat ketiga merupakan ungkapan rasa syukur dari selamatnya para saudara Nabi Musa as.
  4. Rakaat keempat merupakan bentuk rasa syukur Nabi Musa as. atas selamatnya para pengikutnya Nabi Musa as. dari kejaran raja Fir’aun.

Sedangkan Syaikh Nawawi al-bantani dalam kitabnya yang berjudul Sulamul Munajah menjelaskan, bahwa sholat isya yang berjumlah empat rakaat tersebut merupakan bentuk rasa syukur manusia atas empat macam nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. kepada manusia, yaitu rasa manis, pahit, dingin dan panas.

Wallahu a’lamu bish shoab, wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar