Arti NU

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai warga Negara Indonesia, tentu tidak asing lagi dengan yang namanya organisasi kemasyarakatan yang bernama Nahdlatul Ulama. Bukan hanya Nahdlatul Ulama saja, di Indonesia terdapat beberapa organisasi kemasyarakatan yang sangat berperan aktif dalam bidang keagamaan atau pun kemasyarakatan.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai apa itu arti Nahdlatul Ulama, berikut pengertian dari NU tersebut.

Arti Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan dan juga organisasi kemasyarakatan terbesar dalam arus sejarah bangsa Indonesia, Nahdlatul Ulama memiliki makna penting dan ikut serta dalam proses perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

NU lahir dan berkembang dengan memiliki corak dan budayanya sendiri. Sebagai organisasi dengan arah gerakan keagamaan yang memegang teguh Ahlussunnah Wal Jama’ah, maka NU menyesuaikan diri terhadap berbagai madzhab keagamaan yang ada di sekitarnya. NU tidak pernah berfikir menyatukan apalagi menghilangkan madzhab-madzhab keagamaan yang ada.

Sebagai organisasi kemasyarakatan, NU menampilkan sikap toleransi terhadap nilai-nilai budaya lokal. NU berakulturasi dan berinteraksi positif dengan tradisi dan budaya masyarakat lokal yang telah ada sejak dahulu.

Dengan demikian NU memiliki wawasan multikultural, yang maksudnya ialah kebijakan  terhadap sosialnya bukan melindungi tradisi atau budaya setempat, akan tetapi mengakui keberadaan tradisi dan budaya setempat yang memiliki hak hidup di Republik Indonesia ini.

Sikap dan prinsip NU  ini sesuai dengan inti faham keislaman yang sejalan dengan  Hadits Nabi Muhammad saw. yang artinya :

“Al-hikmatu dlaallatul mu’min, fahaitsu wajadaha fahuwa ahaqqu biha.” Hikmah atau nilai-nilai positif untuk umat Islam, dari manapun asalnya ambillah karena itu miliknya umat Islam.

Proses pencampuran budaya tersebut telah menampilkan wajah Islam yang berkeIndonesiaan, yaitu wajah yang ramah terhadap nilai budaya lokal dan terbuka dengan nilai-nilai umum yang positif. NU juga menghargai perbedaan agama, tradisi, dan kepercayaan, yang merupakan warisan budaya Nusantara.

Sikap yang demikian inilah yang menjadikan NU mudah diterima di semua lapisan masyarakat di seluruh bangsa Indonesia.

Dalam masalah keagamaan, NU menganut  paham Ahlussunnah Waljama’ah, yaitu sebuah pola nalar dalam Islam yang merujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw, serta Sunnah khulafaur rasyidin. Cara berfikir demikian merujuk dari para Ulama terdahulu, seperti : Abu Hasan Al- Asyari dan Abu Mansur Al-maturidi dalam bidang teologi.

NU Mengikuti 4 Madzhab

Kemudian dalam bidang fiqih, NU mengikuti empat madzhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hambali. Sementara dalam bidang tasawuf, NU mengembangkan metode Al-Ghozali dan Junaidi Al- Bagdadi, yang menginteraksikan antara tasawuf dan syariat.

4 Sikap kemasyarakatan Nu

Adapun dalam bidang kemasyarakatan, NU mempunyai empat sikap kemasyarakatan, yaitu:

Pertama, sikap Tawasuth dan  i’tidal. Tawasuth, yaitu sikap moderat yang berpijak pada prinsip menempatkan diri di tengah-tengah antara dua ujung tatharruf (ekstremisme) dalam berbagai masalah dan keadaan, hal ini untuk mencapai kebenaran serta keterlanjuran ke kiri atau ke kanan secara berlebihan.

Sedangkan makna dari I’tidal ialah tegak lurus, berlaku adil, tidak berpihak kecuali kepada yang benar dan yang harus dibela. Jadi i’tidal dalam arti sempit adalah memberla kepada kebenaran.

Kedua, Tasamuh, ialah sikap toleran yang berintikan pada penghargaan terhadap perbedaan pandangan dalam kemajemukan identitas budaya masyarakat.

Ketiga, Tawazun, yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian hubungan antara manusia dengan Allah SWT.

Keempat, Amar ma’ruf nahi munkar, yaitu dua sendi yang mutlak diperlukan untuk menopang tata kehidupan yang diridhai Allah SWT. Amar ma’ruf artinya ialah mengajak dan mendorong perbuatan baik, baik yang bermanfaat bagi kehidupan duniawi maupun ukhrowi. Sedangkan nahi munkar adalah menolak dan mencegah segala sesuatu yang dapat merugikan, merusak, merendahkan dan menjerumuskan nilai-nilai kehidupan.

Hanya dengan melaksanakan dua gerakan ini (amar ma’ruf dan nahi munkar), maka kehidupan lahiriyah dan batiniyah manusia di dunia akan mencapai kebahagiaan, yaitu kebahagiaan untuk dunianya dan akhiratnya.

Pembahasan ini kami ambil dari situs nuonline.or.id. kami mengambil dari situs tersebut merupakan bentuk kehati-hatian kami dalam menyampaikan makna NU yang sedang dibahas. Mohon maaf bila terdapat kesalahan. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan komentar