Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

  1. khutbah adalah sejenis pidato resmi di dalam acara ritual ( ke agaman ) seperti di dalam  shalat jum’at idhul fitri, idhul adha , dll.
  2. Orang yang melaksanakan khutbah dinamakan khatib.
  3. Di dalam shalat jumat , khutbah merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan, di mana apabila  tidak di laksanakan khutbah jumat atau tidak sempurna  :  khutbah jumat itu maka tidak  sah pulalah pelaksanaan shalat jumat itu .
  4. Khutbah jumat mempunyai ketentuan ketentuan yang harus dipenuhi  oleh setiap khatib di dalam berkhutbah, sehingga tidak boleh  terlalu  bebas pelaksanaannya  seperti selain khutbah . ketentuan ketentuan khutbah meliputi  syarat syarat khutbah, rukun khutbah,  sunnah khutbah , dll.

Baca Juga : Niat Sholat Jumat

  1. Di dalam pelaksanaannya, terutama di dalam shalat jumat, khutbah  itu  dibagi menjadi  dua bagian yaitu bagian yaitu khutbah pertama, dan khutbah kedua, sehingga keduanya  di nama kan dua khutbah atau khutbahtain.
  2. Kedua khutbah itu di dalam shalat jumat harus di dahulukan   dari pada shalatnya.

Syarat Syarat Khutbah Jumat

  1. Kedua khutbah itu dimulai sesudah tergelincir matahari .
  2. Khatib hendaknya berdiri apabila mampu berdiri.
  3. Khatib hendaknya duduk di antara dua khutbah , sekurang kurangnya  sampai tumaninah, melebihi tumaninah pada shalat .
  4. Hendaknya dengan suara yang keras sekiranya dapat didengar oleh yang jumataan. minimal  oleh 40 orang yang shah jumatannya ( ahli  jumat )
  5. Berturut turut antara rukun rukun khutbah, antara khutbah pertama  dengan khutbah kedua, antara khutbah kedua dengan shalat jumat.
  6. Khatib harus suci dari hadas maupun najis.
  7. Khatib harus menutup aurat.
  8. Dengan berbahasa arab . terutama rukun rukun khutbah tersebut.mengenai persyaratan khutbah  harus berbahasa arab  ini terdapat perbedaan pendapat diantara ulama. sebagian menyatakan wajib  dengan Bahasa arab,  sebagian yang lain menyatakan bahwa khutbah tersebut tidak harus berbahasa arab.

Baca Juga : Khutbah Bahasa Jawa

Rukun Rukun khutbah

  1. Memuji kepada Allah dengan ucapan hamdallah ( alhamdulillah )
  2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad
  3. Wasiyat ( menasihati ) dengan  “ taqwa “
  4. rukun yang ke empat Membaca ayat al qur’an pada salah satu dari  dua khutbah .
  5. Mendoakan untuk mu’minin  dan mu’minat pada khutbah yang kedua .

Catatan : Menurut sulaiman rasyid dalam bukunya “ FIQIH ISLAM “ menyatakan bahwa  membaca  dua kalimat syahadat termasuk rukun  khutbah juga , tetapi menurut kitab kitab  fiqih  seperti fathul dll,  tidak  disebutkan termasuk rukun

Sunnah  Yang Bersangkutan Dengan Khutbah 

  1. Hendaklah khutbah dilakukan di atas mimbar, atau di tempat yang tinggi .
  2. Khutbah itu diucapkan dengan kalimat yang fasih, terang, mudah dipaham, sederhana, tidak terlalu panjang, dan tidak pun terlalu pendek.
  3. Khutbah hendaklah selalu menghadap kepada jamaah, jangan berputar putar, karena demikian tidak disyaratkan.
  4. Membaca surat al iklas  ketika duduk diantara dua kutbah .
  5. Mengurutkan tiga rukun khutbah dimulaih dengan bacaan  hamdallah, salawat, kemudian  berwasiat kepada  ahli jumat untuk bertaqwa  kepada Allah
  6. Si pendengar hendaknya diam serta mendengarkan  /  mendengarkan khutbah itu.
  7. Khatib hendaklah memberi salam .
  8.    Khatib hendaklah duduk dii  atas mimbar   sesudah memberi salam .

Penyelesaian Khutbah

Pada pelaksanaannya di dalam shalat jumat  terdapat hal hal yang bersifat  tambahan atau penunjang, misalnya : adanya pengantar  ( peringatan )  dari petugas adzan  ( muezzin ), baik menjelang  dilaksanakannya  shalat jumat  maupun sebelum  pelaksanaannya  khutbah  juga ketika khatib  sedang duduk di antaranya  dua khutbah  dan di kumandangkan  adzan dan iqamah .

