CONTOH KULTUM

Contoh Kultum Memperingati Hari Proklamasi

Saudaraku sekalian yang kami hormati.

Patutlah pada kesempatan saat ini, kita memanjatkan puji syukur kehadirat Alloh swt atas karunia nikmat-Nya yang telah diberikan sehingga saat ini kita bisa hadir di sini dalam keadaan tanpa ada halangan suatu apapun. Dan semoga Alloh menilai sebagai amal baik atas hadirnya kita pada acara hari ini.

Yang kami mulyakan para alim ulama, kyai dan asatidz seluruhnya. Yang kami hormati bapak bupati, bapak camat, bapak kepala desa dan beserta seluruh jajaran perangkatnya. Yang kami hormati bapak ibu dan seluruh hadirin.

Shalawat serta salam mari kita haturkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad saw. Dimana beliaulah yang telah mendakwahkan ajaran agama islam kepada seluruh umat manusia, sehingga seperti yang kita ketahui bersama antara yang haq dan yang batil, antara kebenaran dan kedzoliman.

Saudara-saudaraku sekalian yang kami hormati. ada bulan ini yaitu tepat pada bulan agustus tahun ……….(disesuaikan) seluruh rakyat negara kesatuan republik Indonesia dengan diwakili kedua putra bangsa yaitu Soekarno dan Muh. Hatta dalam menyatakan kepada semua bangsa dan negara di dunia, bahwasanya bangsa Indonesia telah merdeka. Terlepas dari belenggu dan cengkraman penjajah.

Baca Juga : Khutbah Jumat

Yang berarti tidak ada lagi kekuasaan asing di negeri kita. Halite kita akui sebagai usaha perjuangan dan berkat rahmat Alloh swt. Oleh karena itulah dalam memperingati hari yang sangat bersejarah dan hari yang mengandung arti sangat besar bagi bangsa Indonesia marilah kita panjatkan rasa syukur sedalam-dalamnya kepada Alloh swt.

Diiringi panjatan doa untuk segenap pahlawan, patriot dan segenap pejuang tanah air Indonesia tercinta ini. Mereka para pahlawan telah rela dan berani mengorbankan harta benda, tenaga, fikirn dan segala yang mereka miliki, bahwa jika mereka dikorbankan demi kemerdekaan dan keluhuran martabat bangsa.

Semoga Alloh berkenan menerima amal perjuangan mereka dan memberinya balasan yang setimpal dengan amal perjuangan mereka. Berjuang mengorbankan harta, benda, berani mengambil resiko mati ditangan lawan. Tanpa berpikir ragu dalam hatinya. Bahkan keluarga tercinta ikhlas ditinggalkan demi membela tanah air tercinta.

Saudaraku sekalian yang kami hormati. Kemerdekaan ialah hak semua bangsa dan memberi kesempatan kepada kita untuk mewujudkan kehidupan rakyat dan bangsa dalam segala bidang, mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik, lebih maju dan dapat menikmati alam yang penuh dengan ketentraman, menikmati kemakmuran serta keadilan yang merata.

Baca Juga : Khutbah Bahasa Jawa 

Dan dengan kemerdekaan kita, maka banga Indonesia berhak mengaur dan menata pemerintahan atau rumah tangga negaranya sendiri dengan rasa penuh tanggung jawab tanpa menggantungkan kepada negara lain.

Hal ini sesuai dengan yang tercantum di dalam undang-undang dasar (UUD) 1945, yang merupakan amanat tuhan kepada kita dan menjadi wajib bagi kita semua untuk menjaga, mempertahankan dan memelihara dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya bagi pemerintah saja akan tetapi bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia.

Alhamdulillah, setelah kita dapat melepaskan diri belenggu kekuasaan penjajah, dalam waktu yang relatif pendek, kita, seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia dapat membangunnya disegala bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan dan lain sebagainya.

