Amalan Di Bulan Rajab

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagi umat muslim tentu tidak asing dengan adanya bulan hijriyah. Salah satu bulan di dalam tahun hijriyah ialah bulan Rajab. Biasanya pada bulan rajab umat muslim akan melaksanakan puasa sunnah selama sepuluh hari.

Pelaksanaan puasa sunnah pada bulan rajab ini memang terdapat perbedaan pendapat. Memang hadis yang digunakan dalam pelaksanaan puasa itu merupakan hadisr dhoif, akan tetapi bila untuk suatu amaliah sunnah maka hendaknya tetap melaksanakan.

Alasannya karena bila ternyata hal itu benar maka akan mendapatkan pahala yang besar dan bila tidak juga tidak mendapatkan dosa, sebab yang namanya hadist dhoif bila berkaitan dengan amaliah sunnah maka hendaknya tetap dilakukan untuk menjaga kehati-hatian.

Berbeda halnya bila hadis dhoif berkaitan dengan larangan suatu perkara maka hendaknya dijauhi karena untuk menjaga agar tidak sampai melakukan perkara yang dilarang tersebut.

Amalan Pada Bulan Rajab

menelusuri keutamaan bulan Rajab, biasanya bila memasuki bulan Rajab para kaum muslimin bersemangat untuk lebih giat beribadah terutama dalam amalan-amalan sunnah. Beberapa hadits Rasulullah SAW menunjukkan kelebihan bulan rajab:

  • Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdoa, “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan”. (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
  • Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari kiamat.
  • Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku”.
  • Kemuliaan Rajab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya dan ramadhan dengan lailatul qadarnya.

Dalam menjalankan ibadah di bulan Rajab, ada beberapa amalan yang sering dikerjakan, antara lain:

  • Memperbanyak Bacaan Istighfar

Terdapat hadits yang menerangkan: “Barang siapa yang membaca Sayyidul Istighfar setiap pagi dan sore Insya Allah matinya khusnul khotimah (calon ahli surga).

  • Puasa

Dalam hadits diterangkan:

  • Puasa pada tanggal 1 sama dengan menghapus dosa 3 tahun
  • Puasa pada tanggal 2 sama dengan menghapus dosa 2 tahun
  • Puasa pada tanggal 3 sama dengan menghapus dosa 1 tahun

Selain amaliah diatas, berikut ini beberapa amalan di bulan Rajab yang bisa diamalkan oleh teman-teman, terdapat juga hadits lain yang menerangkan bahwa:

  1. Puasa sehari pada bulan Rajab mendapat surga yang tertinggi (Firdaus).
  2. Puasa dua hari maka akan mendapat kemuliaan dari Allah dimana semua ahli langit dan bumi tak ada yang dapat menyifatinya (sangat mulia)
  3. Puasa tiga hari pada bulan Rajab, dijadikan baginya parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).
  4. Puasa selama tujuh hari pada bulan Rajab, maka akan ditutup baginya 7 pintu neraka. (Riwayat al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid)
  5. Puasa 8 hari akan dibukakan semua pintu surga. (Riwayat al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid)
  6. Puasa 10 hari semua permohonannya akan terkabul (Riwayat al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid).
  7. Puasa 15 hari semua dosanya akan dihapus dan kesalahannya akan diganti dengan kebaikan.
  8. Puasa 16 hari akan dapat melihat wajah Allah di dalam surga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.
  9. Bulan Rajab disebut juga dengan Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang berpuasa itu. Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal. Terlepas daripada dahaga di akhirat.
  10. Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.

Dalil Dhaif Tentang Keutamaan Bulan Rajab

Hadits-hadits yang berkaitan tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama menegaskan bahwa haditsnya dhaif, dan tidak ada keterangan yang kuat berdasar sabda Rasulullah SAW.  Namun, meskipun hadits dhaif, memberi dampak kebaikan dan memotivasi para muslim dalam ibadah sunnah tidaklah bermasalah untuk dilakukan.

Imam Suyuthi dalam kitabnya al-Durr al-Mantsur mengutip banyak hadist dhai’f. Jumhur  ulama sepakat untuk Fadhailul A’mal atau keutamaan amal, artinya hadist dha’if boleh diamalkan. Tidaklah mempengaruhi status hukum puasa di bulan Rajab, berdasar individunya dengan niat yang baik, dan cara yang baik untuk selalu dekat dengan Alloh SWT.

Jadi teman-teman tidak perlu hawatir untuk tetap melaksanakan amaliah sunnah pada bulan rajab.

 

 

Baca Juga Artikel:

Niat Puasa syawal

 

Tinggalkan komentar