Beberapa Masalah Yang Terkait Dengan Khatib  Dan Khutbah

  1. Sebenarnya khatib jumat itu sebaiknya juga yang menjadi imam  pada shalat jumat tersebut, makru apabila diserahkan kepada orang lain .
  2. Apabila khatib tersebut tidak akan menjadi imam dan  yang menjadi imam itu orang lain, maka di syaratkan bagi imam tersebut harus ahli jumat yang mendengarkan rukun rukun khutbah  yang di bacakan tadi ( kedu khutbah ), dan ia wajib niat  menjadi imam shalat jumat.. jadi apabila yang menjadi imam shalat jumat bukan khatib yang baru berkutbah, maka orang yang akan menjadi imam  pada shalat jumat  khutbah jumat itu harus mendengarkan  khutbah jumat yang disampaikan oleh khatib  itu, jangan sampai mengantuk  apalagi  tertidur  di saat khutbah disampaikan  . apabila pada saat itu ia mengantuk atau tertidur hingga tidak mendengarkan rukun khutbah  dari khutbah tersebut, maka orang tersebut tidak shah / atau tidak boleh menjadi imam  jumaat .  perhatikanlah dan cermatilah.
  3. Bagi orang yang baru datang ke masjid ketika  khatib sedang berkutbah, maka orang tersebut sebelum duduk di masjid  di sunahkan shalat tahiyyatul masjid dengan singkat yakni hanya melaksanakan pokok pokoknya saja, ( rukun shalat tersebut ).

Sunnah Yang Bersangkutan Dengan Jumat 

  1. Disunnahkan mandi pada hari jumat bagi orang yang akan mendirikan shalat
  2. Maka pakaian yang bersih dan sebaik baiknya, terutama pakaian yang putih.
  3. Memakai harum haruman
  4. Memotong kuku, menggunting kumis,  dan menyisir janggut.
  5. BeRsegera  pergi ke jumat (masjid) dengan berjalan kaki .
  6. Membaca Al-Qur’an atau zikir  sebelum ada khutbah.
  7. Alangkah baiknya membaca surat al kahfi.
  8. Memperbanyak  membaca doa dan shalawat atas Nabi Muhammad saw pada hari jumat dan malam hari

Penjelasan Dan Para Perhatian Para Khatib

  1. Hendaknya berusaha agar senantiasa bersikap baik jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik bagi orang lain .
  2. Berusahalah agar semua bacaan di dalam khutbahnya selalu fasih  terutama membaca rukun rukun khutbah serta ayat ayat Al Qur’an
  3. Persiapkanlah dulu sebelum bertugas khutbah, sehingga khutbahnya dapat berhasil  dan sampai kepada sasaran.
  4. Berpakaianlah dengan sopan ketika akan berkutbah, jangan terlalu mencolok atau menarik perhatian jamaah.
  5. Usahakanlah agar dapat mengamalkan apa yang dianjurkan kepada jamaah jumat agar tidak merupakan dosa di dalam memberikan nasihat lewat khutbahnya itu.

Penjelasan Bagi Pengatur Secara Jumatan (Muraqqi) Atau Muezzin 

  1. Untuk melaksanakan jumatan biasanya diatur oleh petugas yang mengatur pelaksanaan khutbah  dan shalat jumat, yang berupa :
  2. Perhatian kepada ahli jumat agar shalat Qabliyah jumat .
  3. Perhatian kepada ahli jumat untuk mendengarkan dan memperhatikan khutbah jumat.
  4. Perhatikan untuk ahli jamaah jumat  agar mendengarkan adzan shalat  qabliyah, dan shalat jumat .

Sebelum Adzan, Muezzin Membaca Shalawat

Setelah adzan membaca  doa  : Allohuma rabba hazihid da’ watittaammati wassolatil qo imati aati sayyidina Muhammadanil wasilats wal fadilata wassyarofa waddarojatal ‘ aliyatarrofi ‘ah wab’ ashul maqomal mahmudallazi  wa’adtahu innaka la tukhliful- mi’ad.

Kemudian muezzin / muraqqi membaca komando untuk shalat qabliyah jumat : Assolata sunnatan Qobliyatal jumu’ati rok’ataini Rohimakumullah , sollu rohimakumulloh.

3 pemikiran pada “Khutbah Jumat”

Tinggalkan komentar