Manfaat Istighfar

Manusia sering berbuat kesalahan, baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia. Kemudian apa yang kita lakukan setelah melakukan kesalahan tersebut? Tentu harus meminta maaf baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia.

Meminta maaf dengan didahului membaca istighfar harus dilakukan dengan segera. Baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia tidak boleh menunggu sampai datangnya hari raya idul fitri. Mengapa? Karena disamping kesalahan dan dosa membuat Allah SWT murka, juga tidak ada yang mengetahui kapan datangnya kematian, karena kematian akan datang mendadak.

Ayat Tentang Istighfar

Firman Allah SWT dalam surat Al A’raf [7] ayat 34 :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Wa likulli ummatin ajal, fa iżā jā`a ajaluhum lā yasta`khirụna sā’ataw wa lā yastaqdimụn.

Artinya : Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Tata cara untuk meminta maaf ketika bersalah atau berdosa adalah : apabila bersalah kepada Allah SWT dengan membaca istighfar dan berjanji tidak akan mengulangi, sedangkan kepada manusia disamping membaca istighfar juga bertemu dan meminta maaf secara langsung kepada orang yang bersangkutan.

Apabila kita telah melakukan demikian, Allah mengampuni salah dan dosa kita. Mudahkan? Karena Allah SWT memiliki sifat Maha Pengampun. Membaca istighfar sebagai bentuk penyesalan atas kesalahan dan dosa. Disamping harus dilakukan dengan segera juga dapat dilakukan di mana saja.

Artinya dilakukan setelah bersalah dan berdosa dengan tidak boleh menunggu sampai di masjid atau menunggu setelah melakukan sholat dan sejenisnya, termasuk memaafkan kesalahan orang lain. Karena memaafkan orang lain merupakan perbuatan yang sangat mulia yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam Surat Al-A’raf [7] ayat 199 :

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

Khużil-‘afwa wa`mur bil-‘urfi wa a’riḍ ‘anil-jāhilīn.

Artinya : Jadilah pemaaf dan suruhlah orang yang melakukan ma’ruf, serta berpalinglah dari orang tan bodoh.

Istighfar, kalimat yang sangat pendek tetapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam dan sangat indah dalam hidup kita. Umat islam mengucapkan kalimat tayyibah Astaghfirullahal ‘Adzim ketika umat islam berbuat kesalahan dan dosa.

Ungkapan kalimat tersebut sebagai perwujudan sikap menyesal atas kesalahan atau dosa yang dilakukan. Dengan kata lain ucapan kalimat tayyibah Astaghfirullahal ‘Adzim merupakan bentuk taubat seseorang. Karena Astaghfirullahal ‘Adzim artinya “aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung”.

Setiap manusia tidak dapat terlepas dari perbuatan salah dan dosa. Penyababnya adalah setiap manusia tempatnya salah dan lupa, setiap anak cucu nabi Adam AS pasti pernah bersalah dan berdosa, sebaik-baiknya orang yang bersalah dan berdosa adalah yang bertaubat dan Allah SWT sangat mencintai hambanya yang bertaubat dan bersuci.

Firman Allah dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 222 :

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn.

Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Di dalam kitab suci Al-Qur’an Allah SWT memerintahkan kepada hambanya untuk membaca istighfar. Karena dengan senantiasa beristighfar, Allah SWT memberikan rahmatnya seperti : hujan yang lebat, rezeki yang banyak dan nikmat lainnya.

Firman Allah dalam surat Nuh [71] ayat 10-12 :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā. Yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā. Wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā.

Artinya : Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW hendaknya membiasakan membaca istighfar, karena Nabi Muhammad SAW yang ma’shum dan dijamin masuk surga setiap sehari malam membaca istighfar 70 kali. Bahkan ada yang menyebutkan 100 kali, sebagaimana SabdaNya :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Artinya : “Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristighfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim).

Manfaat Istighfar

Umat islam yang gemar dan membiasakan membaca istighfar akan memperoleh banyak manfaat. Diantara manfaat tersebut adalah :

#1. Hati menjadi tenang.

Tidak ada seseorang yang sengaja berbuat salah dan dosa. Karena tidak ada manusia yang menginginkan dirinya celaka dan dimurkai Allah SWT. Namun apabila manusia terjerumus kepada perbuatan salah dan berdosa maka manusia harus segera bertaubat dengan mengucapkan istighfar (Astaghfirullahal  ‘Adzim). Menyesali atas perbuatan salah dan dosa, kemudian bertekad tidak akan mengulangi serta mengganti dengan perbuatan baik.

Tidak boleh menunda dalam bertaubat. Setiap umat manusia bertaubat kesalahan dan dosa, kemudian segera bertaubat dengan membaca istighfarm hati menjadi tenang. Sebaliknya orang yang menunda bertaubat karena bersalah dan berdosa hati menjadi gelisah dan penuh beban.

#2. Diampuni salah dan dosanya

Allah berjanji akan mengampuni setiap hamba yang bersalah dan berdosa, kemudian segera bertaubat dan tidak mengulangi kembali.

 #3. Diberikan kelapangan rezeki

Seseorang yang membiasakan mengucapkan istighfar, Allah SWT akan menghilangkan kesedihan, memberi jalan keluar dari segala bentuk kesulitan bahkan Allah SWT memberikan kelapangan rezeki.

Cara istighfar

Agar di dalam mengucapkan kalimat tayyibah istighfar  dapat memberikan manfaat, yakni terampuni kesalahan dan dosa kita, maka perlu perhatikan tata caranya berikut :

  1. Mengerti dam memahami makna kalimat tayyibah (Astaghfirullahal ‘Adzim).
  2. Meyakini hikmah mengucapkan kalimat tayyibah (Astaghfirullahal ‘Adzim).
  3. Membiasakan diri mengucapkan kalimat tayyibah (Astaghfirullahal ‘Adzim).
  4. Ketika melakukan kesalahan atau dosa, segera mengucapkan kalimat tayyibah (Astaghfirullahal ‘Adzim). Termasuk ketika melihat orang lain berbuat kesalahan atau dosa.
  5. Di dalam mengucapkan kalimat tayyibah (Astaghfirullahal ‘Adzim) dilakukan secara ikhlas dan terus menerus.

 

(Ditulis Oleh : Abdul Ghofur)

Tinggalkan komentar