Hukum Menyemir Rambut

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menjaga penampilan memang terkadang menjadi sesuatu yang diharuskan bagi sebagian orang. Entah itu karena kondisi pekerjaan, rumah tangga atau kadang karena umur yang masih muda tetapi ada beberapa faktor yang sudah kelihatan menua.

Seperti misalnya uban, seringkali kita menjumpai seseorang yang masih muda akan tetapi sudah beruban rambutnya. Lantas bagaimana bila berkeinginan untuk merubah warna rambutnya tersebut? Berikut pembahasannya.

Hukum Menyemir Rambut

Seperti dikutip dari nuonline.or.id rois syuriah PCNU Jombang, KH. M. Sholeh menjawab secara rinci tentang bagaimana hukum menyemir rambut atas permintaan suami. Beliau mengatakan bahwa menyemir rambut yang sudah beruban atau putih atas dasar permintaan dari suami atau istri hukumnya diperbolehkan.

Semisal sang istri mengatakan kepada suaminya “rambutnya di semir ya mas (atau dengan panggilan lain) biar kelihatan lebih muda dan segar.” Maka hukum menyemir rambut bagi si suami tersebut diperbolehkan.

Hukum menyemir rambut ini juga berlaku sebaliknya yaitu semisal seorang istri diperintahkan oleh suaminya untuk menyemir rambut, maka baginya diperbolehkan untuk menyemir rambut. Seperti dengan alasan agar terlihat lebih muda, hubungan keduanya menjadi tambah harmonis.

Nah menyemir rambut dengan tujuan seperti di atas yaitu untuk keharmonisan keluarga hukumnya diperbolehkan.

Hukum Menyemir Rambut Yang Diperbolehkan

Hukum menyemir lainnya yaitu seperti sedang terjadi perang, hal ini juga pernah dicontohkan oleh nabi saw. secara umum, hukum akan berjalan seiring dengan alasan yang melatar belakanginya.

Nabi Muhammad saw. pernah memerintahkan pasukannya yang akan berangkat perang agar menyemir rambut. Tujuan ialah agar para bala tentara terlihat lebih muda sehingga pasukan lawan akan merasa gentar karena melihat tandingannya yang lebih muda-muda.

Menyemir Rambut Yang Dihramkan

Hukum menyemir rambut yang tidak diperbolehkan ialah menyemir rambut yang digunakan untuk menipu. Semisal terdapt seorang duda yang ingin melamar gadis, agar kelihatan lebih muda maka si duda tersebut menyemir rambutnya. Nah yang demikian ini tidak diperbolehkan.

Menyemir rambut untuk tujuan menipu seperti di atas hukumnya dosa besar karena dapat merugikan banyak pihak terutama calon istri atau calon suami.

Hukum menyemir yang demikian ini juga sama dengan mengedit foto dengan tujuan untuk menipu. Sekarang ini tipu-menipu sudah marak terjadi bahkan sebagian ada yang menipu jenis kelamin. Aslinya seorang pria namun mengaku sebagai seorang perempuan dengan berpakaian seperti wanita.

Bahkan semisal dari hal tersebut terjadi lamaran antara kedua belah pihak maka dan terdapat pihak yang dirugikan dengan penipuan tersebut maka pihak yang merasa dirugikan diperbolehkan untuk membatalkan lamarannya.

Jadi menyemir rambut dengan tujuan untuk menipu itu hukumnya haram. Tidak boleh dilakukan.

Diharamkan Menyemir Uban Dengan Warna Hitam

Dalam sebuah hadist sebutkan, dari jabir radhiyallohu ‘anhu, dia berkata “pada hari penaklukan Makkah, Abu kuffah datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih.” Lalu rasululloh SAW. bersabda:

غَيِّرُزا هَذَا بِشَيْئٍ وَالجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“ubahlah uban ini dengan sesuatu tapi hindarilah warna hitam.”

Ulama terkemuka yang mengikuti madzhab syafi’i , yaitu Imam Nawawi menerangkan hadits diatas dengan keterangan “dianjurkan menyemir uban dengan warna kuning atau warna merah dan diharamkan menggunakan warna hitam.”

Lebih lanjut Imam Nawawi mengatakan “menurut madzhab kami (Syafi’iyah), menyemir uban berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yaitu dengan warna kuning atau warna merah dan diharamkan menyemir uban dengan warna hitam menurut pendapat yang kuat.

Ancaman bagi yang menyemir uban dengan warna hitam

Bagi yang menyemir uban dengan warna hitam, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

يَكُوْنُ قَوْمٌ يَخْضِبُوْنَ فِي اَخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الحَوَامِ لَا يَرِيْحُوْنَ رَئِحَةَ الجَنَّةِ

“pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati, mereka itu tidak akanmencium baru syurga.”

Dari penjelasan diatas menyemir rambut dengan warna hitam ada yang mengatakan diperbolehkan dengan alasan tertentu sebagaimana tergambar dalam keterangan diatas. Adapun hadis diatas tentunya masih membutuhkan tafsir yang lebih dalam lagi untuk memahaminya.

Artinya bagaimana semisal kita sebagai anak muda hanya karena takut dibilang tua karena sudah beruban misalnya kemudian menyemir uban dengan warna hitam maka tidak diperbolehkan. Berbeda dengan kondisi diatas yaitu untuk keharmonisan hubungan misalnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan terkait dengan masalah menyemir rambut. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Simak Juga Artikel :

Macam Macam Najis

Tinggalkan komentar