Untuk itu,marilah kita tambahkan rasa syukur kita kepada Alloh swt, yaitu dengan cara mendayagunakan seluruh karunia pemberian-Nya yang sangat besar nilainya yaitu kemerdekaan. Kita tingkatkan pembangunan dan kita perjuangkan pula pemerataan hasilnya untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Agar seluruh masyarakat dapat merasakan nikmatnya kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan hanya dinikmati orang-orang tertentu saja. Rasanya kita bisa menutupi kenyataan yang ada selama ini, kemerdekaan (hasil pembangunan) belum dapat dinikmat secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baik dalam bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, pemerataan lapangan lapangan kerja dan lain sebagainya. Akan tetapi meskipun demikian, sebagai warga Negara yang baik, maka alangkah sebaiknya bila dalam upaya meratakan keadilan tidak menggunakan cara-cara yang radikal, cara yang ekstrim, cara yang menyerang pemerintah.

Akan tetapi kita harus berusaha meratakannya, mulai dari masyarakat yang berada di kota-kota sampai yang berada di pelosok negeri sekalipun. Dibidang pendidikan umpamanya, dahulu pemerintah menyediakan sekolah terbuka, bantuan operasional sekolah, kartu Indonesia pintar, beasiswa bagi siswa kurang mampu dan lain sebagainya.

Disamping itu pemerintah juga memberikan subsidi kepada sekolah-sekolah swasta, maka patutlah kita untuk selalu bersyukur kepada Alloh swt. Alloh berfirman dalam al-qur’an:

Artinya : “Jika kamu bersyukur, pasti kami tambah tetapi jika kufur ingatlah siksaku sangat berat.” (Ibrahim : 7)

 Para hadhirin, bapak-ibu yang kami mulyakan. Sungguh beruntung kita ditakdirkan lahir dan hidup di Negara Indonesia mengapa, sebab di negara inilah kita hidup damai, mohon  maaf bapak dan ibu, sekarang dapat kita saksikan bersama betapa ngerinya peperangan di negara-negara lain di timur tengah.

 Andai saja kita yang berada disana betapa menakutkannya kehidupan kita sehari-hari. Bekerja tidak bisa tenang, belajar tidak ada fasilitasnya, sarana kesehatan dihancurkan dan lain sebagainya. Maka sekali lagi wajiblah bagi kita untuk selalu bersyukur terhadap sesuatu yang kita dapatkan melalui program-program pemerintah.

Sesuatu yang tidak kita pahami mengenai politik pemerintah, maka semestinya kita lebih baik diam saja tidak perlu berbicara yang tidak-tidak. Sebab dikhawatirkan justru malah menjadi fitnah dan menimbulkan adu domba. Sehingga dapat memicu pertengkaran kecil yang bila dibiarkan lama-lama menjadi perpecahan antar kelompok.

Maka alangkah sebaiknya kita memiliki sifat rendah hati, sehingga terhadap segala sesuatu kita dapat menjaga diri dan selalu berhati-hati. Tidak mudah menyombongkan diri, tidak mudah marah bila mendengar suatu berita yang belum tentu benar atau tidaknya. Bila hati kita direndahkan maka rasanya jiwa kita lebih dingin, sejuk.

Tidak mudah marah-marah, sehingga tidak mudah dipecah belah, tidak mudah diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Maka akhirnya kita dapat menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan mententramkan. Sungguh bila kehidupan sudah terasa aman, maka ibadah pun insya Alloh dapat lebih tenang.

Bila ibadah tenang, bekerja tenang, yang sekolah tenang, maka insya Alloh segala harapan dan cita-cita kita semua dapat tercapai. Amin. Bila bekerja tenang maka kesejahteraan hidup dapat dipenuhi. Bila anak-anak yang belajar pikirannya tenang, maka kecerdasan anak bangsa pun dapat mudah diwujudkan.

 Bila suatu bangsa telah dihuni oleh masyarakat yang cerdas, maka insya Alloh bangsa tersebut lebih mudah untuk mengarahkan masyarakatnya agar berpikir berkemajuan. Bila rakyatnya berpikir berkemajuan, maka siap-siaplah negaranya pun menjadi Negara yang maju. Amin ya rabbal ‘alamin.

Para hadirin sekalian yang dirahmati Alloh. Demikianlah sepenggal materi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga kita diberi kemauan untuk berintrospeksi diri agar berhenti dak kesenangan mencari-cari kesalahan orang lain termasuk pemerintah. Semoga Alloh melindungi kita dari perbuatan yang dapat merusak amal ibadah kita. Amin.

Wabillahitaufiq wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar