Arti Birrul Walidain

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kata birrul walidain/arti birrul walidain tidak asing bagi telinga kita. Terlebih lagi kadang di sekitar kita terdapat orang yang bernama birrul walidain. Di mimbar-mimbar ceramah juga sering kita dengar ustadz atau kyai menyampaikan pentingnya birrul walidain.

Baca Juga: Hadist Tentang Cinta

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan birrul walidain? Apa kandungan yang terdapat di dalam birrul walidain? Apakah hal tersebut merupakan kewajiban bagi setiap orang atau bagaimana penjelasan dari birrul walidain itu sendiri?Di dalam ajaran agama islam, birrul walidain menempati tempat yang begitu tinggi, yaitu pada urutan nomor dua setelah beribadah kepada Alloh.

Terjemah Arti Birrul Walidain

Islam menempatkan kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tua (ibu dan bapak) itu sebagai kewajiban nomor dua setelah kewajiban terhadap Alloh SWT. Oleh sebab pentingnya akan berbakti kepada orang tua maka alangkah pentingnya untuk memahami apa itu birrul walidain sejak dini.

Birrul walidain artinya adalah bersikap baik terhadap kedua orang tua (ibu dan ayah). Wujud atau bentuk sikap yang baik ini dibuktikan atau terlihat melalui lisan (ucapan, tutur kata) dan perbuatan (sikap) seorang anak kepada ibu dan bapaknya.

Uququl Walidain

Sedangkan ‘uququl walidain adalah kebalikan dari birrul walidain, ‘uququl walidain ialah sikap membangkang atau durhaka kepada kedua orang tua. Sikap terhadap orang tua ini bisa berupa ucapan maupun tindakan atau tingkah laku terhadap orang tua yang dapat menyakiti hatinya.

Alloh SWT berfirman;

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

“sembahlah oleh kalian semua Alloh dan jangan sekutukan suatu apapun dengan Dia! Dan bersikap baik kamu sekalian kepada dua orang tua dengan sikap baik yang sesungguhnya.” (QS. An-Nisa: 36)

Rasulullah SAW bersabda;

Rasulullah SAW bertanya: “Apakah aku (perlu) memberitahu kalian tentang dosa besar? pertanyaan itu diulang sampai tiga kali, maka bumi menjawab: benar ya Rasulullah! beliau bersabda: “menyekutukan Allah (syirik), bersikap tidak baik terhadap kedua orang tua (‘uququl walidain).

Ketika itu beliau bertongkat lalu duduk dan bersabda(lagi): (juga) berkata palsu dan memberikan kesaksian palsu” beliau terus mengulang-ulangnya sehingga kami berkata: “semoga beliau berhenti bersabda.” (HR. Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu bakar).

Rata-rata manusia pada umumnya menganggap birrul walidain atau berbakti kepada orang tua sebagai kewajiban keagamaan, yang bila dilakukan maka akan mendapat pahala dan bila melanggar maka akan mendapat dosa dan siksa diakherat kelak.

Baca juga: Cerita Anak Islam

Anggapan demikian ini sepenuhnya benar. Pemeluk agama islam semestinya menilai segala sesuatu dari sudut ukhrawinya. Seperti melakukan sholat misalnya, yang pertama kali harus kita pandang adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Alloh dengan sangsi di akherat kelak.

Atau membayar zakat misalnya, yang  harus pertama kali kita pandang adalah kewajiban ukhrowinya, artinya bahwa membayar zajat itu merupakan perintah Alloh yang harus ditunaikan. Jadi lebih baik memikirkan manfaatnya dahulu dari pada memikirkan keuntungan nilai duniawinya.

Akan tetapi juga tidak disalahkan bila manusia lebih memikirkan keuntungan atau manfaat dari kewajiban yang telah Alloh tetapkan. Hal demikian bukan timbul karena adanya keraguan, akan tetapi sebagai bentuk keyakinan bahwa segala sesuatu yang Alloh tetapkan pasti bermanfaat bagi siapa  pun yang menunaikannya.

Bukan saja manfaat atau pahala sebagai bekal di akhirat kelak, akan tetapi keuntungan atau faedah di dunia yang juga pasti akan didapatkan.

Baca Juga: Doa Minta Rezeki

Demikian sedikit uraian tentang birrul walidain yang dapat kami sampaikan. Singkatnya birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orang tua, baik itu melalui lisan dan perbuatan. Seadangkan kebalikan dari birrul walidain adalah ‘uququl walidain yaitu sifat tidak berbakti atau membangkang terhadap orang tua.

Ihdinash shiraathol mustaqim wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh

2 pemikiran pada “Arti Birrul Walidain”

Tinggalkan komentar