Arti Mazhab

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bermazhab merupakan suatu keharusan atau keniscayaan di dalam beragama Islam untuk saat ini, kenapa demikian karena hanya dengan cara bermazhablah kita dapat mengikuti kaidah-kaidah agama sesuai yang diajarkan Rasulullah saw.

Dengan bermadzhab berarti kita telah menyandarkan segala sesuatu yang kita lakukan dalam urusan ibadah kepada imam madzhab tersebut. Maksudnya yaitu mengenai tatacara atau kaidah-kaidahnya kita makmum seutuhnya.

Pengertian Mazhab

Mazhab secara bahasa terbagi menjadi tiga makna. Yang pertama mazhab berarti al-mu’taqad, yang artinya yaitu yang diyakini. Yang kedua mazhab juga memiliki makna at-thariqah, yang artinya jalan atau metode.

Adapun  secara istilah, mazhab yaitu:  ma dzahaba ilayhil imam minal aimmah minal ahkam al-ijtihadiyah. Artinya yaitu “Sesuatu yang menjadi pendapat imam atau ahli agama tentang hukum-hukum yang ijtihadiyah yang digali dari sumbernya.”

Jadi bermazhab merupakan keberikutan pendapat imam yang bersifat ijtihadiyah, yang tentunya mencakup dua hal, yaitu persoalan ushul  atau pokok  dan furu’ atau cabang. Ushul fiqih ada dan fiqih adalah sebagai hasilnya.

Pendapat imam tentang ushul fiqih itu juga termasuk  mazhab, oleh golongan NU hal itu disebut sebagai mazhab manhaji (metodologis); kemudian ada pendapat imam tentang furu’, yaitu  fiqih, merupakan hasil dari istinbath (penyimpulan) hukum terhadap kasus-kasus yang terjadi pada setiap mazhab.

Sejarah Kemunculan Mazhab

Mengenai sejarah kemunculan mazhab,  mazhab ini muncul pada abad ke-3 Hijriyah. Imam-imam mazhab itu berada pada  masa tabi’in dan masa tabi’ tabi’in. Seperti Imam Syafi’i lahir tahun 150 Hijriyah dan wafat tahun 204 Hijriyah. Jadi pertumbuhan dan perkembangan mazhab itu sekitar abad ke-3 Hijriyah.

Baca Juga: Artikel Penjelasan Syariah

4 Mazhab

Di dunia ini ada empat mazhab yang terkenal dari mazhab-mazhab yang jumlahnya sangat banyak. Yang terkenal yaitu, tersebar di seluruh dunia, ada mazhab Imam Abu Hanifah, tokohnya namanya Abu Hanifah An-Nu’man, pengikutnya namannya al-Hanafiyah. Selanjutnya ada mazhab Imam Malik Bin Anas, pengikutnya namanya al-Malikiyah.

Selanjutnya yaitu ada mazhab Imam al-Syafi’i, pengikutnya namanya as-syafi’iyyah. Kemudian terdapat juga  mazhab imam Ahmad bin Hambal. Dari penelitian terakhir,  jumlah pengikut mazhab ini dari 96 % umat Islam dunia adalah pengikut fiqih dari mazhab empat ini. mazhab Abu Hanifah sebanyak 48 % dari 96 % umat Islam yang tradisional.

Kemudian mazhab Imam Malik diikuti oleh 28 %, dan mazhab Imam Syafi’i terdapat 15 %, lalu mazhab Imam Ahmad bin Hambal sebanyak 2 %. Lantas seperti apa variasi bermazhab pada  waktu itu?

Para pengikut mazhab, dalam bidang akidah, melahirkan para teolog atau filsuf, seperti Imam al-Asy’ari yang nama aslinya ialah Abu Hasan al-Asy’ari,  beliau mengikuti mazhab Imam Syafi’i di dalam fiqih.

Sementara mazhab Imam Abu Hanifah, melahirkan seorang teolog  yang bernama  Imam al-Maturidzi. Maksudnya yaitu Imam al-Maturizi ahli di bidang akidah tetapi mazhab fiqihnya beliau mengikuti Imam Abu Hanifah.

Nah selanjutnya mengenai urgensi atau seberapa pentingkah bermazhab sendiri? Sebagaimana dari situs nu.or.id dari wawancara terhadap KH. Ishomuddin, beliau mengatakan  “urgen sekali dalam bermazhab. Bermazhab itu kan artinya punya metode, ya punya sumber.”

Kemudian beliau melanjutkan, Sejak dahulu, di Barat maupun di Timur. Sejak abad ke-4 sampai sekarang semuanya sudah mengikuti mazhab-mazhab yang ada. Yang saya maksud ada itu, tulisan-tulisan dari para imam mazhab itu memang sudah terbukukan. Kitab-kitabnya itu menjadi pedoman yang diikuti.

Diikuti umat Islam di berbagai negara. Jadi penting sekali untuk mengikuti mazhab, karena tidak semua orang mampu menciptakan mazhab, tidak semua orang mampu melakukan ijtihad.”

Nah itulah sedikit keterangan mengenai madzhab, semoga dapat memberi manfaat bagi kita semuanya. Ihdinash shiratal mustaqiim. Wassalamualaikum waahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan komentar