Doa Turun Hujan Dan Doa Ketika Hujan Lebat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saat musim hujan tiba, jumlah air turun tidak terkira. Dalam sehari hujan dapat turun beberapa kali. Air hujan dapat turun selama sekian jam tanpa henti.

Dalam sepekan air hujan juga dapat turun beberapa hari dengan jeda hanya sekian jam. Sehingga bisa mengakibatkan suatu hal yang tidak kita inginkan.

Dalam situasi demikian, kita khawatir pada bencana banjir karena debit air yang begitu tinggi. Selain menjaga lingkungan, membersihkan selokan, mengeruk dasar sungai dan gorong-gorong, juga dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:

Doa Ketika Hujan Lebat

 اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

Bacaan Doa Ketika Hujan Lebat Latin

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma ‘alal aakaami wal jibaali, waz zhiraabi, wa buthuunil awdiyati, wa manaabitis syajari.

Hujan dan angin merupakan tanda akan kebesaran Allah. Maka, alangkah sebaiknya kesadaran spiritual dihidupkan saat peristiwa tersebut terjadi.

Di sebagian wilayah Indonesia, hujan deras terus mengguyur hingga banjir. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang mengungsi. Rumah-rumah rusak, makanan terbatas, dan penyakit menyerang.

Selain penanggulangan secara profesional, sangat diperlukan juga dukungan spiritual berupa doa, agar banjir tidak terjadi lagi, atau meminimalkan dampaknya.

Dalam beberapa riwayat, setiap kali hendak terjadi hujan dan angin besar (puting beliung) Rasulullah SAW selalu membaca doa atau melakukan sesuatu. Berikut doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw.

Hujan Adalah Rahmat

Terdapat salah satu hadis dari Rasulullah saw. berkaitan dengan hujan. Berikut hadisnya;

  وروي مسلم في صحيحه، وأبو داود عن أنس قال: كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا رأي المطر كشف ثوبه، وقال أبو داود: يحسر ثوبه عنه ثم اتفقا حتي أصابه، فقلنا: يا رسول الله، لم صنعت هذا؟ فال: لأنه حديث عهد بربه

“Diriwayatkan Imam Muslim dalam Kitab Shahihnya, dan Imam Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: “Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya.”

Riwayat lain dari Imam Abu Dawud, Anas berkata: “Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan.” Kami berkata: “Ya Rasulullah, kenapa tuan berbuat seperti ini?” Rasulullah menjawab: “Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah”

Keterangan Mengenai Hadits Diatas Dari Imam Nawawi

Makna kalimat, “liannahu hadiits ‘ahd bi rabbihi,” pada hadits di atas, menurut Imam al-Nawawi adalah:

 معناه أن المطر رحمة وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر

“Maknanya, sesungguhnya hujan adalah rahmat, yaitu rahmat yang baru saja Allah ta’ala ciptakan, kemudian Rasulullah bertabarruk (mengambil berkah) dengan hujan tersebut.

Sunnah Membuka Pakaian Pada Saat Hujan

Hadits ini merupakan dalil untuk pendapat ashab syafi’iyyah (mazhab syafi’i) bahwa sesungguhnya disunahkan di saat awal turunnya hujan untuk membuka pakaian selain aurat hingga terkena air hujan”

Akan tetapi mengenai keterangan kesunahan tersebut baknya teman-teman diskusikan dengan guru atau ustadz yang memahami dan mendalami keterangan yang lebih jauh sehingga tidak salah paham.

Doa Ketika Melihat Mendung

Rasulullah saw. ketika melihat awan hitam yang kelam atau mendung tebal. Beliau akan bergegas meninggalkan semua pekerjaannya dan kemudian membaca doa berikut ini (HR. Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi):

  وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: (اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا))

 “Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innii a’uudzu bika min syarrihaa” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban naafi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).”

Doa Nabi Ketika Melihat Awan Mendung

Sebagaimana disebutkan dalam hadis diatas, nabi membaca doa di bawah ini ketika melihat awan mendung;

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

“ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini”

Doa Nabi Ketika Turun Hujan

Dari hadis di atas juga disebutkan bahwasanya Nabi membaca doa dibawah ini ketika hujan mulai turun;

اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا

“ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan”

Adab Ketika Melihat Angin Besar

Terdapat salah satu riwayat yang menjelaskan adab seorang mukmin ketika melihat atau menjumpai angin besar agar angin tersebut tidak menjadi bencana dan malapetaka.

Berikut haditsnya (HR. Imam Abu Dawud, Imam al-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam Ahmad):

  عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

 “Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya”

Doa Rasulullah Ketika Melihat Awan Mendung

doa Rasulullah ketika melihat awan mendung. Beliau memohon agar awan yang membawa hujan tidak menjadi penyebab azab atau bencana, tapi rahmat. Berikut riwayatnya (HR. Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai):

  وروي عن ابن المسيب أن رسول الله صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي السحاب قال: (اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ)

“Diriwayatkan dari Ibnu al-Musayyab, sesungguhnya Rasulullah SAW ketika melihat awan, beliau bersabda: “Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin” (ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab).”

Bacaan Doa Rasulullah Ketika Melihat Mendung

Dari hadis diatas dapat kita perhatikan bersama bahwasanya nabi membaca doa di bawah in ketika melihat awan mendung

اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ

“ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab”

Doa Ketika Mendung Latin

Allahumma saiba rahmatin wa laa saiba ‘adzaabin

demikian ulasan kami berkaitan dengan Doa Ketika Hujan Lebat, semoga senantiasa kita terhindarkan dari segala bencana, dan disadarkan untuk selalu berdoa kepada-Nya. Amiin ya rabbal alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

Tinggalkan komentar